Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 26 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / DUO Maut UU Cipta Kerja dan RPP TNI, KASBI Khawatir Hak Buruh Makin Dikebiri
Nasional

DUO Maut UU Cipta Kerja dan RPP TNI, KASBI Khawatir Hak Buruh Makin Dikebiri

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 26, 2026 6:58 pm
Ani Ratnasari
Adi Briantika
Share
Ketua Umum KASBI Unang Sunarno.
Ketua Umum KASBI Unang Sunarno. (Instagram @unang_sunarno)
SHARE

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengkritik meluasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil dan pengelolaan industri. Hal itu dapat memperlemah posisi pekerja buruh.

Sunar mengungkapkan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja sudah memberatkan buruh, ditambah muncul Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tugas TNI yang berkaitan dengan ranah sipil.

Kombinasi kebijakan ini dikhawatirkan akan membuat posisi pekerja semakin lemah lantaran berpotensi mengurangi hak-hak buruh, mengurangi ruang pengawasan, dan meningkatnya tekanan terhadap gerakan buruh.

Sunar berpendapat berbagai kebijakan ketenagakerjaan belakangan ini cenderung dibuat tanpa melibatkan serikat buruh. Ia menilai tujuan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

“Tujuannya menciptakan lapangan kerja, tapi yang terjadi justru banyak PHK. Ketika buruh melawan PHK, sering dihadapi dengan represivitas,”

ujar Sunar dalam sebuah diskusi publik, Selasa, 26 Mei 2026.
Baca juga:
Harga Minyak Hari Ini: Brent Tembus US$97,72 per Barel Imbas… Harga minyak bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, karena operasi militer Amerika…
Buru Begal Pakai Pasukan Tempur: Langkah Tegas atau Pintu Masuk… Maraknya aksi begal beberapa waktu belakangan ini, menimbulkan keresahan di masyarakat. Polda…
Gencar Hilirisasi Mineral Kritis, Indonesia Incar Kedaulatan Rare Earth untuk… Indonesia mulai serius menjajaki rantai pasok global rare earth elements (REE) atau…
  • Harga Minyak Hari Ini: Brent Tembus US$97,72 per Barel Imbas Ketegangan AS-Iran
  • Buru Begal Pakai Pasukan Tempur: Langkah Tegas atau Pintu Masuk Dwifungsi ABRI?
  • Gencar Hilirisasi Mineral Kritis, Indonesia Incar Kedaulatan Rare Earth untuk EV dan…

Sistem kerja fleksibel yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, seperti kontrak, outsourcing, harian lepas, hingga sistem borongan, membuat posisi buruh semakin rentan. Kondisi tersebut juga membuat pekerja takut bergabung dengan serikat buruh.

“Kalau ketahuan bergabung dengan serikat, biasanya langsung diputus kontrak atau di-PHK,”

lanjut Sunar.

Ia mencontohkan kondisi seperti perkebunan sawit di Kalimantan Barat yang menjadi basis organisasi buruh. Setelah perusahaan sawit tersebut disita kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp81 triliun, pengelolaan aset dialihkan kepada BUMN dan melibatkan banyak unsur militer.

Imbasnya buruh kesulitan menyampaikan tuntutan karena harus berhadapan langsung dengan aparat keamanan di area kerja.

“Ketika kami mau berunding, kami justru berhadapan langsung dengan militer, bukan dengan manajemen perusahaan. Ada Satgas yang setiap hari menjaga, membuat buruh merasa terteror,”

ujar dia.

Situasi tersebut mengingatkan pada masa Orde Baru, ketika gerakan buruh berada di bawah kontrol ketat negara dan aparat keamanan.

“Kami bukan anti-TNI atau anti-militer. Tapi dalam negara demokrasi, ruang masyarakat sipil harus tetap terjaga. Jangan sampai Indonesia kembali kepada sistem ketika setiap gerakan buruh diawasi dan dibatasi,”

tegas Sunar.

Waspada Bahaya

Secara umum, substansi yang terkandung dalam RPP Tugas TNI kian berisiko membahayakan kehidupan demokrasi, jaminan HAM, serta perlindungan konstitusional warga negara. Materi RPP memuat sejumlah klausul yang cenderung bersifat multi-interpretatif, sehingga mengandung ketidakpastian yang sepantasnya dihindari dalam substansi peraturan perundang-undangan.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Muhamad Isnur. RPP ini juga mengaburkan tugas pokok dan wewenang prajurit TNI, yang seharusnya fokus pada bidang pertahanan negara, dengan memperluas kewenangannya dalam bidang non-pertahanan. 

Tag:BuruhKASBIMassaMiliterorde barurpp tugas tniSipilTNIUU Cipta Kerja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kalender Jawa Juni 2026: Lengkap dengan Weton, Pasaran, dan Tanggal Merah
By Ani Ratnasari
Kalender Jawa Juni 2026
1
DPR Semprot Roadmap AI Pemerintah: Besar di Wacana, Kosong di Pendanaan dan Strategi
By Amin Suciady
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono
2
Geger 10 Raksasa Sawit Manipulasi Harga Ekspor: Wilmar dan Musim Mas Resmi Masuk Daftar Hitam
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
3
Masyarakat Antre Migor, Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Asyik Atur ‘Cuan’ Ekspor CPO Wilmar
By Rahmat
Mantan anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika (tengah) digiring petugas menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (25/5/2026).
4
Akali Laporan Demi Wilmar Group, Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Resmi Jadi Tersangka
By Rahmat
Mantan anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika (kanan) digiring petugas menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (25/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII) membawa poster saat aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi dalam rangka memperingati hari buruh internasional tersebut menuntut tentang penghapusan upah murah dan penghapusan outsorcing. (ANTARA FOTO/Salma Talita)
Nasional

Gelombang PHK Mengganas! 9.000 Pekerja Terancam, DPR Bunyikan Alarm Bahaya

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menunjukkan tanda-tanda serius di berbagai sektor…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026).
Nasional

Sumatra Blackout: Potensi Warga Dapat Kompensasi PLN, tapi Ada Syaratnya!

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai masyarakat terdampak blackout…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
2 jam lalu
Pelajar menyimak paparan dari pemateri saat sosialisasi PP Tunas di SMP Negeri 25 Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Nasional

Darurat Jempol Bocil! Komdigi Catat 40 Juta Anak RI Tercemar Konten Vulgar di Medsos

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini melaporkan sekitar 40 juta anak…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
3 jam lalu
Petugas pendorong kursi roda melayani jamaah calon haji Indonesia menuju Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi
Nasional

Haji Kacau Lagi, DPR Temukan Bus Telat hingga Makanan Hilang

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Nasir Djamil, mengungkap berbagai persoalan serius…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up