Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?
Politik

(Part I) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Februari 16, 2026 11:48 am
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz)
SHARE

Gendang Pemilu 2029 ditabuh terlalu dini. Belum genap dua tahun masa pemerintahan, koalisi partai pendukung pemerintah mulai satu suara menyuarakan narasi “Prabowo Dua Periode”.

Namun di tengah riuh dukungan untuk Prabowo, terselip keheningan yang janggal: nama Gibran Rakabuming Raka tak lagi disebut dalam paket masa depan.

Manuver ini dinilai bukan sekadar apresiasi kinerja, melainkan sinyal “lampu kuning” bagi kelanggengan karier politik putra sulung Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Dukungan mulai mencuat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, berkata partainya siap kembali mendukung Prabowo untuk “perang” dalam Pemilu tiga tahun mendatang. Dukungan merujuk pada kepuasan partainya terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Kami, intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode,”

kata dia.

Tapi narasi kontras pun ia lontarkan perihal kemungkinan dukungan serupa diberikan kepada Gibran sebagai calon wakil presiden.

Belum dibahas,”

ucap dia ketika ditanya mengenai cawapres selanjutnya pendamping Prabowo.

Partai Golkar, melalui Ketua Umum-nya, Bahlil Lahadalia, turut mendukung Prabowo dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Ia bilang,

Pak Prabowo adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, buat apa cari yang lain?”

ujar dia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono mengapresiasi atas dukungan isu ini. Ia berujar alasan dukungan lahir dari kesamaan cita-cita dan visi dalam pemerintahan Prabowo.

Lagi, partai tersebut belum membahas siapa sosok yang patut menemani Prabowo di masa depan. Artinya, belum tentu Gibran kembali dirangkul olehnya sang mantan Jenderal Kopassus itu.

Merujuk Rilis Temuan Survei Nasional yang diterbitkan pada 8 Februari 2026 oleh Indikator Politik Indonesia, mayoritas warga cukup puas (66,9 persen) atau sangat puas (13 persen) terhadap kinerja Presiden Prabowo (total 79,9 persen); yang menilai cukup/sangat puas terutama dalam memberantas korupsi, memberi bantuan,tegas/berwibawa/berani, dan karena program Makan Bergizi Gratis MBG).

Angka 79,9 persen inilah yang menjadi rujukan utama tingginya kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini. Namun, survei tersebut tidak serta-merta “menyelamatkan” Gibran.

Elite-elite partai seolah menjadikan temuan ini sebagai legitimasi moral untuk melanggengkan kekuasaan Prabowo, sekaligus menjadi argumen pragmatis bahwa “rakyat masih menghendaki”.

Keringkihan

Meski pemerintahan baru berjalan satu setengah tahun, kondisi ini sebagai fenomena politik yang rasional namun “mematikan” bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Firman Noor, menganalisis bahwa manuver dini partai-partai bukan sekadar upaya mencari aman agar tidak di-reshuffle, melainkan sinyal dimulainya kompetisi perebutan kursi RI-2 untuk Pemilu 2029, menggantikan Gibran yang dianggap kehilangan daya tawar politiknya.

Partai politik pun realistis melihat kekuatan Prabowo yang kini telah terkonsolidasi sebagai strong incumbent. Berbeda dengan awal masa jabatan yang masih dibayangi pengaruh Joko Widodo (Jokowi), tahun 2026 ini Prabowo memegang kendali penuh atas instrumen negara.

Punya hitung-hitungan politik canggih sudah tahulah bahwa enggak ada yang bisa menandingi Prabowo. Incumbent dengan dukungan birokrasi yang kuat, kepolisian yang sebentar lagi akan diraih, tentara yang solid di belakang, dan pengusaha yang sudah beralih,”

kata Firman kepada owrite.

Para pebisnis dan partai politik tidak lagi memiliki alasan untuk setia pada kekuatan lama (Jokowi) yang kini tak memegang kekuasaan. Pasti dengan karakteristik bisnis, mereka bakal mencari yang lebih menguntungkan.

Potensi wapres anyar tergolong besar, lantaran wapres sekarang dukungan politiknya—serta dari bapaknya—semakin melemah. Jadi potensi ke terjadinya pergantian posisi wapres pun menguat.

Saya kira dengan karakter partai-partai yang sudah lelah untuk menjadi oposisi, apalagi bertarung dalam Pilpres yang sangat mahal, tentu tidak ada kandidat yang bisa menandingi dia (Prabowo). Kecuali memang ada satu partai yang betul-betul idealis, punya segudang alasan untuk melawan Prabowo, misalnya,”

jelas Firman.

Salah satu poin krusial lainnya yakni status Gibran sebagai figur non-partisan, ia tak berpartai. Tanpa kendaraan politik dan tanpa perlindungan kekuasaan ayahnya, Gibran kini berada di posisi yang sangat rentan. Firman berpendapat, partai-partai mapan enggan menampung Gibran karena citra negatif yang melekat padanya.

Partai-partai establish tidak melihat dia (Gibran) sebagai suatu hal yang menguntungkan, malah bahkan bisa menjadi beban karena citra dia yang tidak smart, KKN, ‘anak haram’ konstitusi, dan lain-lain. Partai tidak mau kecipratan citra buruk seperti itu,”

tegas Firman.

Nihil “kendaraan” jadi problematik buat Gibran, sebab dia bakal semakin ringkih karena sadar posisi bapaknya pun semakin ringkih.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi Pilpres 2024, yaitu ketika partai membutuhkan Gibran karena Jokowi masih kuat, tapi sekarang berkebalikan.

Kala itu, Gibran sering dinarasikan sebagai representasi generasi muda yang tangguh dan berani di kancah politik tertinggi.

Ia diharapkan membawa angin segar, menjadi penggerak sosial-ekonomi, serta memperkuat partisipasi politik kaum muda. Tapi situasi ke depan belum tentu sama.

Menanggapi kekhawatiran bahwa ditinggalkannya Gibran akan mematikan regenerasi politik anak muda, Firman menepis anggapan tersebut. Baginya, Gibran bukanlah representasi meritokrasi kaum muda, melainkan produk privilese.

Siapa bilang Gibran mewakili anak muda? Anak muda plus bapaknya presiden. Anak muda yang betul-betul menghargai meritokrasi, rasional, kompetisi, tentu tidak akan menjadikan itu idola, bahkan dia (anak muda) mengatakan itu kemunduran,”

tutur Firman.

Kalangan muda, cepat atau lambat, bakal tetap terjadi. Apalagi muda-muda membutuhkan aktualisasi. Hanya saja pembedanya, ialah ada partai yang betul jor-joran di dalam memberikan kesempatan bagi kader mudanya untuk terjun.

Artinya, regenerasi politik bisa terus berjalan secara alamiah dalam partai-partai yang memiliki sistem kaderisasi baik, tanpa harus bergantung pada figur Gibran.

Firman melihat pola “pecah kongsi” antara Presiden dan Wakil Presiden adalah hal lumrah dalam politik Indonesia, dari level daerah hingga nasional.

Dengan posisi Prabowo yang semakin dominan, opsi untuk meninggalkan Gibran dan menggandeng mitra koalisi yang lebih strategis menjadi sangat terbuka.

Tag:Bahlil Lahadaliagerindragibran rakabuming rakaHeadlineJoko WidodoJokowiMuhaimin IskandarPANpartai amanat nasionalPartai GolkarPartai Kebangkitan BangsapemiluPKBPrabowo SubiantoPresidenwakil presidenZulkifli Hasan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Ekonomi Bisnis

Klaim Swasembada Pangan, Prabowo Justru Buka Keran Impor Beras Lewat ART RI-AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI memberikan sejumlah jawaban terkait komitmen perdagangan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS), The Agreement on Reciprocal Trade (ART), khususnya mengenai pembukaan akses impor beras,…

By
Iren Natania
Dusep
5 Min Read
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis polisi pada 28 Agustus 2025 bukanlah akhir dari sebuah tragedi, melainkan lonceng pembuka bagi teror yang jauh lebih sistematis. Kematian yang dibiarkan tanpa…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 Min Read
Timun Suri
Hype

Kenapa Timun Suri Hanya Muncul Saat Bulan Ramadan?

Timun suri, salah satu buah yang seolah jadi hidangan wajib saat Ramadan. Biasanya, para penjual sudah mulai menjajakan timun suri beberapa hari sebelum memasuki Ramadan. Tak hanya dijual utuh, beberapa…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Sudirta.
Politik

Jokowi Setuju UU KPK Balik ke Versi lama, PDIP: Sinyal Politik atau Akui Kegagalan?

Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyatakan persetujuannya untuk mengembalikan Undang-Undang…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
4 hari lalu
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Politik

Sempat Kena Sanksi, Ahmad Sahroni Comeback Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Sahroni, kembali menduduki posisi Wakil…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
4 hari lalu
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ronny Talapessy.
Politik

PDIP Sentil Jokowi Soal Minta UU KPK Kembali ke Versi Awal: “Lagi Cari Perhatian!”

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ronny Talapessy, menanggapi pernyataan Presiden…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
5 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa jajaran Kabinet Merah Putih sebelum membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Politik

(Part II) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?

Aset Emas jadi Beban? Munculnya gelombang dukungan dari partai-partai koalisi (Golkar, PAN,…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up