Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, kembali mencatat prestasi sensasional.
Diva sukses merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor SEA Games melalui lompatan setinggi 4,35 meter.
Catatan tersebut mengukuhkannya sebagai atlet terbaik di nomor lompat galah putri pada pesta olahraga Asia Tenggara 2025.
Prestasi gemilang Diva menambah deretan emas yang diraih Indonesia pada Kamis 11 Desember 2025, menjadikannya emas kedelapan pada hari itu dan emas ke-13 di klasemen sementara.
Emas Pertama Indonesia dari Cabor Atletik
Keberhasilan Diva menjadi pembuka manis bagi cabang atletik Indonesia. Raihan ini diharapkan mampu membakar semangat atlet-atlet lainnya untuk memberikan performa terbaik dalam mengejar target besar pada perhelatan SEA Games.
Dengan total 13 emas, Indonesia terus berupaya mempertahankan posisi kedua klasemen sementara. Persaingan ketat dengan Vietnam membuat setiap perolehan medali sangat berarti.
Indonesia Incar 80 Emas
Untuk SEA Games 2025 di Thailand, Indonesia menargetkan 80 medali emas demi mengamankan posisi tiga besar pada klasemen akhir. Pada hari ketiga, kontingen Merah Putih justru tampil melebihi ekspektasi.
Dalam satu hari saja, Indonesia mengoleksi 8 emas, 14 perak, dan 8 perunggu—dua kali lipat dari target harian yang hanya empat emas.
Dua cabang olahraga berhasil memenuhi target medali pada hari ketiga Pertama ada Jason Donovan Yusuf mencatat waktu 25,36 detik pada nomor 50 meter gaya punggung putra, mempersembahkan satu emas.
Masniari Wolf menjadi yang tercepat di nomor 50 meter gaya punggung putri dengan waktu 28,80 detik.
Diva Renatta Jayadi mempersembahkan emas sekaligus memecahkan rekor SEA Games melalui lompatan 4,35 meter. Lima Cabang Olahraga Tak Ditargetkan Emas Justru Bersinar
Selain cabor unggulan, lima cabang olahraga lain yang tidak masuk daftar target emas juga tampil mengejutkan dan menyumbang emas penting untuk Indonesia Basket 3×3 Putri, Canoe, Cycling MTB, Extreme Sport, dan Karate.
Kontribusi lima cabor ini membuat Indonesia melampaui target harian secara luar biasa.
Puji Kerja Keras Atlet
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, turut memberikan apresiasi atas pencapaian para atlet. Erick menegaskan bahwa hasil ini adalah bukti keseriusan atlet dalam membawa nama bangsa di tingkat Asia Tenggara.
Selamat kepada semua atlet yang sudah berjuang. Tidak hanya memenuhi target, tapi lima cabor tanpa target emas pun berhasil membuat Indonesia Raya berkumandang,”
Erick Thohir.
Hingga hari ketiga, posisi kontingen Indonesia adalah sebagai berikut Thailand — 43 emas, 25 perak, 15 perunggu, Vietnam — 15 emas, 10 perak, 27 perunggu, dan Indonesia — 13 emas, 24 perak, 14 perunggu.

