Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 25 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dari Jakarta ke Tokyo: Jejak Sejarah PSAI Mengguncang Dunia
Olahraga

Dari Jakarta ke Tokyo: Jejak Sejarah PSAI Mengguncang Dunia

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 21, 2026 9:44 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia
PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional (Foto: Dokumentasi KBRI Tokyo)
SHARE

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.” Pepatah ini seakan menjadi gambaran paling tepat untuk perjalanan Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI).

Daftar isi Konten
  • Dibentuk Langsung Berprestasi
  • Sejarah Baru untuk Indonesia
  • Pelepasan Sunyi, Air Mata, dan Minim Perhatian
  • Indonesia Ukir Sejarah Lagi
  • International Challenge Cup 2026 Jepang
  • Pelajaran Tetap Berharga

Di tengah keterbatasan fisik, para atlet sepak bola amputasi membuktikan bahwa mimpi menjadi atlet profesional bukanlah hal yang mustahil.

PSAI atau Indonesia Amputee Football Association (INAF) resmi berdiri di Jakarta pada 3 Maret 2018. Pembentukan organisasi ini ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat yang menghasilkan struktur kepengurusan periode pertama.

PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia, dengan tujuan mencetak prestasi di level regional hingga internasional.

Tak hanya itu, PSAI juga berperan mengembangkan dan mempopulerkan sepak bola amputasi di Tanah Air, sekaligus menjadi organisasi induk bagi klub dan komunitas sepak bola disabilitas fisik (amputasi dan les autres) di seluruh Indonesia.

Dibentuk Langsung Berprestasi

Tak lama setelah PSAI berdiri, Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia resmi dibentuk pada Juni 2018. Tim ini dipersiapkan untuk mengikuti turnamen internasional Pan Disability Football di Malaysia.

Dengan persiapan yang terbilang singkat, Timnas menjalani pemusatan latihan selama empat bulan di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan RI.

Hasilnya di luar dugaan. Meski minim pengalaman internasional, Timnas Amputasi Indonesia berhasil meraih posisi runner-up.

Tak hanya itu, dua pemain Indonesia juga menyabet penghargaan individu bergengsi sebagai pemain terbaik dan penjaga gawang terbaik turnamen.

Prestasi awal tersebut menjadi titik balik perkembangan sepak bola amputasi nasional. PSAI mulai berkembang pesat dan membuka harapan baru bagi para penyandang disabilitas yang bercita-cita menjadi atlet sepak bola profesional.

Sepak bola amputasi kini bukan sekadar olahraga alternatif, melainkan ruang prestasi dan kebanggaan.

Sejarah Baru untuk Indonesia

Perjalanan Timnas Amputasi Indonesia terus menanjak. Pada Maret 2022, Indonesia tampil di Kualifikasi Piala Dunia Amputasi yang digelar di Bangladesh.

Hasilnya sungguh membanggakan. Indonesia berhasil mengamankan satu tiket Piala Dunia Amputasi, bersama Jepang, sebagai wakil Asia Timur di ajang tertinggi sepak bola amputasi dunia.

Pelepasan Sunyi, Air Mata, dan Minim Perhatian

Di balik prestasi besar tersebut, tersimpan kisah pilu. Saat pelepasan Timnas Amputasi Indonesia menuju Piala Dunia, Rusharmanto Sutomo, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSAI, tak kuasa menahan air mata.

Bukan karena haru semata, melainkan karena minimnya perhatian terhadap prestasi yang sebenarnya bersejarah.

Di tengah prestasi yang bisa dibilang sejarah sepakbola, pelepasannya itu sepi, di tengah kesunyian,”

kata Sutomo saat itu.

Bahkan teman-teman itu transit di Malaysia minum satu botol air untuk 18 orang pemain, diputar, karena anggarannya sudah tipis benar untuk beli sesuatu, untuk makanan enggak cukup,”

kenang Sutomo.

Dengan serba kekurangan, teman-teman itu membuktikan komitmen mereka untuk bermain sebaik-baiknya. Walaupun kita punya keterbatasan, kita enggak mau kalah dengan teman-teman yang orang bilang dalam kondisi komplit,”

tuturnya.

Indonesia Ukir Sejarah Lagi

Prestasi Timnas Amputasi Indonesia tak berhenti di Piala Dunia. Pada Asian Amputee Football Championship 2025, Indonesia kembali menorehkan sejarah dengan finis sebagai runner up.

Bertanding di Arena Bashundara, Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-6 di laga final. Meski kalah telak, capaian tersebut tetap menjadi pencapaian tertinggi Indonesia di level Asia.

Secara statistik, performa Indonesia sangat impresif. Dari empat pertandingan, Indonesia mencatat tiga kemenangan dan satu kekalahan, mengoleksi sembilan poin.

International Challenge Cup 2026 Jepang

Langkah internasional Indonesia berlanjut pada International Challenge Cup 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang.

Keikutsertaan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam mengembangkan sepak bola amputasi sekaligus membawa pesan inklusivitas ke panggung global.

Rombongan Timnas tiba di Jepang pada 14 Januari 2026 melalui Terminal 2 Bandara Haneda. Atmosfer optimisme menyelimuti para pemain, pelatih, dan ofisial yang membawa harapan masyarakat Indonesia.

Setibanya di Tokyo, Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia mendapat sambutan dari Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula. Kehadiran KBRI menjadi simbol dukungan negara terhadap perjuangan atlet disabilitas.

KBRI Tokyo mengapresiasi usaha keras yang telah ditunjukkan oleh Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Antusiasme dukungan suporter WNI di Jepang yang hadir langsung di tribun juga menunjukkan rasa hormat atas perjuangan yang ditampilkan para pemain di lapangan. Meskipun hasil belum berpihak, namun semua upaya keras dari pemain dan ofisial menjadi bukti bahwa seluruh pihak telah menujukkan usaha yang maksimal. Semoga di kesempatan berikutnya kita bisa mendapat hasil lebih baik,”

ujar Muhammad Al Aula.

Pelajaran Tetap Berharga

Dalam turnamen tersebut, Indonesia harus menelan tiga kekalahan dari tiga laga yang dijalani. Pelatih Syahrul Ase menilai ajang ini sebagai pelajaran penting untuk evaluasi ke depan.

Stamina para pemain kedepan harus lebih diperbaiki. Selama tiga hari pertandingan ini kita dapat pengalaman dan akan menjadi evaluasi kami kedepan. Terutama untuk persiapan kami di dalam negeri dan dalam mengikuti ajang internasional di masa mendatang. Taktik dan strategi dari ketiga tim lawan banyak sekali yang kami pelajari. Mulai dari cara menyerang dan bertahan, lalu saat mereka melakukan passing serta dalam mengambil keputusan yang cepat di lapangan. Terima kasih atas dukungan dari WNI di Jepang dan KBRI Tokyo,”

ujar Syahrul.

Perjuangan Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad, kerja keras, dan komitmen, mimpi untuk berlaga di level dunia dapat terwujud.

Kisah ini mengajarkan bahwa selama ada kemauan, selalu ada jalan—bahkan hingga ke Piala Dunia.

Tag:Amputasi IndonesiaBolaChallenge Cup 2026INAFPSAI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Usai Libur Lebaran, Rupiah Amblas ke Level Rp16.918 per Dolar AS

Usai libur Lebaran Idul Fitri 1447 H, rupiah diperdagangkan melemah sebesar 0,12 persen atau 21 poin ke level Rp16.918 per dolar AS pada pembukaan pagi ini Rabu, 25 Maret 2026.…

By
Anisa Aulia
Dusep
1 Min Read
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

Kemhan Sebut Penugasan 30 Ribu SPPI Diperluas Tak Hanya Urus Koperasi Desa

Rencana Kementerian Pertahanan untuk merekrut 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memasuki babak baru.  Pemerintah memastikan puluhan ribu sarjana tersebut nantinya tidak hanya difokuskan mengawaki Koperasi Desa Merah Putih,…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 Min Read
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Turun Lagi 5 Persen Usai Trump Klaim ‘Sedang Bicara’ dengan Iran

Harga minyak dunia anjlok lagi di tengah sinyal baru dari Amerika Serikat (AS) terkait potensi negosiasi dengan Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington dan Teheran sedang membuka…

By
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi saat Elkan Baggott bertanding
Olahraga

Persaingan Panas! Elkan Baggott Tantang Trio Bek Andalan Timnas

Nama Elkan Baggott kembali menjadi perbincangan setelah dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
21 jam lalu
Pemain Timnas Indonesia
Olahraga

Elkan Baggott Sudah Tiba! Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA Series

Para pemain Timnas Indonesia mulai tiba di hotel tempat tim menginap menjelang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama
Olahraga

Veda Ega Cetak Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di Moto3

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
Ilustrasi FIFA
Olahraga

Asosiasi Sepak Bola Israel Dihukum FIFA Rp3,2 Miliar, Kenapa?

FIFA menjatuhkan denda sebesar 150.000 franc Swiss (US$190.700) atau sekitar Rp3,23 miliar…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up