Sebanyak 16 ribu pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, terancam di rumahkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini sejalan dengan ancaman pembekuan Bea Cukai karena citra buruk institusi itu di masyarakat.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan bersama Purbaya terkait nasib pegawai Kementerian Keuangan bila Bea Cukai dibekukan.
Saya belum diskusi dengan Pak Menteri Purbaya, karena masalah pegawai itu kan tadi ikutannya dengan masalah organisasi. Nanti tentunya saya harus lihat apakah lembaganya atau sistemnya yang memang harus diperbaiki, baru kita bicara orangnya,”
ujar Rini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2025.
Rini mengaku, sudah mengajukan pertemuan dengan Purbaya terkait nasib pegawai Bea Cukai. Namun, pertemuan itu belum juga terealisasi hingga saat ini.
Saya memang sudah berencana untuk meminta waktu, namun beliau masih ada beberapa agenda yang belum disampaikan,”
katanya.
Terkait kemungkinan 16 ribu pegawai Bea Cukai dimutasi ke Kementerian Lembaga (K/L) lain, Rini mengatakan bahwa peluang itu bisa saja terjadi. Menurutnya, mutasi merupakan hal yang wajar di lingkungan pegawai pemerintahan.
Kalau masalah mutasi, rotasi itu suatu yang biasa ya, tetapi kan tentunya urusan pemerintahan itu tetap harus dijalankan. Ada kan Bea Cukai, ada fungsi-fungsi pemerintahan nah itu tentunya harus dilaksanakan oleh PNS. Tapi kalau masalah mutasi seperti itu, itu adalah suatu hal yang biasa,”
imbuhnya.
Citra Buruk Bea Cukai
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti, citra buruk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di mata masyarakat, dan pimpinan tertinggi. Dia bahkan tak segan-segan mengancam membubarkan Bea Cukai bila tak kunjung ada perbaikan.
Saya bilang begini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,”
ujar Purbaya di Kompleks DPR RI, Kamis, 27 November 2025.
Bendahara Negara ini mengaku, sudah meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto selama setahun untuk bersih-bersih di Bea Cukai. Selama ini berbenah, ia meminta tidak ada gangguan.
Namun jika tidak ada perbaikan, Purbaya mengatakan bahwa DJBC terancam dibekukan dan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss yakni Societe Generale de Surveillance (SGS).
Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu ke presiden 1 tahun untuk tidak diganggu dulu, beri saya waktu untuk memperbaiki bea cukai karena ancamannya serius. Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan diganti dengan SGS, seperti zaman dulu lagi,”
tegasnya.
Dia mengingatkan, jajaran Bea Cukai agar bekerja dengan baik dan profesional. Pasalnya, ada 16 ribu pegawai berada dalam ancaman untuk dirumahkan.
Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,”
tekannya.


