Bank Indonesia (BI) melaporkan, kinerja kegiatan usaha melambat pada kuartal IV-2025. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal IV sebesar 10,61 persen, atau lebih rendah dari 11,55 persen pada kuartal III-2025.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kinerja mayoritas kegiatan usaha terindikasi tumbuh positif dengan SBT tertinggi pada Lapangan Usaha (LU) jasa keuangan.
Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal IV-2025 sebesar 10,61 persen, meski lebih rendah dari 11,55 persen pada kuartal III 2025,”
ujar Denny dalam keterangannya Senin, 19 Januari 2026.
Adapun untuk LU jasa keuangan tercatat sebesar 1,95 persen, LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor 1,21 persen, LU industri pengolahan 1,18 persen. Kemudian LU administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 1,02 persen, LU Informasi dan komunikasi 0,90 persen, serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum 0,77 persen.
Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik,”
katanya.
Sejalan dengan melambatnya kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai pada kuartal IV 2025 sebesar 73,15 persen atau lebih rendah dibandingkan 73,84 persen pada kuartal III-2025. Meskipun, lebih tinggi dibandingkan 72,91 persen pada kuartal IV-2025.
Kendati demikian, untuk kondisi keuangan perusahaan responden menilai likuiditas perusahaan lebih baik. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas kuartal IV-2025 sebesar 18,72 persen, lebih tinggi dibandingkan SB 15,96 persen pada kuartal III-2025.
Persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas pada kuartal IV 2025 lebih baik meningkat menjadi sebesar 25,93 persen dibandingkan 23,02 persen pada kuartal sebelumnya,”
imbuhnya.
Di samping itu, kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga tercatat lebih baik, tercatat SB Indikator Rentabilitas sebesar 16,51 persen, meningkat dari SB 12,48 persen pada kuartal sebelumnya.
Denny mengatakan, responden menilai akses kredit perbankan pada kuartal IV 2025 lebih mudah. Dalam hal ini tercermin dari SB akses kredit tercatat sebesar 2,93 persen pada kuartal IV-2025, lebih tinggi dibandingkan SB 2,52 persen pada kuartal III-2025.
Hal tersebut didorong oleh persentase responden yang menjawab lebih sulit sebesar 3,63 persen, turun dibandingkan 4,49 persen pada kuartal sebelumnya,”
imbuhnya.

