Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku
Hype

Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 5, 2026 10:59 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah (Foto: Instagram inaliem18 dan itje_chodidjah)
SHARE

Dunia pendidikan Indonesia saat ini tengah berduka, usai kabar siswa kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga meninggal karena bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pulpen untuk sekolah.

Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah mengatakan fenomena ini sedang menggejala di kalangan anak-anak yang merasa gampang frustasi.

Namun perbedaannya, anak yang saat ini bunuh diri itu adalah bukan sekedar anak yang frustrasi kemudian bunuh diri, tetapi dia memang terlahir dari keluarga yang secara finansial kurang,”

ujar Itje kepada owrite Rabu 4 Februari 2026.

Itje mengatakan sekolah sendiri merupakan lembaga pendidikan, tempat dimana berkumpulnya anak-anak dari berbagai latar belakang, baik latar belakang yang secara finansial cukup, maupun finansial kurang.

Untuk itu, pihak sekolah perlu mendeteksi lebih awal anak-anak yang secara finansial sangat tidak cukup agar nantinya bisa dibantu.

Sekolah itu kan tidak bisa milih yang datang anaknya dari mana-mana, tetapi sekolah perlu melihat latar belakang anak-anak itu,”

katanya.

Lanjut Itje, ada bantuan operasional sekolah yang mungkin juga bisa menjadi bagian untuk membantu anak-anak yang kira-kira sangat memerlukan bantuan.

Selain itu, menurut Itje, setiap sekolah seharusnya tidak hanya memberikan pelajaran, tapi juga membangun pemikiran akal dan kejiwaan.

Seringkali sekolah seolah-olah tugasnya hanya memberikan pelajaran. Sedangkan kejadian-kejadian yang akan menimpa anak-anak yang bersifat kejiwaan seringkali terlupakan. Nah, apa yang diperlukan adalah guru-guru yang peduli, guru-guru atau kepala sekolah yang memperdulikan siapa saja anak yang ada di sekolahnya. Apalagi kalau SD, kan ada guru kelas. Nah, guru kelas kalau dengan 30 anak, siapa sih anak-anak yang ada di kelasnya,”

sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Itje berpesan kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu sekolah yang ada di daerahnya untuk selalu mengedepankan kemampuan gurunya dalam mendeteksi siapa-siapa anak yang ada di sekolah, sehingga hal-hal yang seperti ini bisa diantisipasi.

Coba kalau seandainya sekolah tahu latar belakang anak ini, spesifik anak ini, kemungkinan juga tidak akan menuntut anak untuk membeli buku dan pena karena buku dan pena kan bisa dengan mudah ya diberikan oleh sekolah,”

katanya.

Menurut Itje yang tak kalah penting di sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) adalah guru memperhatikan kejiwaan anak. Melihat kasus siswa di NTT, kemungkinan anak-anak kalau tidak punya buku dan pena.

Anak tersebut mungkin merasa minder karena enggak punya alat tulis dan enggak punya buku. Nah, hal-hal semacam ini perlu menjadi perhatian. Bukan berarti memindahkan pola asuh dari rumah ke sekolah, tetapi ya memang sekolah mempunyai kewajiban untuk memperdulikan muridnya,”

tandasnya.
Tag:Beli Bukubunuh diriMeninggalNTTSiswa SDViral
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
1
Sertifikat Prestasi Bukan ‘Tiket Emas’: Rekrutmen Polri Wajib Lewat Seleksi BETAH
By Adi Briantika
Ilustrasi seleksi anggota Polri.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
Hype

Empat Jurnal UMB Naik dan Pertahankan Akreditasi SINTA, Bukti Penguatan Riset Kampus

Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan budaya penelitian…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
Buku Panduan Shalat
Hype

Anak Skena Yogyakarta Bikin Buku Panduan Salat Dikemas Personal

Bukan sekadar buku panduan ibadah, komunitas anak muda asal Yogyakarta, SkeNU, menghadirkan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea
Hype

Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan

Berbagai negara di dunia memiliki tradisi untuk merayakan musim panen sebagai bentuk…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Rumah Gaya Japandi
Hype

Kelihatan Estetik dan Mahal, kenapa Rumah Gaya Japandi Kurang Cocok Diterapkan di Indonesia?

Kalau kamu sering scroll Pinterest, Instagram, atau TikTok buat cari inspirasi rumah,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up