Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku
Hype

Viral Siswa SD di NTT Meninggal Akibat Tak Mampu Beli Buku

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 5, 2026 10:59 am
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah
Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah (Foto: Instagram inaliem18 dan itje_chodidjah)
SHARE

Dunia pendidikan Indonesia saat ini tengah berduka, usai kabar siswa kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga meninggal karena bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pulpen untuk sekolah.

Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah mengatakan fenomena ini sedang menggejala di kalangan anak-anak yang merasa gampang frustasi.

Namun perbedaannya, anak yang saat ini bunuh diri itu adalah bukan sekedar anak yang frustrasi kemudian bunuh diri, tetapi dia memang terlahir dari keluarga yang secara finansial kurang,”

ujar Itje kepada owrite Rabu 4 Februari 2026.

Itje mengatakan sekolah sendiri merupakan lembaga pendidikan, tempat dimana berkumpulnya anak-anak dari berbagai latar belakang, baik latar belakang yang secara finansial cukup, maupun finansial kurang.

Untuk itu, pihak sekolah perlu mendeteksi lebih awal anak-anak yang secara finansial sangat tidak cukup agar nantinya bisa dibantu.

Sekolah itu kan tidak bisa milih yang datang anaknya dari mana-mana, tetapi sekolah perlu melihat latar belakang anak-anak itu,”

katanya.

Lanjut Itje, ada bantuan operasional sekolah yang mungkin juga bisa menjadi bagian untuk membantu anak-anak yang kira-kira sangat memerlukan bantuan.

Selain itu, menurut Itje, setiap sekolah seharusnya tidak hanya memberikan pelajaran, tapi juga membangun pemikiran akal dan kejiwaan.

Seringkali sekolah seolah-olah tugasnya hanya memberikan pelajaran. Sedangkan kejadian-kejadian yang akan menimpa anak-anak yang bersifat kejiwaan seringkali terlupakan. Nah, apa yang diperlukan adalah guru-guru yang peduli, guru-guru atau kepala sekolah yang memperdulikan siapa saja anak yang ada di sekolahnya. Apalagi kalau SD, kan ada guru kelas. Nah, guru kelas kalau dengan 30 anak, siapa sih anak-anak yang ada di kelasnya,”

sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Itje berpesan kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu sekolah yang ada di daerahnya untuk selalu mengedepankan kemampuan gurunya dalam mendeteksi siapa-siapa anak yang ada di sekolah, sehingga hal-hal yang seperti ini bisa diantisipasi.

Coba kalau seandainya sekolah tahu latar belakang anak ini, spesifik anak ini, kemungkinan juga tidak akan menuntut anak untuk membeli buku dan pena karena buku dan pena kan bisa dengan mudah ya diberikan oleh sekolah,”

katanya.

Menurut Itje yang tak kalah penting di sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) adalah guru memperhatikan kejiwaan anak. Melihat kasus siswa di NTT, kemungkinan anak-anak kalau tidak punya buku dan pena.

Anak tersebut mungkin merasa minder karena enggak punya alat tulis dan enggak punya buku. Nah, hal-hal semacam ini perlu menjadi perhatian. Bukan berarti memindahkan pola asuh dari rumah ke sekolah, tetapi ya memang sekolah mempunyai kewajiban untuk memperdulikan muridnya,”

tandasnya.
Tag:Beli Bukubunuh diriMeninggalNTTSiswa SDViral
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
2
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
3
Diciduk di Soetta, Buron Kasus Batu Bara Richard Muljadi Dioper ke Kejari Banjarmasin
By Rahmat Baihaqi
Richard Muljadi (memakai topi dan jaket hijau) ditangkap pihka Kejaksaan Agung atas kasus penipuan batu bara, di Bandara Soekarno-Hatta, 20 Juni 2026.
4
Demo 3 Titik: Polda Metro Terjunkan 4.057 Personel, Wanti-wanti Jangan Gampang Tersulut
By Rahmat Baihaqi
Anggota kepolisian dari korps Brimob berjalan saat melakukan pengamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Massa aksi mahasiswa di depan gedung DPR.
Hype

Monas, DPR dan Patung Kuda Jadi Lokasi Demo 22 Juni 2026, Begini Cara Tetap Aman

Tiga aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat akan digelar di kawasan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
37 menit lalu
Warga memindai kode QRIS untuk mendapakan suvenir saat edukasi keuangan di pasar malam Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Hype

QRIS Palsu Makin Marak, Waspadai Modus yang Bisa Kuras Rekening dan Curi Data Pribadi

Pembayaran menggunakan QRIS kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
22 jam lalu
Warga korban bencana Sumatera terima bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Hype

Dulu Kehilangan Segalanya, Kini Korban Bencana Sumatera Mulai Menempati Rumah Baru

Enam bulan setelah peletakan batu pertama dilakukan, pembangunan ribuan hunian tetap (huntap)…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Makanan bikin awet muda
Hype

Bukan Skincare, Ahli Gizi Citra Tanani Ungkap 5 Makanan yang Bisa Bikin Awet Muda

Menjaga penampilan tetap segar dan tampak awet muda tidak hanya bergantung pada…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up