SEA Games 2025 Thailand menjadi momen emosional sekaligus penutup indah perjalanan atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo.
Pada penampilan terakhirnya di ajang multievent Asia Tenggara tersebut, Edgar sukses mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih.
Atlet berusia 26 tahun itu tampil gemilang di nomor Taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu, Desember lalu.
Kemenangan tersebut memastikan Edgar naik ke podium tertinggi untuk terakhir kalinya di SEA Games.
Puji Tuhan hari ini saya bisa mendapatkan medali emas,”
kata Edgar.
Emas di Thailand menjadi koleksi keempat Edgar sepanjang kiprahnya di SEA Games. Namun, bagi Edgar, pencapaian ini bukan sekadar hasil dari kerja keras pribadi semata.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari dukungan banyak pihak yang selama ini berada di belakang perjalanannya sebagai atlet nasional.
Medali ini kalau dilihat orang mungkin hanya kepingan logam. Tapi cerita di baliknya sangat panjang. Banyak sekali orang yang berkontribusi,”
lanjut Edgar.
Persembahan untuk Indonesia dan Keluarga
Edgar pun mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukungnya, mulai dari tim pelatih hingga orang-orang terdekat yang selalu setia mendampingi.
Lebih dari itu, ia menyebut medali emas tersebut memiliki makna yang sangat personal.
Yang pasti medali ini untuk Indonesia. Lalu untuk pelatih, keluarga, dan orang-orang terdekat. Dan yang paling spesial, medali ini saya persembahkan untuk calon anak saya,”
sambung Edgar.
Fokus Keluarga Usai Pensiun dari SEA Games
Edgar juga menegaskan bahwa SEA Games 2025 menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Ia mengaku kini ingin mengalihkan fokus hidupnya pada keluarga.
Baginya, kebersamaan dengan orang-orang tercinta jauh lebih berharga dibandingkan deretan prestasi yang telah diraih.
Apa artinya semua medali kalau saya tidak bisa hadir untuk keluarga saya,”
ucapnya.
Perjalanan Edgar Xavier Marvelo di SEA Games pun ditutup dengan cerita penuh makna, emas, dan pengabdian bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk keluarga yang kini menjadi prioritas utamanya.

