Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 3 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Perang di Timur Tengah Memanas dan Panjang, Ini Dampak Terburuk ke Ekonomi RI
Ekonomi Bisnis

Perang di Timur Tengah Memanas dan Panjang, Ini Dampak Terburuk ke Ekonomi RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 2, 2026 3:46 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
SHARE

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) – Israel vs Iran telah menyebabkan ketidakpastian global. Kondisi tersebut turut berdampak pada perekonomian Indonesia. 

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Melambung Beban Berat APBN
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tertahan

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan konflik Iran melawan AS dan Israel menekan ekonomi Indonesia utamanya melalui jalur harga energi, nilai tukar, dan sentimen pasar keuangan.

Ketika eskalasi terjadi, harga minyak mentah langsung melonjak tajam, bahkan sempat naik sekitar 13 persen hingga sekitar US$82 per barel, karena pasar menilai risiko gangguan pasokan dan pengiriman meningkat,”

ujar Josua saat dihubungi owrite Senin, 2 Maret 2026.

Josua menyoroti, penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran, karena telah memicu gejolak pada harga energi. Sebab, selat itu menangani sekitar seperempat perdagangan minyak melalui laut dunia.

Kondisi ini diperburuk oleh indikasi lalu lintas kapal tanker yang nyaris berhenti dan kenaikan biaya asuransi serta pengalihan rute pelayaran, yang secara praktis memperketat pasokan dan menanamkan tekanan inflasi baru ke perekonomian global,”

jelasnya.

Harga Minyak Melambung Beban Berat APBN

Josua mengatakan, dalam skenario yang lebih berat, penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak naik lebih jauh hingga di atas US$100 per barel. Kondisi ini pun berpotensi membuat nilai tukar rupiah amblas.

Bersamaan dengan itu, penguatan dolar AS biasanya terjadi karena investor beralih ke aset yang dianggap aman ketika ketidakpastian naik, sehingga mata uang negara berkembang cenderung tertekan,”

jelasnya.

Josua mengatakan, bagi Indonesia yang merupakan importir neto minyak, lonjakan harga minyak akan memperbesar biaya impor energi, memperburuk defisit perdagangan migas, dan memberi tekanan tambahan ke rupiah. Sementara pelemahan rupiah akan memperkuat inflasi impor dan menaikkan beban subsidi energi dalam rupiah. 

Risiko fiskalnya tidak kecil, karena setiap kenaikan US$1 pada asumsi harga minyak dapat menambah beban belanja sekitar Rp10 triliun, sedangkan tambahan penerimaan hanya sekitar Rp3 triliun, sehingga defisit bersih cenderung melebar bila kenaikan harga bertahan,”

jelasnya.

Lalu dari sisi pasar keuangan, kenaikan ketidakpastian membuat biaya pendanaan berpotensi naik. Sebab, investor meminta imbal hasil lebih tinggi, dan bank sentral cenderung lebih berhati-hati menurunkan suku bunga demi menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi. 

Josua menilai, pada level dunia usaha, kombinasi biaya energi, biaya logistik, dan biaya dana yang lebih mahal biasanya menahan ekspansi. Sedangkan rumah tangga berpotensi menahan konsumsi jika biaya hidup naik, sehingga tekanan pada pertumbuhan lebih mudah muncul bila gejolak berlangsung lebih lama.

Laju Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tertahan

Josua menilai, dampak konflik ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 akan cenderung terbatas. Hal ini karena eskalasi besar terjadi di akhir Februari.

Sehingga jendela spillover ke aktivitas riil kuartal I terutama lewat data Maret dan lebih banyak berwujud pada sentimen, nilai tukar, serta biaya energi dan logistik, bukan kontraksi produksi yang terjadi seketika,”

jelasnya.

Namun, arah koreksi tetap bergantung pada durasi konflik. Josua menerangkan jika eskalasi terbatas dan harga minyak bertahan di kisaran US$80-US$90 per barel, dampaknya umumnya masih dapat dikelola, dan koreksi pertumbuhan kuartal I kemungkinan hanya kecil. 

Menurut Josua, jika dalam skenario terburuk membuat harga minyak sempat menembus US$100 per barel, dan berdampak pada rata-rata harga minyak Brent sepanjang 2026 bertahan di kisaran US$85 per barel. Maka akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 sebesar 0,35 poin.

Dibandingkan proyeksi dasar yang menempatkan rata-rata harga minyak Brent 2026 sekitar US$68,7 per barel dan pertumbuhan ekonomi 2026 sekitar 5,1-5,2 persen, kenaikan sekitar US$16 per barel tersebut secara indikatif berpotensi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 sekitar 0,35 poin. Sehingga pertumbuhan tahun 2026 berpotensi bergeser dari sekitar 5,1-5,2 persen menjadi melambat 4,75-4,85 persen secara tahunan,”

jelasnya.
Tag:Amerika SerikatAPBNAS-Israel vs IranHarga MinyakiranperangPertumbuhan Ekonomitimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
4
Pajak Final UMKM 0,5 Persen Kini Hanya untuk Kelompok Tertentu, Ini Daftarnya
By Anisa Aulia
Ilustrasi pajak
5

BERITA LAINNYA

Petugas kesehatan memeriksa mulut sapi kurban di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Tambak Mayor Utara, Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Didik Suhartono/bar)
Ekonomi Bisnis

Kementan Klaim Surplus Hewan Kurban, BPS Justru Catat Impor Sapi Jumbo dari Australia

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia mengimpor 20,9 ribu ton sapi jantan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik
Ekonomi Bisnis

Viral Komplain Masyarakat Soal Lonjakan Tagihan Listrik Mei 2026, Ini Bantahan PLN

PT PLN (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik di tengah ramainya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep Malik
6 jam lalu
Ilustrasi Kunjungan wisatawan mancanegara
Ekonomi Bisnis

Wisman Melancong ke RI Naik Tapi Perjalanan Warga Indonesia Anjlok, Kenapa?

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong mengalami kenaikan pada April 2026. Namun,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
gambar ilustrasi pajak
Ekonomi Bisnis

PPh Final 0,5 Persen Kini Dibatasi, HIPMI Beberkan Dampak Beratnya ke Dunia Usaha

Pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up