Dampak banjir besar dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera semakin meluas. Berdasarkan laporan terbaru per Senin 22 Desember 2025 pukul 08.15 WIB, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.090 orang.
Selain itu juga, sebanyak 186 warga masih dinyatakan hilang, sementara sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka.
Jika dilihat per wilayah, Aceh menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 472 orang. Di provinsi ini, 32 warga masih dalam pencarian, dan sekitar 4.300 orang dilaporkan luka-luka akibat bencana banjir dan longsor.
Di Sumatera Barat, korban meninggal tercatat sebanyak 248 orang, dengan 82 orang masih hilang dan 382 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 370 korban jiwa, dengan 72 orang dinyatakan hilang serta sekitar 2.300 orang mengalami luka-luka akibat bencana.
Hampir 500 Ribu Warga Mengungsi
Bencana ini juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak mencapai 499.900 orang.
Di Aceh, pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 166.900 jiwa, disusul Aceh Tamiang (150.500 orang), Gayo Lues (33.800), Bireun (27.300), dan Pidie (24.400).
Wilayah lain seperti Aceh Timur, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Nagan Raya, dan Bener Meriah juga mencatat puluhan ribu pengungsi.
Di Sumatera Barat, pengungsian tercatat di Kabupaten Agam dengan sekitar 4.300 orang. Sedangkan di Sumatera Utara, pengungsi tersebar di Tapanuli Tengah (7.900 orang) dan Tapanuli Selatan (5.300 orang).
Kerusakan Rumah dan Infrastruktur
Selain korban manusia, bencana ini juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman dan fasilitas publik. Total 147.236 rumah dilaporkan rusak di tiga provinsi terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada 1.600 fasilitas umum, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, serta 219 fasilitas kesehatan.
Namun tak hanya itu, sebanyak 145 jembatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan longsor.
Aceh kembali menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling signifikan. Tercatat 106.060 rumah rusak, disertai kerusakan pada 1.100 fasilitas umum, 691 sekolah, 261 gedung kantor, 210 rumah ibadah, serta 153 fasilitas kesehatan. Sebanyak 36 jembatan juga mengalami kerusakan.
Di Sumatera Barat, terdapat 12.451 rumah rusak, bersama 486 fasilitas umum, 216 sekolah, 205 rumah ibadah, 65 fasilitas kesehatan, 29 gedung, serta 46 jembatan yang terdampak.
Sementara itu, Sumatera Utara melaporkan 28.725 rumah rusak, 80 fasilitas umum, 60 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah, 1 fasilitas kesehatan, serta 63 jembatan rusak. Tidak ada laporan kerusakan gedung perkantoran di provinsi ini.


