Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 18 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / ​1,5 Tahun Pemerintahan Prabowo, Aliansi Perempuan Kritik Kebijakan yang “Hancurkan” Tubuh
Nasional

​1,5 Tahun Pemerintahan Prabowo, Aliansi Perempuan Kritik Kebijakan yang “Hancurkan” Tubuh

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Februari 14, 2026 7:48 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Salah satu perwakilan aliansi Mutiara Ika
Salah satu perwakilan aliansi Mutiara Ika (Foto: Tangkapan layar konferensi pers Aliansi Perempuan Indonesia)
SHARE

Menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) pada 8 Maret mendatang, Aliansi Perempuan Indonesia secara resmi meluncurkan tema politik tahun ini, yaitu “Perempuan Bersatu, Melawan Penghancuran Atas Tubuh”.

​Peluncuran tema ini menjadi momentum bagi aliansi tersebut untuk menyampaikan sikap kritis terhadap arah kebijakan pemerintah setelah satu setengah tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan.

Tema ini didasari oleh realitas kekerasan terhadap perempuan yang kian mengkhawatirkan. Mutiara Ika, salah satu perwakilan aliansi, menyoroti bahwa tubuh perempuan “hancur” akibat kekerasan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Ironisnya, arah kebijakan pembangunan negara saat ini tidak bergerak untuk mengatasi problem kekerasan yang dialami oleh perempuan. Kekerasan ini sebagian di antaranya berujung pada pembunuhan perempuan atau praktik femisida,”

kata Ika dalam konferensi pers, Sabtu, 14 Februari 2026.

Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga menjadi fenomena global. Berdasar data UN Women ada 137 perempuan terbunuh setiap harinya.

Ini merupakan sebuah alarm, sebab kehidupan perempuan terampas karena kekerasan yang dialaminya. Praktik femisida terjadi secara langsung dan tidak langsung.

Aliansi Perempuan Indonesia pun menyorot pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP baru.

Ika berpendapat semangat regulasi baru tersebut tidak jauh berbeda dengan aturan lama, yakni potensi kriminalisasi terhadap masyarakat sipil masih sangat besar karena proses perumusan yang dinilai tidak partisipatif.

Banyak pasal di dalam KUHP yang masih menempatkan perempuan sebagai objek moralitas, bukan sebagai subjek hukum yang setara. Definisi tentang perkosaan dan kekerasan seksual juga masih sempit.

​Isu aborsi juga menjadi sorotan tajam. Meski ada pengaturan perpanjangan usia kehamilan bagi korban perkosaan untuk melakukan aborsi, KUHP baru dinilai lebih menekankan pada aspek pemidanaan bagi perempuan yang melakukan aborsi.

Karena aborsi merupakan salah satu hak atau bagian dari hak kesehatan reproduksi perempuan yang seharusnya tidak boleh ada di dalam pasal KUHP yang mengatur tentang pemidanaan,”

ucap dia.

Selain isu hukum, aliansi mengkritik kebijakan efisiensi anggaran negara yang berdampak langsung pada layanan publik.

Ika mengungkapkan fakta lapangan perihal layanan BPJS Kesehatan kini menghilangkan jaminan layanan pemulihan bagi korban kekerasan domestik dan seksual.

​Efisiensi anggaran ini menyingkirkan hak perempuan atas layanan keadilan dan pemulihan, maka kebijakan ini berdampak langsung terhadap kehidupan.

Ika menegaskan kebijakan ini memperlihatkan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan mengorbankan kelompok paling rentan.

Ketika anggaran visum untuk korban kekerasan seksual dihapus atau dikurangi, negara secara langsung melemahkan akses perempuan pada keadilan.

Negara sering mengklaim efisiensi anggaran untuk memperkuat program besar, tetapi di sisi lain justru dapat melemahkan layanan dasar yang menjadi fondasi kesejahteraan perempuan.

Kemudian, ihwal relasi yang kuat antara tubuh perempuan dengan alam dihancurkan melalui proyek-proyek ekstraktivisme juga dikritik.

Proyek ekstraktif merampas tanah, air, dan hutan yang menjadi sumber kehidupan perempuan. Perempuan adalah pengelola utama pangan, air, dan kesehatan keluarga.

Ketika ruang hidup mereka dihancurkan, tubuh perempuan ikut mengalami beban ekologis yang kehilangan sumber ekonomi, kesehatan, dan martabat.

Penolakan perempuan terhadap tambang atau proyek ekstraktif kerap dibalas dengan intimidasi, kriminalisasi, bahkan kekerasan.

Hal ini menunjukkan negara dan korporasi bersekutu dalam melemahkan suara perempuan.

Tag:Aliansi PerempuanHari Perempuan InternasionalKebijakan PemerintahKritik KebijakanSikap Kritis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat Kembali Mencuat, Dedi Mulyadi: Belum Saatnya
By Ossid Duha Jussas Salma
Dedi Mulyadi monitoring MPLS di Sekolah Jawa Barat
1
IHSG Mulai Menghijau, Asing Borong Saham Rp638,05 Miliar dalam Sepekan
By Anisa Aulia
Situasi Bursa Efek Indonesia dan papan IHSG. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
2
Hotman Paris Datangi Kejagung, Jawaban soal Jadi Pengacara Febrie Adriansyah Bikin Heboh
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
3
Final Piala Dunia 2026 Bikin Messi Pecahkan Rekor Langka yang Bertahan 32 Tahun
By Hadi Febriansyah
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi
4
BGN Minta Waktu 30 Hari Benahi Program MBG, Penghentian Kemitraan Hanya Sementara
By Rika Pangesti
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (tengah) bersama Trenggono (kedua kanan) tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
5

BERITA LAINNYA

Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara
Nasional

Program MBG Dievaluasi, BGN Kaji Prioritas Penerima Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan

Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji skema penerima program Makan Bergizi Gratis…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (tengah) bersama Trenggono (kedua kanan) tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Nasional

BGN Minta Waktu 30 Hari Benahi Program MBG, Penghentian Kemitraan Hanya Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penghentian kerja sama dengan sejumlah mitra Program…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
14 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

BGN Akui Tunggakan Rp1,6 Triliun ke Rekanan, Pembayaran Masih Terkendala Proses

Badan Gizi Nasional (BGN) minta maaf kepada para rekanan karena belum bisa…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
Nasional

Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal Lebih Berat

Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menilai penyidik masih berpeluang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up