Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Perang di Timur Tengah Memanas dan Panjang, Ini Dampak Terburuk ke Ekonomi RI
Ekonomi Bisnis

Perang di Timur Tengah Memanas dan Panjang, Ini Dampak Terburuk ke Ekonomi RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 2, 2026 3:46 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
SHARE

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) – Israel vs Iran telah menyebabkan ketidakpastian global. Kondisi tersebut turut berdampak pada perekonomian Indonesia. 

Daftar isi Konten
  • Harga Minyak Melambung Beban Berat APBN
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tertahan

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan konflik Iran melawan AS dan Israel menekan ekonomi Indonesia utamanya melalui jalur harga energi, nilai tukar, dan sentimen pasar keuangan.

Ketika eskalasi terjadi, harga minyak mentah langsung melonjak tajam, bahkan sempat naik sekitar 13 persen hingga sekitar US$82 per barel, karena pasar menilai risiko gangguan pasokan dan pengiriman meningkat,”

ujar Josua saat dihubungi owrite Senin, 2 Maret 2026.

Josua menyoroti, penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran, karena telah memicu gejolak pada harga energi. Sebab, selat itu menangani sekitar seperempat perdagangan minyak melalui laut dunia.

Kondisi ini diperburuk oleh indikasi lalu lintas kapal tanker yang nyaris berhenti dan kenaikan biaya asuransi serta pengalihan rute pelayaran, yang secara praktis memperketat pasokan dan menanamkan tekanan inflasi baru ke perekonomian global,”

jelasnya.

Harga Minyak Melambung Beban Berat APBN

Josua mengatakan, dalam skenario yang lebih berat, penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak naik lebih jauh hingga di atas US$100 per barel. Kondisi ini pun berpotensi membuat nilai tukar rupiah amblas.

Bersamaan dengan itu, penguatan dolar AS biasanya terjadi karena investor beralih ke aset yang dianggap aman ketika ketidakpastian naik, sehingga mata uang negara berkembang cenderung tertekan,”

jelasnya.

Josua mengatakan, bagi Indonesia yang merupakan importir neto minyak, lonjakan harga minyak akan memperbesar biaya impor energi, memperburuk defisit perdagangan migas, dan memberi tekanan tambahan ke rupiah. Sementara pelemahan rupiah akan memperkuat inflasi impor dan menaikkan beban subsidi energi dalam rupiah. 

Risiko fiskalnya tidak kecil, karena setiap kenaikan US$1 pada asumsi harga minyak dapat menambah beban belanja sekitar Rp10 triliun, sedangkan tambahan penerimaan hanya sekitar Rp3 triliun, sehingga defisit bersih cenderung melebar bila kenaikan harga bertahan,”

jelasnya.

Lalu dari sisi pasar keuangan, kenaikan ketidakpastian membuat biaya pendanaan berpotensi naik. Sebab, investor meminta imbal hasil lebih tinggi, dan bank sentral cenderung lebih berhati-hati menurunkan suku bunga demi menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi. 

Josua menilai, pada level dunia usaha, kombinasi biaya energi, biaya logistik, dan biaya dana yang lebih mahal biasanya menahan ekspansi. Sedangkan rumah tangga berpotensi menahan konsumsi jika biaya hidup naik, sehingga tekanan pada pertumbuhan lebih mudah muncul bila gejolak berlangsung lebih lama.

Laju Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tertahan

Josua menilai, dampak konflik ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 akan cenderung terbatas. Hal ini karena eskalasi besar terjadi di akhir Februari.

Sehingga jendela spillover ke aktivitas riil kuartal I terutama lewat data Maret dan lebih banyak berwujud pada sentimen, nilai tukar, serta biaya energi dan logistik, bukan kontraksi produksi yang terjadi seketika,”

jelasnya.

Namun, arah koreksi tetap bergantung pada durasi konflik. Josua menerangkan jika eskalasi terbatas dan harga minyak bertahan di kisaran US$80-US$90 per barel, dampaknya umumnya masih dapat dikelola, dan koreksi pertumbuhan kuartal I kemungkinan hanya kecil. 

Menurut Josua, jika dalam skenario terburuk membuat harga minyak sempat menembus US$100 per barel, dan berdampak pada rata-rata harga minyak Brent sepanjang 2026 bertahan di kisaran US$85 per barel. Maka akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 sebesar 0,35 poin.

Dibandingkan proyeksi dasar yang menempatkan rata-rata harga minyak Brent 2026 sekitar US$68,7 per barel dan pertumbuhan ekonomi 2026 sekitar 5,1-5,2 persen, kenaikan sekitar US$16 per barel tersebut secara indikatif berpotensi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 sekitar 0,35 poin. Sehingga pertumbuhan tahun 2026 berpotensi bergeser dari sekitar 5,1-5,2 persen menjadi melambat 4,75-4,85 persen secara tahunan,”

jelasnya.
Tag:Amerika SerikatAPBNAS-Israel vs IranHarga MinyakiranperangPertumbuhan Ekonomitimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
1
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
2
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
3
Hakim Bongkar Kejanggalan Foto Keluarga Febrie Ditemukan di Rumah Sentul, Ada Pertanyaan Besar
By Rahmat Baihaqi
Hakim Richard Edwin Basoeki saat menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kubu Febrie dalam sidang di PN Jakarta Selatan.
4
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Dokter Icha, Puan Pilih Hormati Hukum
By Rika Pangesti
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Banyak Bank Parkir Dana di Surat Berharga, Begini Jurus BI Sebar Likuiditas

Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyesuaian skema insentif likuiditas guna mendorong bank…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elit dari Daftar Penerima MBG, Ini Tujuannya

Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 80 sekolah dari daftar penerima program Makan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Catat! BGN Mau Buka Dapur SPPG Baru Tahun Ini, Janjikan Tak Minta Duit APBN Lagi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan tidak akan meminta tambahan anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Putuskan Rp120 Triliun Keuntungan Danantara Dialihkan ke APBN Tahun Ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pengalihan sebagian keuntungan Badan Pengelola Daya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up