Emas global pada hari ini, Kamis 30 Januari 2026 mengalami penurunan sebanyak 5 persen menjadi US$ 5.109,62 atau sekitar Rp85,727 per ons.
Alasan penurunan ini karena banyak investor yang menjual emasnya saat mencerak harga tertinggi.
Meski demikian, harga emas saat ini tetap berada di nominal terbaiknya sejak tahun 1980-an di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Kita menyaksikan aksi jual besar-besaran setelah logam mulia mencapai rekor tertinggi baru-baru ini,”
ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures seperti dikutip dari CNBC.com, Jumat 30 Januari 2026.
Menambah ketidakpastian geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu 29 Januari 2026 kemarin mendesak Iran untuk merundingkan kesepakatan nuklir, sementara Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.
Bank Sentral AS (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga tidak berubah kemarin, karena investor menunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada bulan Mei.
Pasar memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Juni.
Sementara itu, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini turun Rp48.000 menjadi Rp3.120.000, dari sebelumnya Rp3.168.000.
Emas Antam sendiri dijual dengan gramasi yang beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Perbedaan gramasi ini memudahkan calon investor untuk membeli emas sesuai kebutuhan.
Adapun harga emas sesuai ukuran, berikut rangkumannya.
- 0,5 gram: Rp1.650.000
- 1 gram: Rp3.120.000
- 2 gram: Rp6.180.000
- 3 gram: Rp9.245.000
- 5 gram: Rp15.375.000
- 10 gram: Rp30.695.000
- 25 gram: Rp76.612.000
- 50 gram: Rp153.145.000
- 100 gram: Rp306.212.000
- 250 gram: Rp765.265.000
- 500 gram: Rp1.530.320.000
- 1.000 gram: Rp3.060.600.000.

