Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Tak Mau Ambil Risiko, Kamboja Usul Kuala Lumpur jadi Lokasi Rapat Gencatan Senjata
Internasional

Tak Mau Ambil Risiko, Kamboja Usul Kuala Lumpur jadi Lokasi Rapat Gencatan Senjata

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 24, 2025 3:53 pm
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Dokumen istimewa
Dokumen istimewa
SHARE

Pemerintah Kamboja mengajukan permintaan agar pertemuan terkait pembahasan gencatan senjata dengan Thailand tidak dilakukan di wilayah perbatasan. Phnom Penh menilai, situasi keamanan yang belum kondusif membuat pertemuan harus digelar di lokasi yang aman dan netral.

Daftar isi Konten
  • Thailand Sempat Umumkan Pertemuan di Wilayahnya
  • Korban Jiwa dan Pengungsian Terus Bertambah

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, melalui surat resmi kepada Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, pada Senin, 22 Desember 2025. Dalam surat tersebut, Tea Seiha mengusulkan Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai tempat pertemuan kedua pihak.

Demi alasan keamanan karena pertempuran di perbatasan masih terus berlanjut, pertemuan harus digelar di tempat aman dan netral,”

tulis Tea Seiha dalam surat tersebut, dikutip AFP.

Kementerian Pertahanan Kamboja kemudian mengonfirmasi keaslian dan isi surat tersebut kepada publik.

Thailand Sempat Umumkan Pertemuan di Wilayahnya

Sebelum surat permintaan Kamboja beredar luas, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, lebih dahulu menyatakan bahwa delegasi kedua negara akan bertemu di Chanthaburi, Thailand, pada Rabu 24 Desember 2025.

Pertemuan itu disebut sebagai bagian dari mekanisme yang telah berjalan, yakni Komite Perbatasan Umum (General Border Committee/GBC).

Pernyataan Thailand tersebut muncul setelah para menteri luar negeri ASEAN menggelar pertemuan khusus di Kuala Lumpur pada Senin. Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menegaskan bahwa pembahasan gencatan senjata akan dilakukan melalui mekanisme GBC.

GBC akan mengadakan pertemuan pada 24 Desember 2025 untuk membahas implementasi dan verifikasi gencatan senjata,”

ujar Hasan, dikutip dari Straits Times.

Korban Jiwa dan Pengungsian Terus Bertambah

Dalam beberapa pekan terakhir, konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat. Bentrokan di kawasan perbatasan dilaporkan menewaskan belasan orang dan memaksa hampir satu juta warga dari kedua negara mengungsi demi keselamatan.

Sebelumnya, kedua negara juga terlibat konflik serupa pada Juni lalu yang berlangsung selama lima hari. Saat itu, Malaysia sebagai Ketua ASEAN berhasil memediasi kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Juni, bahkan diperluas menjadi perjanjian damai pada Oktober 2025. Namun, situasi kembali memanas hanya sebulan kemudian dengan eskalasi konflik yang lebih panjang dan intens dibanding bentrokan sebelumnya.

Permintaan Kamboja untuk memindahkan lokasi pertemuan menjadi sinyal penting, bahwa proses menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar di tengah ketegangan yang belum mereda.

Tag:KambojaKuala Lumpurmalaysiaperangthailand
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

CIA Bikin Trump Waswas! Ada Keraguan Besar soal Niat Iran dalam Kesepakatan Damai

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min
Internasional

Viral Komentar soal Wajib Militer Son Heung-min, Hubungan Timnas Korea dan Media Memanas

Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min mendapat hate comment atau komentar buruk…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
Internasional

Iran Menang Telak, AS Harus Cabut Sanksi dan Wajib Bayar Kompensasi Fantastis

Wacana berakhirnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali jadi sorotan…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

Selat Hormuz Bakal Dibuka, AS Siap Lepas Rp427 Triliun untuk Iran dalam Deal Bersejarah

Media Iran melaporkan rincian draf nota kesepahaman berisi poin-poin penting kesepakatan perdamaian…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up