Iran telah menunjuk kepemimpinan sementara menyusul serangan gabungan AS dan zionis Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini disampaikan oleh televisi pemerintah Iran.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, pada Minggu, 1 Maret 2026, televisi pemerintah Iran Press TV mengatakan bahwa anggota dewan kepemimpinan sementara telah dibentuk, yang terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, anggota dewan yurisprudensi Ayatollah Alireza Arafi, dan kepala peradilan Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i.
Melansir dari The Hill, Selasa, 2 Maret 2026, meskipun dewan kepemimpinan telah diumumkan dan akan memerintah sementara, sebuah panel beranggotakan 88 orang yang dikenal sebagai Majelis Pakar Iran juga harus memilih pemimpin tertinggi baru sesegera mungkin menurut hukum Iran.
Sebagai informasi, pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan zionis Israel melancarkan serangan terhadap Iran setelah ketegangan selama beberapa minggu antara Washington dan Teheran. Tak lama setelah serangan tersebut, Iran membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Qatar.
Presiden Trump pun mengumumkan pada Sabtu sore bahwa Khamenei telah tewas, setelah beberapa media melaporkan bahwa ia tewas akibat serangan Israel. Kemudian pada hari Sabtu, media pemerintah Iran mengkonfirmasi kematiannya.
Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,”
kata Trump di Truth Social.
Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darah,”
tambahnya.
Departemen Luar Negeri AS juga mendesak warga Amerika untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi militer AS di Iran.
Menyusul peluncuran operasi tempur AS di Iran, warga Amerika di seluruh dunia dan khususnya di Timur Tengah harus mengikuti panduan dalam peringatan keamanan terbaru yang dikeluarkan oleh kedutaan atau konsulat AS terdekat,”
kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah peringatan keamanan.

