Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terbebani oleh performa impresif rival abadi, Persib Bandung.
Baginya, kunci utama dalam perebutan gelar Super League 2025/2026 adalah konsistensi meraih kemenangan di setiap pertandingan.
Persija baru saja meraih kemenangan penting 3-2 atas Malut United pada pekan ke-23 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa 24 Februari 2026.
Hasil tersebut membuat Macan Kemayoran kini menempati posisi kedua klasemen sementara.
Bahkan, tambahan tiga poin itu membuat Persija mengoleksi 50 poin, jumlah yang sama dengan Persib Bandung di puncak klasemen.
Persib Masih Punya Laga Tunda
Meski berhasil menyamai poin Persib, posisi Persija belum sepenuhnya aman. Tim asuhan Bojan Hodak masih memiliki satu pertandingan tunda dan belum memainkan laga pekan ke-23. Artinya, perubahan klasemen masih sangat mungkin terjadi.
Namun Mauricio Souza memilih untuk tidak larut dalam tekanan persaingan. Ia menekankan pentingnya fokus internal tim dibanding memikirkan hasil yang diraih kompetitor.
Souza mengakui bahwa perjalanan Persija musim ini tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah kendala, termasuk cedera pemain, membuat tim tak selalu tampil dengan kekuatan penuh.
Meski demikian, ia optimistis dengan dukungan penuh dari suporter setia, The Jakmania.
Saya pikir Jakmania harus terus mendukung tim ini karena kami masih berjuang untuk mencapai target kami. Kami menghadapi banyak masalah sepanjang kompetisi,”
ujar Mauricio Souza usai pertandingan.
Tak Bisa Kontrol Persib
Terkait persaingan gelar dengan Maung Bandung, pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kendali atas hasil yang diraih tim lain.
Menurutnya, satu-satunya hal yang bisa dilakukan Persija adalah menjaga performa sendiri dan terus mengumpulkan poin maksimal di setiap laga.
Ia pun menyerahkan hasil akhir kepada kehendak Tuhan, sembari memastikan timnya tetap fokus pada target utama.
Mengenai tim lain (Persib), saya tidak bisa mengontrol mereka. Kami hanya bisa mengontrol diri sendiri, terus mengumpulkan poin. Jika memang sudah kehendak Tuhan kami menjadi juara, maka itu akan terjadi,”
jelas Mauricio Souza.
Yang harus kami lakukan adalah terus memenangkan pertandingan dan fokus pada apa yang bisa kami kendalikan,”
tambahnya.
Dengan persaingan papan atas yang semakin sengit, Persija tetap menjaga optimisme dalam perburuan trofi Super League 2025/2026.
Konsistensi, mentalitas, dan dukungan suporter menjadi modal penting Macan Kemayoran dalam menghadapi sisa kompetisi musim ini.
Jika mampu menjaga tren positif, bukan tidak mungkin Persija benar-benar mewujudkan ambisi mengangkat trofi di akhir musim.

