Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir dan memicu perdebatan publik. Meskipun demikian, Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Bersatu (Jokman), Andi Azwan, menegaskan bahwa ijazah Jokowi bisa dilihat secara terbuka oleh publik, namun hanya melalui mekanisme hukum.
Boleh untuk melihat itu, dengan catatan di pengadilan. Kan nanti akan dibuka di pengadilan,”
ujarnya, saat ditemui owrite.
Namun demikian, Andi mempertanyakan kapasitas pihak-pihak yang memaksa ingin melihat ijazah Jokowi di luar jalur hukum. Menurutnya, ijazah merupakan dokumen pribadi yang tidak bisa diminta sembarang orang.
Ketika mereka memaksa untuk meminta, apa kapasitas mereka? Ijazah itu sebetulnya domain pribadi. Kalau mereka berlindung di balik Undang-Undang KIP Nomor 18, saya tanya balik: mau nggak Anda tiba-tiba didatangi orang, digeruduk, teriak-teriak minta dokumen pribadi? Lihat dulu kapasitasnya,”
tegas Andi.
Ia juga menekankan bahwa ijazah Jokowi bukan sesuatu yang didapat secara cuma-cuma, melainkan hasil dari perjuangan panjang.
Pada waktu itu Pak Jokowi itu siapa? Bukan elit politik, bukan anak orang kaya, bukan anak menteri. Anak biasa, tinggal di pinggir kali. Di situ ada darah perjuangan, ada air mata, ada doa orang tua. Itu yang sering dilupakan,”
katanya.
Andi menilai, publik seharusnya lebih fokus menilai kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia dua periode ketimbang terus memperdebatkan soal ijazah.
Yang mau dilihat itu ijazahnya atau hasil kerjanya? Dia sudah memimpin dua periode, hasil kerjanya dirasakan masyarakat Indonesia. Ini jelas ada unsur politik dan ada unsur hukumnya,”
ucap Andi.
Terkait apakah polemik ini akan berakhir jika ijazah Jokowi ditunjukkan ke publik, Andi menegaskan persoalan itu akan selesai apabila ditunjukkan melalui pengadilan terlepas sampai kasasi atau tidak. Yang jelas, sambungnya, ketika penerbit ijazah dan institusinya menyatakan bahwa ijazah itu asli, maka hal yang dipersoalkan otomatis selesai.
Ketika penerbit ijazahnya, institusinya, menyatakan itu asli, ya selesai. Get closed,”
ujarnya.
Jika pun ijazah tersebut kembali diuji, Andi mempersilakan. Namun ia menyindir pihak-pihak yang dinilainya terus mencari celah meski sudah ada pemeriksaan.
Sudah diuji, lalu minta uji independen. Ibarat dikasih hati minta jantung. Ada gelar perkara khusus, dilihat watermark, emboss, dan lain-lain. Dibilang fotonya baru. Saya langsung geleng kepala. Terus terang, saya bilang, hebat sekali matanya,”
ujar Andi.
Dia juga menyampaikan respons Jokowi atas kegaduhan tudingan ijazah palsu yang kembali mencuat. Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengikuti perkembangan yang terjadi. Namun respon Jokowi terkait kembali mencuatnya tudingan ijazah palsu, biasa saja.
Biasa saja. Santai saja,”
tandasnya.



