Perjalanan Timnas Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 kembali diwarnai kontroversi. Setelah manajer tim Rosi Nurasjati dideportasi. Kini salah satu atlet mengungkap pengalaman pahit di atas ring yang diduga sarat ketidakadilan.
Atlet tersebut adalah Andi Mesyara Jerni Maswara, yang turun di nomor point fighting kelas 50 kg putri.
Ia mengaku menemukan sejumlah kejanggalan saat menghadapi atlet Vietnam, Thi Thuy Giang Hoang, pada laga semifinal.
Andi Jerni mengawali pertandingan dengan performa meyakinkan. Di ronde pertama, ia berhasil unggul tipis 4-3. Dengan keunggulan tersebut, Andi memilih bermain tenang sambil menjaga jarak.
Namun, situasi berubah ketika wasit justru meminta dirinya lebih agresif menyerang, keputusan yang menurut Andi merusak ritme dan strategi yang telah ia bangun.
Padahal saya sudah unggul dan bermain sesuai rencana, tapi tiba-tiba wasit menyuruh saya untuk terus fight dan menyerang,”
Andi melalui akun Instagram pribadinya.
Skor Mendadak Berubah
Kejanggalan terbesar dirasakan Andi Jerni saat jeda antar ronde. Ia terkejut melihat papan skor yang menunjukkan lonjakan poin signifikan untuk lawan.
Saya lihat skor lawan tiba-tiba jadi 7, sementara poin saya tetap 4. Padahal lawan tidak pernah mengenai tendangan bersih ke badan atau kepala. Kalau pun ada, semuanya saya block,”
Andi.
Menurut Andi, dalam beberapa momen di mana keduanya melakukan serangan bersamaan, poin justru hanya bertambah untuk atlet Vietnam.
Wasit Teriak Stop
Masalah lain yang membuat Andi semakin heran adalah saat pengelolaan waktu pertandingan.
Ia mengklaim waktu tidak dihentikan meski wasit telah memerintahkan “stop”, kondisi yang jelas merugikannya saat berusaha mengejar ketertinggalan poin.
“Waktu tetap berjalan walaupun wasit bilang stop. Tapi giliran sarung tangan saya sedikit keluar, langsung dihentikan. Saya benar-benar bingung,”
Andi.
Manajer Dideportasi
Situasi makin pelik karena manajer tim kickboxing Indonesia telah dideportasi, sehingga tidak ada ofisial yang bisa melayangkan protes resmi kepada juri atau panitia.
Manajer kami sudah dipulangkan, jadi tidak ada yang bisa membela atau protes. Kami seperti sendirian,”
Andi dengan suara bergetar.
Merasa tak mendapat keadilan di arena, Andi Jerni akhirnya memilih bersuara lewat media sosial. Ia berharap pengakuannya mendapat perhatian luas agar Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kemenpora turun tangan menindaklanjuti persoalan yang menimpa cabang olahraga kickboxing.
Tolong viralkan supaya NOC dan Kemenpora tahu kondisi kami. Dari kemarin cabor kickboxing benar-benar memprihatinkan,”
Andi.

