Belum lama ini ramai Taman Daan Mogot dijadikan tempat mesum sesama jenis. Aktivitas itu berlangsung pada rentang pukul 22.00 hingga 00.00 WIB dan dilakukan di bawah pohon rindang.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan kasus di Taman Daan Mogot itu juga pernah terjadi di Hutan Kota kawasan Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan.
Nah pengawasan ini bukan semata-mata tugas Pemprov DKI saja, tapi juga masyarakat,”
ujar Trubus kepada owrite baru-baru ini.
Trubus menyoroti kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang selama ini dianggap tidak konsisten, sehingga kejadian seperti itu terulang kembali.
Selama ini ada tindakan sidak tapi tidak membuat roadmap jangka panjang, ujung-ujungnya (aturan) longgar lagi,”
katanya.
Dengan kurangnya ketegasan pemerintah daerah dalam menangani kasus tersebut, menurut Trubus Jakarta yang dicanangkan menjadi Kota Global Smart City hanya angan-angan.
Akhirnya yang digembar-gemborkan jadi Kota Global Smart City itu nyanyian di siang bolong,”
tegasnya.
Menurutnya, syarat-syarat menjadi Kota Global adalah hunian yang layak. Namun posisi Jakarta yang dihadapi daerah penyangga membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi Kota Global Smart City.
Jakarta kota yang dihadapkan dengan daerah penyangga, masyarakatnya besar, mereka ke Jakarta melakukan vandalisme dan kriminalisme. Harapan itu bisa (jadi kota global) tapi sangat jauh,”
tandasnya.


