Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo mengaku sudah mendengar cerita langsung dari Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis perihal pertemuan mereka dengan Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo.
Eggi dan Damai merupakan tersangka kluster pertama dugaan penghasutan dan kekerasan di muka umum buntut tudingan ijazah Jokowi. Mereka bertemu langsung Presiden ke-7 pada 8 Januari 2026 kemarin.
Kata Roy, Eggi dan Damai sama sekali tidak ada pernyataan maaf kepada Jokowi. Bahkan pertemuan itu diibaratkan seperti Nabi Musa dengan Firaun.
Pak Eggi Sudjana mengatakan nggak ada maaf-maafan. Bahkan dia mengibaratkan ‘kedatangan saya dan pak Damai Hari Lubis itu bagaikan nabi musa dan nabi harun mendatangi Firaun’,”
kata Roy di Polda Metro Jaya, Kamis, 15 Januari 2026.
Pertemuan Eggi dan Damai, dengan Jokowi sempat berlangsung secara tertutup. Pertemuan itu sempat membuat banyak orang bertanya, sebab mereka berstatus sebagai tersangka.
Jadi statement dari ES Eggi Sudjana kemudian Damai Hari Lubis itu akan membuat orang-orang itu bertanya-tanya dan sekaligus orang-orang itu akan membuat satu pemikiran di kepala pemikirannya bodrek (pusing) mereka,”
tegasnya.
Ketika ditanya soal Roy berniat untuk bertemu Jokowi, dengan lantang dia menyatakan tidak akan mau bertemu.
Enggak, enggak, enggak,”
tegasnya.
Pasca pertemuan tersebut, Polda Metro Jaya mengkonfirmasi telah menerima permohonan Restorative Justice (RJ) kasus pencemaran nama baik Jokowi. Permohonan tersebut diajukan oleh Eggi dan Damai.
Roy Suryo mengatakan permohonan RJ tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak dua minggu lalu. Namun, hingga kini proses itu belum berjalan karena Eggi dan Damai sama sekali belum menyampaikan permohonan maaf kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.
Kemarin juga pengacaranya bingung mendengar statement nya pak DHL dan Egi, nggak minta maaf kok masih RJ,”
tutupnya.



