Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / RUU PPRT Mandek, Koalisi Sipil Ancam Duduki DPR dan Istana
Nasional

RUU PPRT Mandek, Koalisi Sipil Ancam Duduki DPR dan Istana

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Februari 13, 2026 5:00 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) kembali menjadi sorotan
Pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) kembali menjadi sorotan (Foto: Istimewa)
SHARE

Pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) kembali menjadi sorotan menjelang peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) Nasional pada 15 Februari 2026.

Daftar isi Konten
  • Janji Tiga Bulan Dipertanyakan
  • Ancaman Aksi dan Tagar #Kawalsampailegal
  • Belajar dari Tragedi Sunarsih

Meski Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei 2025 lalu di Hari Buruh meminta DPR RI segera mengesahkan RUU tersebut pada tahun 2025, hingga kini regulasi itu belum juga disahkan.

Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini, menilai pembahasan di DPR berjalan lambat dan tidak menunjukkan perkembangan berarti.

Padahal, dalam pidato tersebut Presiden menjanjikan pengesahan dalam waktu kurang lebih tiga bulan.

Tak ada kemajuan yang berarti. Padahal RUU PPRT ini sudah diperjuangkan selama 22 tahun. Sampai kapan para PRT harus menunggu perlindungan hukum bagi mereka agar terlindungi ketika bekerja?,”

kata Lita Anggraini seperti keterangan yang dite rima owrite.id.

Janji Tiga Bulan Dipertanyakan

Koalisi Sipil untuk RUU PPRT menyatakan telah berulang kali melakukan audiensi dengan DPR. Namun, menurut mereka, pembahasan hanya sebatas Rapat Dengar Pendapat (RDP) tanpa progres konkret menuju pengesahan.

Eva Kusuma Sundari dari Institut Sarinah menyebut DPR seolah berhenti di tempat meski waktu sudah berjalan hampir satu tahun sejak janji tersebut disampaikan.

DPR seperti mandeg membahas RUU ini, hingga saat ini berlarut-larut padahal janji Prabowo 3 bulan, namun yang terjadi, sampai hampir 1 tahun, tak ada kemajuan siginifikan, seharusnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI berbuat sesuatu,”

kata Eva Kusuma Sundari.

Ancaman Aksi dan Tagar #Kawalsampailegal

Memperingati Hari PRT Nasional 2026, Koalisi Sipil untuk Pengesahan RUU PPRT mendesak Presiden Prabowo memenuhi komitmennya.

Jika tidak ada langkah nyata, mereka menyatakan siap kembali menggelar aksi di DPR dan Istana Negara.

Jika tidak juga disahkan, maka kami akan melakukan serangkaian aksi, kami akan kawal RUU ini sampai legal,”

kata Vivi Widyawati dari Perempuan Mahardhika.

Koalisi juga meluncurkan tagar #Kawalsampailegal sebagai simbol komitmen untuk terus mengawal proses legislasi hingga RUU tersebut resmi menjadi undang-undang pada 2026.

Puluhan organisasi dalam koalisi menggelar konferensi pers di Jakarta pada 13 Februari 2026. Mereka juga menghimpun surat dari aktivis perempuan senior yang ditujukan kepada Presiden dan Ketua DPR RI, Puan Maharani. Salah satu PRT, Ajeng, mempertanyakan sikap pimpinan DPR terhadap RUU tersebut.

Sudah berapakali Puan Maharani memimpin DPR, namun RUU ini tak juga disahkan, dimana keberpihakannya sebagai perempuan?,”

kata salah seorang PRT, Ajeng.

Nyai Badriyah dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menegaskan bahwa kekerasan dan eksploitasi terhadap PRT tidak dapat dibenarkan secara agama.

Negara, menurutnya, harus hadir memberikan perlindungan.

Belajar dari Tragedi Sunarsih

Hari PRT Nasional diperingati setiap 15 Februari sejak 2007. Peringatan ini berawal dari tragedi meninggalnya Sunarsih, Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA) berusia 14 tahun di Surabaya pada 2001 akibat penyiksaan dan eksploitasi berat oleh majikannya.

Kasus tersebut menjadi simbol perlunya perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga di Indonesia.

Apakah pemerintah dan DPR menunggu para PRT menjadi korban- korban lagi dan mereka baru akan mensahkan? Jangan sampai ada Sunarsih-Sunarsih lain lagi,”

kecam Sri Rachmawati dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).

Ainun dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga menegaskan bahwa jika RUU PPRT tidak segera disahkan, mereka siap turun ke jalan menuju Istana dan Gedung DPR.

Desakan pengesahan RUU Perlindungan PRT kian menguat. Setelah 22 tahun diperjuangkan, publik kini menanti langkah konkret pemerintah dan DPR untuk menghadirkan payung hukum yang melindungi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia.

Tag:DPRKoalisi SipilPengesahanPeringatanPPRTPRTRUU
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
13 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up