Curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Kamis, 29 Januari 2026 pagi tadi menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa ruas jalan yang ada di Jakarta.
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan curah hujan yang cukup tinggi ini, menyebabkan terjadinya di sejumlah wilayah. Namun kini genangan tersebut sudah surut.
Seperti di R Suprapto arah barat dari jalur lambat genangan air kurang lebih 30 cm. Namun saat ini sudah surut dan sudah bisa dilintasi. Terus juga ada di jalan Raya Daan Mogot arah Cengkareng. Di Taman Kota, genangan air sekitar 15 cm, namun saat ini sudah bisa dilintasi,”
ujar Kompol Robby Hefados kepada owrite.
Selain itu, di Jalan Daan Mogot arah Cengkareng, tepatnya di depan Rumah Pompa masih ada genangan sekitar 15-20 cm, namun untuk kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintas.
Robby mengimbau kepada masyarakat yang melintasi Rumah Pompa bisa melintasi jalur busway.
Termasuk juga Jalan Inspeksi yang berada di seberang Kali Cengkarengnya. Nah, juga tadi ada genangan di depan Samsat Jakarta Barat, tapi saat ini sudah normal, sudah surut kembali,”
jelasnya.
Genangan di Jalan DI Panjaitan depan Wika tadi pagi setinggi 15-20 cm, kini sudah surut. Jalan Raya Cakung-Cilincing juga sama, genangan sekitar 15 cm, namun saat ini sudah surut.
Kompol Robby mejelaskan saat ini terjadi kepadatan arus lalu lintas, terutama yang mengarah ke timur dan selatan, dikarenakan salah satunya adalah dikarenakan volume kendaraan.
Banyak masyarakat kita mungkin yang menunggu cuaca tidak terlalu hujan, baru jalan ya, baru kembali atau pulang ke rumahnya masing-masing,”
ungkapnya.
Kepadatan juga terjadi karena hujan yang masih mengguyur Jakarta sore ini, sehingga masyarakat banyak yang berteduh, banyak yang mengganti dengan mantel hujan, sehingga menyebabkan penyempitan arus kendaraan.
Selain itu, terkait masalah apakah ada gangguan atau kerusakan kendaraan ataupun gangguan lain kecelakaan untuk mengarah ke timur, sementara saat ini kami pantau tidak ada, semuanya normal, tidak ada yang menghambat. Dan itu karena disebabkan oleh volume kendaraan dan banyaknya masyarakat kita yang berhenti di tempat teduh sejenak,”
tandasnya.


