Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / ​1,5 Tahun Pemerintahan Prabowo, Aliansi Perempuan Kritik Kebijakan yang “Hancurkan” Tubuh
Nasional

​1,5 Tahun Pemerintahan Prabowo, Aliansi Perempuan Kritik Kebijakan yang “Hancurkan” Tubuh

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Februari 14, 2026 7:48 pm
Adi Briantika
Ivan
Share
Salah satu perwakilan aliansi Mutiara Ika
Salah satu perwakilan aliansi Mutiara Ika (Foto: Tangkapan layar konferensi pers Aliansi Perempuan Indonesia)
SHARE

Menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) pada 8 Maret mendatang, Aliansi Perempuan Indonesia secara resmi meluncurkan tema politik tahun ini, yaitu “Perempuan Bersatu, Melawan Penghancuran Atas Tubuh”.

​Peluncuran tema ini menjadi momentum bagi aliansi tersebut untuk menyampaikan sikap kritis terhadap arah kebijakan pemerintah setelah satu setengah tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan.

Tema ini didasari oleh realitas kekerasan terhadap perempuan yang kian mengkhawatirkan. Mutiara Ika, salah satu perwakilan aliansi, menyoroti bahwa tubuh perempuan “hancur” akibat kekerasan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Ironisnya, arah kebijakan pembangunan negara saat ini tidak bergerak untuk mengatasi problem kekerasan yang dialami oleh perempuan. Kekerasan ini sebagian di antaranya berujung pada pembunuhan perempuan atau praktik femisida,”

kata Ika dalam konferensi pers, Sabtu, 14 Februari 2026.

Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga menjadi fenomena global. Berdasar data UN Women ada 137 perempuan terbunuh setiap harinya.

Ini merupakan sebuah alarm, sebab kehidupan perempuan terampas karena kekerasan yang dialaminya. Praktik femisida terjadi secara langsung dan tidak langsung.

Aliansi Perempuan Indonesia pun menyorot pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP baru.

Ika berpendapat semangat regulasi baru tersebut tidak jauh berbeda dengan aturan lama, yakni potensi kriminalisasi terhadap masyarakat sipil masih sangat besar karena proses perumusan yang dinilai tidak partisipatif.

Banyak pasal di dalam KUHP yang masih menempatkan perempuan sebagai objek moralitas, bukan sebagai subjek hukum yang setara. Definisi tentang perkosaan dan kekerasan seksual juga masih sempit.

​Isu aborsi juga menjadi sorotan tajam. Meski ada pengaturan perpanjangan usia kehamilan bagi korban perkosaan untuk melakukan aborsi, KUHP baru dinilai lebih menekankan pada aspek pemidanaan bagi perempuan yang melakukan aborsi.

Karena aborsi merupakan salah satu hak atau bagian dari hak kesehatan reproduksi perempuan yang seharusnya tidak boleh ada di dalam pasal KUHP yang mengatur tentang pemidanaan,”

ucap dia.

Selain isu hukum, aliansi mengkritik kebijakan efisiensi anggaran negara yang berdampak langsung pada layanan publik.

Ika mengungkapkan fakta lapangan perihal layanan BPJS Kesehatan kini menghilangkan jaminan layanan pemulihan bagi korban kekerasan domestik dan seksual.

​Efisiensi anggaran ini menyingkirkan hak perempuan atas layanan keadilan dan pemulihan, maka kebijakan ini berdampak langsung terhadap kehidupan.

Ika menegaskan kebijakan ini memperlihatkan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan mengorbankan kelompok paling rentan.

Ketika anggaran visum untuk korban kekerasan seksual dihapus atau dikurangi, negara secara langsung melemahkan akses perempuan pada keadilan.

Negara sering mengklaim efisiensi anggaran untuk memperkuat program besar, tetapi di sisi lain justru dapat melemahkan layanan dasar yang menjadi fondasi kesejahteraan perempuan.

Kemudian, ihwal relasi yang kuat antara tubuh perempuan dengan alam dihancurkan melalui proyek-proyek ekstraktivisme juga dikritik.

Proyek ekstraktif merampas tanah, air, dan hutan yang menjadi sumber kehidupan perempuan. Perempuan adalah pengelola utama pangan, air, dan kesehatan keluarga.

Ketika ruang hidup mereka dihancurkan, tubuh perempuan ikut mengalami beban ekologis yang kehilangan sumber ekonomi, kesehatan, dan martabat.

Penolakan perempuan terhadap tambang atau proyek ekstraktif kerap dibalas dengan intimidasi, kriminalisasi, bahkan kekerasan.

Hal ini menunjukkan negara dan korporasi bersekutu dalam melemahkan suara perempuan.

Tag:Aliansi PerempuanHari Perempuan InternasionalKebijakan PemerintahKritik KebijakanSikap Kritis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

RI Bakal Impor Pick-Up dari India, Purbaya Cicil Rp40 Triliun per Tahun ke Himbara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan terkait sumber pembiayaan impor 105 ribu unit pick-up dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Impor ini diketahui dilakukan oleh PT Agrinas…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Plt Direktur Utama LPDP Sudarto
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Ungkap 44 Penerima Beasiswa LPDP Tak Pulang ke RI, 8 Orang Kena Sanksi

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, ada sebanyak 44 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang mangkir dari kewajiban mengabdi di Indonesia usai menuntaskan pendidikannya.…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. (Foto: owrite)
Nasional

DPR Terlalu Jauh Bela Adies Kadir, Paripurna Kehilangan Kehormatan

Keputusan Rapat Sidang Paripurna DPR pada Kamis, 19 Februari lalu menjadi perbincangan masyarakat terkait pengusulan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi.  Dalam hasil Rapat Paripurna DPR tersebut dikatakan Majelis Kehormatan…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menag Nasaruddin mengklarifikasi ke KPK mendapatkan pesawat jet pribadi dari OSO.
Nasional

Menag Nasaruddin Datangi KPK, Klarifikasi Isu Jet Mewah Saat Kunker ke Takalar

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara perihal dirinya mendapati fasilitas mewah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
5 jam lalu
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part II) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Garuda Pelempar Pukat Harimau Penegakan hukum pasca-demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025 menuai…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 jam lalu
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.
Nasional

Tuai Kontroversi, Pernyataan Natalius Pigai Soal Makan Bergizi Gratis Dikritik Pengamat

Pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, yang menyebut pihak-pihak yang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
6 jam lalu
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis polisi pada 28 Agustus 2025…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up