Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 5 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku
Hype

Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 5, 2026 10:59 am
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah (Foto: Instagram inaliem18 dan itje_chodidjah)
SHARE

Dunia pendidikan Indonesia saat ini tengah berduka, usai kabar siswa kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga meninggal karena bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pulpen untuk sekolah.

Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah mengatakan fenomena ini sedang menggejala di kalangan anak-anak yang merasa gampang frustasi.

Namun perbedaannya, anak yang saat ini bunuh diri itu adalah bukan sekedar anak yang frustrasi kemudian bunuh diri, tetapi dia memang terlahir dari keluarga yang secara finansial kurang,”

ujar Itje kepada owrite Rabu 4 Februari 2026.

Itje mengatakan sekolah sendiri merupakan lembaga pendidikan, tempat dimana berkumpulnya anak-anak dari berbagai latar belakang, baik latar belakang yang secara finansial cukup, maupun finansial kurang.

Untuk itu, pihak sekolah perlu mendeteksi lebih awal anak-anak yang secara finansial sangat tidak cukup agar nantinya bisa dibantu.

Sekolah itu kan tidak bisa milih yang datang anaknya dari mana-mana, tetapi sekolah perlu melihat latar belakang anak-anak itu,”

katanya.

Lanjut Itje, ada bantuan operasional sekolah yang mungkin juga bisa menjadi bagian untuk membantu anak-anak yang kira-kira sangat memerlukan bantuan.

Selain itu, menurut Itje, setiap sekolah seharusnya tidak hanya memberikan pelajaran, tapi juga membangun pemikiran akal dan kejiwaan.

Seringkali sekolah seolah-olah tugasnya hanya memberikan pelajaran. Sedangkan kejadian-kejadian yang akan menimpa anak-anak yang bersifat kejiwaan seringkali terlupakan. Nah, apa yang diperlukan adalah guru-guru yang peduli, guru-guru atau kepala sekolah yang memperdulikan siapa saja anak yang ada di sekolahnya. Apalagi kalau SD, kan ada guru kelas. Nah, guru kelas kalau dengan 30 anak, siapa sih anak-anak yang ada di kelasnya,”

sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Itje berpesan kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu sekolah yang ada di daerahnya untuk selalu mengedepankan kemampuan gurunya dalam mendeteksi siapa-siapa anak yang ada di sekolah, sehingga hal-hal yang seperti ini bisa diantisipasi.

Coba kalau seandainya sekolah tahu latar belakang anak ini, spesifik anak ini, kemungkinan juga tidak akan menuntut anak untuk membeli buku dan pena karena buku dan pena kan bisa dengan mudah ya diberikan oleh sekolah,”

katanya.

Menurut Itje yang tak kalah penting di sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) adalah guru memperhatikan kejiwaan anak. Melihat kasus siswa di NTT, kemungkinan anak-anak kalau tidak punya buku dan pena.

Anak tersebut mungkin merasa minder karena enggak punya alat tulis dan enggak punya buku. Nah, hal-hal semacam ini perlu menjadi perhatian. Bukan berarti memindahkan pola asuh dari rumah ke sekolah, tetapi ya memang sekolah mempunyai kewajiban untuk memperdulikan muridnya,”

tandasnya.
Tag:Beli Bukubunuh diriMeninggalNTTSiswa SDViral
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo
Hukum

17 Orang Diamankan Saat OTT di Bea Cukai, KPK Sita Mata Uang Asing hingga Logam Mulia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sebanyak 17 orang dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang digelar pada Rabu, 4…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Hakim MK Adies Kadir (kiri). (Sumber: Youtube Sekretariat Presiden)
Nasional

Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu dan Adies Kadir Sebagai Hakim MK

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan dan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Dilantiknya Juda untuk menggantikan posisi Thomas Djiwandono yang kini terpilih sebagai…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Sumber: Dok. Kemen PPPA)
Nasional

Miris! Buku Sekolah Jadi ‘Barang Mewah’ Siswa SD di NTT, Bikin Menteri PPPA Alarm Keras

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyoroti kasus seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya sendiri akibat…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Antrian warga memadati kantor BPJS Kesehatan Depok.
Hype

Antrean BPJS di Depok Viral, Eks Sekdewas: Nonaktifnya Peserta PBI Jadi Momentum Evaluasi

Mantan Sekretaris Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Dicky Budiman…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 jam lalu
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Hype

Menkes Budi Bagikan Resep Sambal Probiotik, Enak dan Sehat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, membagikan resep sambal probiotik yang pedas…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 jam lalu
Pelayanan BPJS Kesehatan
Hype

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Peserta PBI JKN Diaktifkan Kembali

Belum lama ini, beredar informasi bahwa terdapat sejumlah peserta Program Jaminan Kesehatan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 jam lalu
Prilly Latuconsina
Hype

Usai Kontroversi Open to Work, Prilly Latuconsina Minta Maaf

Prilly Latuconsina akhirnya buka suara dan meminta maaf usai membuka fitur Open…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
24 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up