Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran, ajakan, atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Pasar kripto memiliki risiko tinggi dan volatilitas yang signifikan. Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR), pahami profil risiko pribadi, serta pertimbangkan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.
Investasi aset kripto memang menawarkan potensi keuntungan besar. Namun di sisi lain, pergerakan harganya yang fluktuatif sering membuat investor ragu menentukan waktu terbaik untuk membeli. Harga bisa naik tajam dalam hitungan jam, lalu terkoreksi cukup dalam keesokan harinya.
- Apa Itu DCA (Dollar-Cost Averaging)?
- Bagaimana Cara Kerja DCA Crypto?
- Manfaat DCA untuk Investasi Jangka Panjang
- Tips Memilih Aset untuk DCA Crypto
- Risiko Strategi DCA yang Perlu Dipahami
- DCA vs Lump Sum: Mana Strategi Investasi Crypto yang Lebih Efektif?
- Platform Exchange yang Mendukung DCA di Indonesia
- Cara Menggunakan Fitur Auto DCA di Pintu
Di tengah kondisi pasar yang tidak selalu stabil, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) kerap menjadi pilihan untuk membangun portofolio kripto secara konsisten dan terukur dalam jangka panjang. Metode ini dinilai lebih sederhana karena tidak menuntut investor menebak waktu terbaik masuk pasar.
Apa Itu DCA (Dollar-Cost Averaging)?
Dollar-Cost Averaging atau DCA adalah strategi investasi dengan cara menyisihkan dana dalam jumlah tetap secara rutin—misalnya mingguan atau bulanan—untuk membeli aset, tanpa memperhatikan harga saat itu.
Artinya, investor tetap membeli aset kripto sesuai jadwal yang telah ditentukan, baik ketika harga sedang naik maupun turun. Tujuan utamanya bukan mengejar keuntungan cepat, melainkan membangun kepemilikan aset secara bertahap dalam jangka panjang.
Strategi ini juga mendorong disiplin dalam berinvestasi karena pembelian dilakukan secara konsisten dan terjadwal.
Bagaimana Cara Kerja DCA Crypto?
Konsep DCA cukup sederhana. Investor hanya perlu menentukan:
- Nominal investasi tetap
- Jadwal pembelian (mingguan/bulanan)
- Aset yang dipilih
Sebagai ilustrasi, misalnya harga Bitcoin berada di level US$50.000. Jika dana sebesar US$50.000 langsung digunakan untuk membeli sekaligus (lump sum), maka investor memperoleh 1 BTC dengan harga dasar US$50.000.
Namun, jika dana tersebut dibagi menjadi beberapa tahap pembelian menggunakan strategi DCA—misalnya membeli di harga US$50.000, US$45.000, hingga US$25.000—maka rata-rata harga beli bisa lebih rendah. Dalam skenario tersebut, rata-rata harga dasar dapat turun menjadi sekitar US$40.000 per BTC, dengan total kepemilikan sekitar 1,4 BTC.
Melalui metode ini, investor secara otomatis membeli lebih banyak unit saat harga turun dan lebih sedikit unit saat harga naik. Dalam jangka panjang, strategi ini berpotensi menekan rata-rata biaya pembelian.
Manfaat DCA untuk Investasi Jangka Panjang
Strategi DCA dinilai efektif untuk membangun aset secara bertahap. Beberapa manfaat utamanya antara lain:
1. Mengurangi Risiko Salah Timing
Menentukan waktu terbaik membeli kripto bukan perkara mudah. DCA membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak karena pembelian dilakukan secara bertahap.
2. Membentuk Disiplin Investasi
Karena dilakukan secara rutin, DCA membantu membangun kebiasaan investasi layaknya menabung. Portofolio akan terus bertambah seiring waktu.
3. Mengelola Emosi Saat Pasar Bergejolak
Volatilitas kripto sering memicu keputusan emosional, seperti panic selling atau FOMO. Dengan DCA, investor lebih fokus pada strategi jangka panjang dibanding pergerakan harga harian.
4. Strategi Sederhana dan Mudah Diterapkan
DCA tidak membutuhkan analisis teknikal yang kompleks atau kemampuan membaca grafik secara mendalam. Strategi ini dapat diterapkan oleh investor pemula maupun berpengalaman.
Tips Memilih Aset untuk DCA Crypto

Meski terlihat sederhana, pemilihan aset tetap menjadi faktor penting dalam strategi DCA. Beberapa parameter yang perlu diperhatikan antara lain:
Ketahanan dan Rekam Jejak
Aset yang sudah lama berada di pasar dan memiliki sejarah panjang cenderung dianggap lebih stabil dibanding proyek baru yang belum teruji.
Tren dan Sentimen Pasar
Perhatikan bagaimana proyek tersebut dibicarakan di media, komunitas kripto, serta bagaimana perkembangannya dalam beberapa waktu terakhir.
Metrik Fundamental
Volume perdagangan, likuiditas, dan riwayat pergerakan harga menjadi indikator penting untuk menilai potensi jangka panjang suatu aset.
Risiko Strategi DCA yang Perlu Dipahami
Walau sering dianggap aman, DCA tetap memiliki risiko.
Tidak Kebal dari Tren Turun Panjang
Jika pasar mengalami penurunan dalam waktu lama, nilai portofolio tetap bisa tertekan. DCA memang membantu menurunkan rata-rata harga beli, tetapi tidak sepenuhnya melindungi dari kerugian.
Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
Jika harga kripto langsung melonjak setelah investasi dimulai, metode lump sum bisa saja menghasilkan keuntungan lebih besar dalam waktu singkat. Bagi investor agresif, hasil DCA mungkin terasa kurang maksimal.
Karena itu, manajemen risiko tetap diperlukan, termasuk diversifikasi ke instrumen lain seperti saham, obligasi, atau aset riil.
Strategi DCA crypto menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk investasi jangka panjang, terutama di tengah volatilitas pasar kripto. Dengan menyisihkan dana secara rutin dalam jumlah tetap, investor dapat membangun portofolio secara bertahap tanpa harus menebak waktu terbaik masuk pasar.
Meski tidak sepenuhnya bebas risiko, DCA membantu menciptakan disiplin, mengurangi tekanan emosional, dan berpotensi menurunkan rata-rata harga beli dalam jangka panjang. Bagi investor yang ingin membangun aset kripto secara konsisten dan lebih terstruktur, strategi ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
DCA vs Lump Sum: Mana Strategi Investasi Crypto yang Lebih Efektif?
Dalam dunia investasi, termasuk kripto, terdapat dua pendekatan yang sering dibandingkan: lump-sum investing dan Dollar-Cost Averaging (DCA). Keduanya memiliki karakteristik, keunggulan, serta risiko yang berbeda.
Apa Itu Lump-Sum Investing?
Lump-sum investing adalah strategi di mana investor menempatkan dana dalam jumlah besar sekaligus ke satu aset pada satu waktu. Pendekatan ini umumnya dipilih oleh investor yang memiliki modal cukup besar dan siap menghadapi fluktuasi harga.
Keunggulan utama strategi ini adalah potensi keuntungan yang maksimal apabila harga aset naik tajam setelah pembelian dilakukan. Namun, tantangan terbesarnya adalah menentukan titik masuk yang tepat. Dalam pasar kripto yang volatilitasnya tinggi, memprediksi harga terendah menjadi sangat sulit.
Jika pembelian dilakukan saat harga berada di puncak, risiko penurunan nilai portofolio dalam jangka pendek akan lebih besar.
Apa Itu Strategi DCA?
Berbeda dengan lump sum, strategi DCA dilakukan dengan menginvestasikan dana dalam jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan. Strategi ini lebih fleksibel dan cocok bagi investor yang belum memiliki modal besar.
Keunggulan DCA terletak pada kemampuannya meratakan harga beli. Karena pembelian dilakukan secara bertahap, risiko membeli dalam jumlah besar saat harga sedang tinggi dapat ditekan. Meski potensi keuntungan instan tidak sebesar lump sum ketika pasar langsung naik, pendekatan ini dinilai lebih stabil untuk jangka panjang.
Perbandingan Singkat
- Lump Sum: Potensi keuntungan lebih besar jika timing tepat, tetapi risiko salah masuk pasar juga tinggi.
- DCA: Lebih stabil dan disiplin, membantu mengurangi risiko salah timing, namun pertumbuhan bisa lebih bertahap.
Pilihan strategi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kondisi keuangan masing-masing investor.
Platform Exchange yang Mendukung DCA di Indonesia
Seiring meningkatnya minat investasi kripto, sejumlah platform di Indonesia telah menyediakan fitur untuk mempermudah penerapan strategi DCA. Salah satunya adalah aplikasi Pintu.
Pintu menghadirkan fitur Auto DCA, yang memungkinkan pengguna membeli aset kripto secara otomatis dan rutin dengan nominal tetap. Investor dapat menjadwalkan pembelian harian, mingguan, hingga bulanan tanpa perlu melakukan transaksi manual setiap saat.
Dengan fitur otomatis ini, investor dapat menjaga konsistensi investasi serta mengurangi tekanan emosional akibat fluktuasi pasar.
Cara Menggunakan Fitur Auto DCA di Pintu
Selain pembelian satu aset, Pintu juga menyediakan fitur Auto DCA Multiple Assets, yang memungkinkan pengguna membeli beberapa aset sekaligus dalam satu jadwal rutin.
Sebagai contoh, dari dana Rp1.000.000 per bulan, investor dapat mengalokasikan 60% untuk Bitcoin (BTC), 20% untuk Ethereum (ETH), dan 20% untuk XRP. Strategi ini membantu membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi secara otomatis.
Berikut langkah menggunakan fitur Auto DCA Multiple Assets:
- Buka aplikasi Pintu dan pilih menu Auto DCA atau Nabung Rutin.
- Klik Buat Nabung Rutin Baru lalu pilih beberapa aset kripto yang ingin dibeli secara berkala.
- Tentukan nominal pembelian dan jadwal investasi, mulai dari per jam, harian, mingguan, hingga bulanan.
- Konfirmasi pengaturan dengan memilih Konfirmasi.
Setelah aktif, sistem akan menjalankan pembelian sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Strategi lump-sum investing dan DCA sama-sama memiliki keunggulan dan risiko. Lump sum berpotensi memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi menuntut ketepatan timing yang sulit diprediksi, terutama di pasar kripto yang fluktuatif.
Sementara itu, DCA menawarkan pendekatan yang lebih disiplin dan terstruktur untuk membangun aset dalam jangka panjang. Dengan dukungan fitur otomatis dari berbagai platform exchange di Indonesia, penerapan strategi DCA kini semakin mudah dan praktis bagi investor pemula maupun berpengalaman.

