Istilah closure belakangan sering muncul di media sosial, terutama saat membahas hubungan asmara yang berakhir. Banyak orang memakai kata ini untuk menyebut “obrolan terakhir” sebelum benar-benar putus dan melanjutkan hidup masing-masing.
Dilansir dari Alodokter, closure adalah proses penutup dalam sebuah hubungan. Di momen ini, dua orang saling menjelaskan alasan kenapa hubungan harus berakhir supaya tidak ada rasa bingung atau pertanyaan yang menggantung.
Closure dianggap penting karena bisa membantu seseorang lebih ikhlas menerima perpisahan dan lebih mudah move on.
Kenapa Closure Itu Penting?
Terkadang tidak semua orang mengakhiri hubungan dengan jelas. Ada yang tiba-tiba pergi tanpa penjelasan atau menghilang begitu saja. Hal seperti ini sering membuat seseorang terus kepikiran dan bertanya-tanya, “Salahku apa?” atau “Kenapa dia pergi?”
Menurut Alodokter, hubungan yang berakhir tanpa closure bisa membuat seseorang merasa sedih berkepanjangan, stres, bahkan sulit membuka hati lagi.
Karena itu, closure bisa membantu agar dua orang sama-sama memahami alasan putus dan mengakhiri hubungan tanpa rasa dendam.
Cara Melakukan Closure yang Baik
Closure bukan hanya bilang “selamat tinggal”. Karena, ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya perpisahan terasa lebih lega.
1. Jujur soal alasan putus
Saat ingin closure, kamu bisa mencoba bicarakan alasan hubungan harus selesai dengan jujur dan jelas. Walau terasa berat, penjelasan yang jujur bisa membantu kedua pihak lebih mengerti situasinya.
2. Sampaikan isi hati
Kalau ada perasaan yang selama ini dipendam, coba ungkapkan. Tidak harus marah-marah, yang penting apa yang dirasakan bisa tersampaikan.
3. Kasih waktu buat sedih
Sedih setelah putus itu wajar. Menangis atau ingin sendiri dulu bukan berarti lemah, tapi bagian dari proses penyembuhan.
4. Belajar dari hubungan sebelumnya
Setiap hubungan pasti memberi pelajaran. Dari situ, seseorang bisa introspeksi dan memperbaiki diri untuk hubungan berikutnya.
5. Belajar menerima keadaan
Tidak semua hubungan bisa bertahan selamanya. Karena itu, penting untuk menerima kenyataan dan berhenti menyalahkan diri sendiri.
Tidak Semua Hubungan Punya Closure
Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang mendapat closure setelah putus. Ada juga yang harus menerima hubungan berakhir tanpa penjelasan.
Kalau mengalami hal seperti itu, cobalah fokus ke diri sendiri dan lakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, seperti kumpul bareng teman, liburan, atau menjalani hobi.
Namun, kalau rasa sedih setelah putus sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konseling.


