Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / (Part I) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?
Politik

(Part I) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 16, 2026 11:48 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz)
SHARE

Gendang Pemilu 2029 ditabuh terlalu dini. Belum genap dua tahun masa pemerintahan, koalisi partai pendukung pemerintah mulai satu suara menyuarakan narasi “Prabowo Dua Periode”.

Namun di tengah riuh dukungan untuk Prabowo, terselip keheningan yang janggal: nama Gibran Rakabuming Raka tak lagi disebut dalam paket masa depan.

Manuver ini dinilai bukan sekadar apresiasi kinerja, melainkan sinyal “lampu kuning” bagi kelanggengan karier politik putra sulung Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Dukungan mulai mencuat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, berkata partainya siap kembali mendukung Prabowo untuk “perang” dalam Pemilu tiga tahun mendatang. Dukungan merujuk pada kepuasan partainya terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Kami, intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode,”

kata dia.

Tapi narasi kontras pun ia lontarkan perihal kemungkinan dukungan serupa diberikan kepada Gibran sebagai calon wakil presiden.

Belum dibahas,”

ucap dia ketika ditanya mengenai cawapres selanjutnya pendamping Prabowo.

Partai Golkar, melalui Ketua Umum-nya, Bahlil Lahadalia, turut mendukung Prabowo dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Ia bilang,

Pak Prabowo adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, buat apa cari yang lain?”

ujar dia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Sugiono mengapresiasi atas dukungan isu ini. Ia berujar alasan dukungan lahir dari kesamaan cita-cita dan visi dalam pemerintahan Prabowo.

Lagi, partai tersebut belum membahas siapa sosok yang patut menemani Prabowo di masa depan. Artinya, belum tentu Gibran kembali dirangkul olehnya sang mantan Jenderal Kopassus itu.

Merujuk Rilis Temuan Survei Nasional yang diterbitkan pada 8 Februari 2026 oleh Indikator Politik Indonesia, mayoritas warga cukup puas (66,9 persen) atau sangat puas (13 persen) terhadap kinerja Presiden Prabowo (total 79,9 persen); yang menilai cukup/sangat puas terutama dalam memberantas korupsi, memberi bantuan,tegas/berwibawa/berani, dan karena program Makan Bergizi Gratis MBG).

Angka 79,9 persen inilah yang menjadi rujukan utama tingginya kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini. Namun, survei tersebut tidak serta-merta “menyelamatkan” Gibran.

Elite-elite partai seolah menjadikan temuan ini sebagai legitimasi moral untuk melanggengkan kekuasaan Prabowo, sekaligus menjadi argumen pragmatis bahwa “rakyat masih menghendaki”.

Keringkihan

Meski pemerintahan baru berjalan satu setengah tahun, kondisi ini sebagai fenomena politik yang rasional namun “mematikan” bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peneliti Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Firman Noor, menganalisis bahwa manuver dini partai-partai bukan sekadar upaya mencari aman agar tidak di-reshuffle, melainkan sinyal dimulainya kompetisi perebutan kursi RI-2 untuk Pemilu 2029, menggantikan Gibran yang dianggap kehilangan daya tawar politiknya.

Partai politik pun realistis melihat kekuatan Prabowo yang kini telah terkonsolidasi sebagai strong incumbent. Berbeda dengan awal masa jabatan yang masih dibayangi pengaruh Joko Widodo (Jokowi), tahun 2026 ini Prabowo memegang kendali penuh atas instrumen negara.

Punya hitung-hitungan politik canggih sudah tahulah bahwa enggak ada yang bisa menandingi Prabowo. Incumbent dengan dukungan birokrasi yang kuat, kepolisian yang sebentar lagi akan diraih, tentara yang solid di belakang, dan pengusaha yang sudah beralih,”

kata Firman kepada owrite.

Para pebisnis dan partai politik tidak lagi memiliki alasan untuk setia pada kekuatan lama (Jokowi) yang kini tak memegang kekuasaan. Pasti dengan karakteristik bisnis, mereka bakal mencari yang lebih menguntungkan.

Potensi wapres anyar tergolong besar, lantaran wapres sekarang dukungan politiknya—serta dari bapaknya—semakin melemah. Jadi potensi ke terjadinya pergantian posisi wapres pun menguat.

Saya kira dengan karakter partai-partai yang sudah lelah untuk menjadi oposisi, apalagi bertarung dalam Pilpres yang sangat mahal, tentu tidak ada kandidat yang bisa menandingi dia (Prabowo). Kecuali memang ada satu partai yang betul-betul idealis, punya segudang alasan untuk melawan Prabowo, misalnya,”

jelas Firman.

Salah satu poin krusial lainnya yakni status Gibran sebagai figur non-partisan, ia tak berpartai. Tanpa kendaraan politik dan tanpa perlindungan kekuasaan ayahnya, Gibran kini berada di posisi yang sangat rentan. Firman berpendapat, partai-partai mapan enggan menampung Gibran karena citra negatif yang melekat padanya.

Partai-partai establish tidak melihat dia (Gibran) sebagai suatu hal yang menguntungkan, malah bahkan bisa menjadi beban karena citra dia yang tidak smart, KKN, ‘anak haram’ konstitusi, dan lain-lain. Partai tidak mau kecipratan citra buruk seperti itu,”

tegas Firman.

Nihil “kendaraan” jadi problematik buat Gibran, sebab dia bakal semakin ringkih karena sadar posisi bapaknya pun semakin ringkih.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi Pilpres 2024, yaitu ketika partai membutuhkan Gibran karena Jokowi masih kuat, tapi sekarang berkebalikan.

Kala itu, Gibran sering dinarasikan sebagai representasi generasi muda yang tangguh dan berani di kancah politik tertinggi.

Ia diharapkan membawa angin segar, menjadi penggerak sosial-ekonomi, serta memperkuat partisipasi politik kaum muda. Tapi situasi ke depan belum tentu sama.

Menanggapi kekhawatiran bahwa ditinggalkannya Gibran akan mematikan regenerasi politik anak muda, Firman menepis anggapan tersebut. Baginya, Gibran bukanlah representasi meritokrasi kaum muda, melainkan produk privilese.

Siapa bilang Gibran mewakili anak muda? Anak muda plus bapaknya presiden. Anak muda yang betul-betul menghargai meritokrasi, rasional, kompetisi, tentu tidak akan menjadikan itu idola, bahkan dia (anak muda) mengatakan itu kemunduran,”

tutur Firman.

Kalangan muda, cepat atau lambat, bakal tetap terjadi. Apalagi muda-muda membutuhkan aktualisasi. Hanya saja pembedanya, ialah ada partai yang betul jor-joran di dalam memberikan kesempatan bagi kader mudanya untuk terjun.

Artinya, regenerasi politik bisa terus berjalan secara alamiah dalam partai-partai yang memiliki sistem kaderisasi baik, tanpa harus bergantung pada figur Gibran.

Firman melihat pola “pecah kongsi” antara Presiden dan Wakil Presiden adalah hal lumrah dalam politik Indonesia, dari level daerah hingga nasional.

Dengan posisi Prabowo yang semakin dominan, opsi untuk meninggalkan Gibran dan menggandeng mitra koalisi yang lebih strategis menjadi sangat terbuka.

Tag:Bahlil Lahadaliagerindragibran rakabuming rakaHeadlineJoko WidodoJokowiMuhaimin IskandarPANpartai amanat nasionalPartai GolkarPartai Kebangkitan BangsapemiluPKBPrabowo SubiantoPresidenwakil presidenZulkifli Hasan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
1
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Tegas! Komisi IX DPR Minta Pengganti Kepala BGN Harus Profesional, Jangan Titipan Politik
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Politik

Dear DPR dan Prabowo: Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan

Pegiat pemilu sekaligus dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
6 jam lalu
Kepala BGN Sudaryono usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden).
Politik

Usai Dilantik Prabowo, Sudaryono Janji Bikin BGN Transparan: Semua Harus Terang Benderang

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Kepala BGN Sudaryono usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Politik

Gerindra Dorong Kepala BGN Baru Bergerak Lebih Progresif, Tata Kelola MBG Jadi Sorotan

Partai Gerindra berharap pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) jadi momentum…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Teenage Ali KSP, Ulta Levenia Nababan.
Politik

Ulta Levenia Tak Patut Hina Jas Almamater UI, Jawab Kritik Harus dengan Data

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, perwakilan pemerintah harus menjawab…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up