Konflik bersenjata yang meletus setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran kini dipandang memiliki potensi berlangsung lama dan berdampak luas secara global.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, percaya bahwa tujuan serangan itu bukan semata menghentikan program nuklir Iran, tapi lebih jauh mencari perubahan rezim di Teheran.
Dino menyatakan bahwa alasan yang lazim dikemukakan yakni untuk menghentikan kemampuan nuklir Iran bukanlah motivasi utama operasi militer tersebut.
Catat bahwa ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan, karena tujuan dari serangan militer ini kali ini bukan hanya untuk menghentikan kapasitas nuklir Iran, tapi untuk menumbangkan pemerintah di Teheran,”
ujar Dino melalui unggahan video di media sosialnya pada Minggu, 1 Maret 2026.
Menurut Dino, ada indikasi kuat bahwa upaya destabilisasi pemerintah Iran telah lama menjadi bagian dari strategi yang lebih luas, bukan hanya aksi terburu-buru.
Dino menilai berbagai elemen mulai dari tekanan militer, oposisi politik, hingga mobilisasi politik dapat dikerahkan oleh Amerika Serikat dan Israel untuk mendorong perubahan rezim di Iran.
Segala aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, upaya agen Mossad di Iran, instrumen sosial ekonomi, dan lain sebagainya akan dikerahkan untuk menumbangkan pemerintah Iran,”
urainya.
Iran Diprediksi Membalas dengan Kekuatan Penuh
Meski tekanan luar meningkat, Dino percaya Iran tidak akan tinggal diam. Iran, menurutnya, memiliki keunikan sebagai negara kuat secara ideologis dan militer di wilayahnya, sehingga responsnya kemungkinan besar akan bersifat keras dan tidak mudah diprediksi.
Pemerintah Iran juga tidak akan tinggal diam dan mereka juga akan melakukan segala cara untuk melawan intervensi luar ini,”
katanya, sambil menyoroti kekuatan jaringan politik dan militer Tehran di Timur Tengah.
Dino juga memperingatkan dampak dari jatuhnya rezim Iran terhadap hukum internasional dan moral global. Ia menyatakan bahwa walaupun Teheran runtuh, itu tidak memberi pembenaran moral atau hukum terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kalau pun pemerintah di Teheran tumbang dan kemungkinan ini juga ada, maka ini juga tidak otomatis baik secara moral, secara hukum internasional, memberikan pembenaran terhadap aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel,”
jelasnya.
Salah satu kekhawatiran terbesar Dino adalah kemungkinan eskalasi konflik menjadi perang global, seperti yang pernah ia sampaikan bahwa intervensi besar oleh kekuatan dunia bisa memicu dinamika perang yang lebih luas.
Pandangan ini menunjukkan bahwa konsekuensi politik dan strategis dari serangan militer terhadap Iran dapat jauh lebih rumit daripada sekadar hitungan militer semata dengan potensi menyulut gelombang konflik yang lebih besar.

