Melansir dari beberapa laporan, Tim Bagasi Bandara Jeddah PPIH Muhammad Riza Fahlevi menjelaskan bahwa petugas keamanan awalnya merasa curiga karena citra pada layar X-Ray memperlihatkan benda padat dalam jumlah besar di dalam koper jemaah tersebut.
Setelah koper dibuka dan diperiksa langsung, petugas akhirnya mengetahui bahwa barang tersebut hanyalah makanan, bukan barang berbahaya ataupun terlarang. Setelah memberikan penjelasan kepada pihak otoritas bandara, tempe orek itu pun diizinkan untuk dibawa kembali oleh jemaah meskipun sempat disita sementara.
Tak hanya itu, petugas juga sempat menemukan kasus serupa lainnya. Kali ini berupa minyak zaitun yang dikemas berlapis-lapis dengan lakban, sehingga mesin X-Ray tidak adapat mengidentifikasi barang tersebut.
Pihak PPIH kemudian mengimbau para jemaah untuk tidak membawa makanan dalam jumlah berlebihan, terlebih dengan kemasan yang tidak biasa atau terlalu rapat hingga memicu kecurigaan petugas keamanan.
Selain demi mempercepat proses pemeriksaan, pengemasan barang yang wajar juga dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan ibadah haji.
Beberapa hal penting mengenai peraturan membawa barang untuk jemaah haji :
- Tidak disarankan membawa logistik atau makanan dalam jumlah yang berlebihan.
- Pilihlah kemasan yang standar dan mudah dikenali oleh alat pemindai di bandara.
- Pastikan barang yang dibawa tidak melebihi batas berat maksimal yang ditentukan.
- Hindari membungkus botol cairan dengan lakban secara berlebihan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Riza juga mengingatkan bahwa kegiatan pembukaan koper seperti ini sebenarnya dapat mengurangi efisiensi waktu di bandara. Setiap pemeriksaan manual akan mengganggu kelancaran distribusi koper jemaah lain dari bandara menuju hotel di Makkah.