Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas ini dibentuk sebagai respons atas dampak bencana yang meluas di tiga provinsi tersebut.
Dalam struktur kepemimpinan, Prabowo menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai ketua satgas.
Sementara itu, jabatan wakil ketua diemban oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon.
Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian Mendagri sebagai ketua satgas yang didampingi wakil ketua satgas Bapak Richard Tampubolon kemudian dibantu dewan pengarah yang akan diketuai Menko PMK,”
kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2025.
Alasan Tito Karnavian
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukan Tito Karnavian didasarkan pada perannya sebagai Menteri Dalam Negeri yang memiliki kewenangan koordinatif lintas daerah dan instansi.
Menurut Prasetyo, luasnya wilayah terdampak bencana yang mencakup tiga provinsi menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo dalam menunjuk Mendagri sebagai ketua satgas.
Jadi pertimbangannya karena bencana kali ini yang terdampak di 3 provinsi yang cukup luas dan dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah mendagri dapat dikoordinasikan lebih baik,”
ujarnya.
Hunian Pengungsi Jadi Prioritas Utama
Terkait target kerja satgas, Prasetyo menyampaikan bahwa tidak ada tenggat waktu khusus yang ditetapkan. Namun, Presiden menekankan percepatan pelaksanaan sesuai tahapan yang telah disusun.
Fokus utama satgas dalam waktu dekat adalah pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih berada di pengungsian.
Tidak ada, kalau target secepat-cepatnya tahapan sudah ada, untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,”
tambahnya.


