Negosiator Iran mundur dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, Teheran akan mengambil langkah krusial dengan kembali menutup sepenuhnya Selat Hormuz, 1 Juni 2026.
Merujuk laporan kantor berita afiliasi dengan pemerintah Iran, Tasnim, upaya itu sebagai tindakan balasan atas pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut. Laporan tersebut juga menyoroti operasi militer Israel di Lebanon terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran.
“Tidak akan ada dialog sampai Israel sepenuhnya menarik diri dari wilayah pendudukan di Lebanon dan menghentikan semua serangan di Lebanon dan Gaza,”
kata Tasnim, dikutip dari CNBC, Selasa, 2 Juni 2026.
“Selain itu, front perlawanan dan Iran telah bertekad untuk sepenuhnya memblokir Selat Hormuz dan mengaktifkan front-front lain termasuk Selat Bab al-Mandeb, untuk menghukum Zionis dan para pendukungnya,”
mengutip laporan itu.
Selat Bab el-Mandeb adalah jalur perdagangan penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Laporan itu juga membuat harga minyak melonjak lebih dari 7 persen, yang menandakan kegagalan dalam upaya penyelesaian diplomatik atas perang yang memasuki bulan keempat.






