Baru-baru ini viral dia media sosial seorang polisi nyamar jadi ustad demi menangkap revidisi di Padang, Sumatera Barat.
Revidisi sendiri disebut juga “penjahat kambuhan”, di mana seseorang seseorang kembali melakukan tindak pidana (kejahatan) setelah sebelumnya pernah dijatuhi hukuman tetap atas tindak pidana sebelumnya.
Video tersebut dibagikan oleh akun TikTok @david_wewe2000. Dalam video tersebut, awalnya polisi bernama David Wewe dari Tin Klewang Sumatera Barat ini menjadi pembicara di Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Ia memberi peringatan keras kepada ratusan pelajar mengenai kenakalan remaja, mulai dari bahaya narkoba, bullying, pergaulan bebas. Ia pun mengajak generasi muda ini untuk menjauhi hal-hal tersebut.
Usai jadi pembicara, David ciduk seorang revidisi yang ditemukan di jalan. Masih mengenakan baju koko dan kopiah, ia menghampiri pria parubaya berinisial WL tersebut.
Awalnya pelaku yang sedang mulung itu mengira akan diajak ke acara pengajian, namun ketika melihat “Elang Padang”, pelaju sempat mencoba kabur dan membuang barang bukti ke dalam gerobak.
WL yang awalnya diduga sebagai pelaku pencurian tertangkap basah membawa sabu di kawasan Permindo. Diduga WL selama ini mencuri untuk membeli sabu.
Temuan barang bukti, polisi menemukan paket sabu berserta alat hisapnya (bong). David pun nampak berjoget ke arah pelaku yang sudah berada di dalam mobil polisi.
Video tersebut viral dan sudah dilihat lebih dari 133,4 ribu akun. Banyak netizen yang memberi komentar pada unggahan tersebut.
Jadi penasaran isi ceramahnya,”
kata akun @anf***
Pengamet oke, ustad oke,”
tambah @heri***
“Multitalenta,”
celetuk @gus***
