Sebuah crane proyek konstruksi ambruk menimpa kereta penumpang di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand timur laut. pada Rabu 14 Januari 2026.
Hal itu menyebabkan 32 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Kantor Kesehatan Masyarakat Provinsi Nakhon Ratchasima mengatakan ada 32 korban jiwa dan 64 korban luka, termasuk tujuh orang dengan luka parah.
Masih ada tiga penumpang yang hilang dari 171 orang yang diyakini berada di dalam kereta.
Dilansir dari BBC, Kamis 15 Januari 2026, crane tersebut menyebabkan kereta tergelincir dan menghancurkan beberapa gerbongnya, salah satunya terbakar.
Bahkan seorang bayi berusia satu tahun dan seorang pria berusia 85 tahun termasuk di antara korban luka, dengan tujuh orang dalam kondisi kritis.
Kereta tersebut sedang dalam perjalanan dari Bangkok ke provinsi Ubon Ratchathani di timur laut ketika kecelakaan terjadi.
Kereta tersebut sebagian besar membawa siswa dan pekerja yang bepergian untuk sekolah dan bekerja di distrik lain.
Seorang saksi mata, Maliwan Nakthon, mengatakan kepada BBC Thai bahwa dia menyaksikan saat derek itu roboh.
Ada potongan-potongan kecil, seperti pecahan beton, yang mulai berjatuhan. Setelah itu jatuh, derek perlahan meluncur ke bawah dan menabrak. Benturannya keras, lalu jatuh dan menghancurkan kereta api. Seluruh kejadian berlangsung kurang dari satu menit,”
tambahnya.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, meminta kasus ini segera diselidiki dan meminta orang-orang di proyek itu dimintai pertanggungjawabannya
Kecelakaan seperti ini terjadi karena kelalaian, langkah yang terlewat, penyimpangan dari desain, atau penggunaan material yang salah,”
kata Anutin.
Perusahaan Kereta Api Negara Thailand telah mengumumkan bahwa mereka menggugat perusahaan tersebut.
Biaya awal kerusakan untuk gerbong kereta dilaporkan lebih dari 100 juta baht atau sekitar Rp 53.8 miliar.
Kedutaan Besar Tiongkok di Thailand mengatakan bahwa tidak ada perusahaan konstruksi atau pekerja Tiongkok yang terlibat dalam keruntuhan tersebut.
Thailand bukanlah negara yang asing dengan kecelakaan konstruksi yang mematikan, sebagian karena lemahnya penegakan standar dan peraturan keselamatan.
Pada tahun 2023, sebuah kereta barang bertabrakan dengan truk pick up yang sedang melintasi rel kereta api di bagian timur negara itu, menewaskan delapan orang dan melukai empat lainnya.
Sekitar 150 orang telah tewas selama tujuh tahun terakhir dalam berbagai kecelakaan pada proyek perbaikan jalan dari Bangkok ke selatan negara itu.


