Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / PPh Final 0,5 Persen Kini Dibatasi, HIPMI Beberkan Dampak Beratnya ke Dunia Usaha
Ekonomi Bisnis

PPh Final 0,5 Persen Kini Dibatasi, HIPMI Beberkan Dampak Beratnya ke Dunia Usaha

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 2, 2026 5:14 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
gambar ilustrasi pajak
gambar ilustrasi pajak. (foto: pixa bay)
SHARE

Pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif 0,5 persen. Melalui ketentuan baru ini, badan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV), firma, dan perseroan terbatas (PT) tidak lagi dapat menikmati fasilitas tersebut untuk periode pemanfaatan baru.

Daftar isi Konten
  • HIPMI Ungkap Dampak bagi Dunia Usaha
  • HIPMI Minta Ada Kompensasi bagi UMKM
  • Pemerintah Beri Masa Transisi

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira, mengatakan perubahan aturan ini berpotensi membuat pelaku usaha menghadapi beban administrasi dan perpajakan lebih cepat.

Pasalnya, selama ini banyak pelaku usaha memilih badan usaha berbentuk CV maupun PT untuk memenuhi kebutuhan profesionalisme serta mempermudah kerja sama dengan perbankan, investor, maupun mitra bisnis.

Selama ini banyak pelaku usaha yang memilih bentuk badan usaha CV maupun PT karena tuntutan profesionalisme, kebutuhan kerja sama dengan perbankan, investor, maupun mitra bisnis. Dengan perubahan aturan ini, pelaku usaha yang baru naik kelas dan mulai bertransformasi menjadi badan usaha formal justru berpotensi menghadapi kenaikan beban administrasi dan perpajakan lebih cepat,”

ujar Anggawira saat dihubungi Owrite.id, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga:
BRI Bukukan Laba Bersih Rp31,2 Triliun pada Kuartal II-2026, Ini… PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI membukukan laba bersih Rp31,2…
40 Perusahaan Baja Diduga Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Potensi Kerugian… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga mengemplang…
BI Ubah Kebijakan Likuiditas 1 September, Sektor Ini Diincar Banyak… Bank Indonesia (BI) akan memperbarui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 September…
  • BRI Bukukan Laba Bersih Rp31,2 Triliun pada Kuartal II-2026, Ini Penyumbangnya
  • 40 Perusahaan Baja Diduga Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Potensi Kerugian Negara Rp5…
  • BI Ubah Kebijakan Likuiditas 1 September, Sektor Ini Diincar Banyak Pembiayaan

Adapun kebijakan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.

HIPMI Ungkap Dampak bagi Dunia Usaha

Anggawira membeberkan sejumlah dampak yang berpotensi dirasakan dunia usaha akibat revisi aturan tersebut. Pertama, meningkatnya biaya kepatuhan (compliance cost) bagi pelaku usaha yang sedang berkembang.

Mereka harus menyesuaikan sistem pembukuan dan administrasi perpajakan yang lebih kompleks dibandingkan skema PPh Final,”

jelasnya.

Kedua, berkurangnya insentif bagi UMKM yang sedang melakukan legalisasi dan penguatan status usaha. Padahal, selama ini pemerintah mendorong pelaku usaha untuk naik kelas dari usaha perorangan menjadi badan usaha yang lebih profesional.

Ketiga, sebagian UMKM berpotensi menunda ekspansi bisnis karena meningkatnya beban usaha.

Potensi tertundanya ekspansi usaha bagi sebagian UMKM yang margin keuntungannya masih tipis, terutama di sektor perdagangan, manufaktur kecil, dan kuliner yang saat ini juga menghadapi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan daya beli masyarakat,”

ujarnya.

Meski demikian, HIPMI memahami tujuan pemerintah melakukan penyesuaian aturan tersebut agar insentif perpajakan lebih tepat sasaran bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Ilustrasi UMKM Coffee Shop. (Sumber: Unsplash/Nafinia Putra)
Ilustrasi UMKM Coffee Shop. (Sumber: Unsplash/Nafinia Putra)

HIPMI Minta Ada Kompensasi bagi UMKM

Anggawira meminta pemerintah memastikan pelaku UMKM yang tidak lagi memperoleh fasilitas PPh Final tetap mendapatkan dukungan agar proses pengembangan usaha tidak terhambat.

Pemerintah perlu memastikan bahwa UMKM yang tidak lagi memperoleh fasilitas PPh Final mendapatkan kompensasi berupa kemudahan akses pembiayaan, pendampingan pembukuan, digitalisasi perpajakan, serta insentif investasi dan pengembangan usaha,”

imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas PPh Final UMKM 0,5 persen. Fasilitas tersebut kini hanya dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak orang pribadi, wajib pajak badan berbentuk perseroan perorangan, serta koperasi dengan omzet tidak lebih dari Rp4,8 miliar per tahun pajak.

Dengan perubahan ini, CV, firma, PT biasa, dan badan usaha milik desa (BUMDes) tidak lagi masuk dalam kelompok wajib pajak yang berhak menerima fasilitas PPh Final UMKM untuk periode baru.

Pemerintah Beri Masa Transisi

Meski melakukan perubahan kriteria penerima fasilitas, pemerintah tidak langsung menghentikan pemberian insentif bagi wajib pajak yang telah memanfaatkannya berdasarkan aturan lama.

Pemerintah tetap memberikan masa transisi bagi wajib pajak badan yang masih berada dalam periode pemanfaatan fasilitas sesuai ketentuan sebelumnya.

Baca juga:
Transaksi QRIS Tumbuh 82,4 Persen, Destry Janjikan Ini Perkuat Perlindungan… Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menyatakan transaksi QRIS tumbuh 82,4 persen…
Desa Adat Sade Hangus Terbakar, Pemerintah Janji Siapkan Bantuan Rekonstruksi Pemerintah menyiapkan bantuan pembiayaan untuk rekonstruksi atau membangun ulang Desa Adat Sade…
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan… Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, menyentil perbankan agar lebih…
  • Transaksi QRIS Tumbuh 82,4 Persen, Destry Janjikan Ini Perkuat Perlindungan Konsumen
  • Desa Adat Sade Hangus Terbakar, Pemerintah Janji Siapkan Bantuan Rekonstruksi
  • Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
Tag:Dunia usahaHIPMIPajakPengusahaPPh Final UMKMUMKM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
1
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
2
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
3
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Saatnya Penyegaran, Kapolri dan Jaksa Agung Didesak Diganti
By Rahmat Tunny
Jaksa Agung ST Burhanudin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung.
4
40.759 Orang Diduga Keracunan MBG, JPPI: Ganti Kepala BGN Tak Selesaikan Masalah
By Natania Longdong
Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit
5

BERITA LAINNYA

Bahan Bakar Avtur
Ekonomi Bisnis

Harga Avtur Naik, Fuel Surcharge Tiket Pesawat Kini Bisa Tembus 40 Persen

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap kebijakan Fuel Surcharge…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Soroti Rencana Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya: Nggak Perlu, Uangnya Kebanyakan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ogah Jalankan Tax Amnesty: Selama Saya Jadi Menkeu Nggak Ada!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ekonomi Bisnis

Kompak Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,09 Persen dan Rupiah Perkasa Rp17.679 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up