Di tengah semakin banyaknya penggunaan perangkat nirkabel, earphone bluetooth menjadi salah satu gadget yang paling sering dipakai untuk mendengarkan musik, menerima panggilan, hingga menunjang aktivitas kerja dan belajar.
Namun, di balik marak penggunaannya, muncul kekhawatiran di masyarakat tentang apakah earphone bluetooth benar-benar berbahaya bagi kesehatan? Mari simak penjelasan ahli.
Apa Itu Earphone Bluetooth?
Melansir dari Eraspace, Earphone Bluetooth umumnya dikenal dengan sebutan TWS (True Wireless Stereo), khususnya untuk tipe yang benar-benar tidak menggunakan kabel sama sekali, baik antara sisi kiri maupun kanan.
Selain itu, terdapat beberapa istilah lain yang juga sering digunakan, tergantung pada bentuk dan fitur perangkatnya. Earbuds misalnya, atau headset Bluetooth, atau istilah umumnya yaitu wireless earphoneatau wireless headphone.
Semuanya sama, namun yang membedakan bukan fungsinya, tapi bentuk, cara pakai, dan fitur tambahannya. Misalnya ada/ tidaknya mikrofon, model di telinga atau over-ear, kualitas suara, dan daya baterai.
Fakta Medis, Bluetooth Tidak Merusak Otak
Belakangan ini, penggunaan earphone bluetooth sempat menjadi perbincangan karena muncul anggapan bahwa bluethoot membahayakan kesehatan, terutama terkait paparan radiasi yang disebut-sebut bisa berdampak pada otak.
Dilansir dari laman Universitas IPB, dr Widya Eka Nugraha, MSiMed, dosen Ilmu Biomedik Biologi Sel dan Molekuler menjelaskan bahwa dari sudut pandang medis, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan earphone bluetooth dapat merusak otak.
Ia menjelaskan bahwa bluetooth memancarkan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang termasuk dalam kategori radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan radiasi pengion seperti sinar X (X-ray) atau sinar gamma yang diketahui dapat merusak DNA pada dosis tertentu.
Pada paparan RF, mekanisme efek biologis yang terjadi umumnya berupa pemanasan jaringan atau thermal effect. Namun, dr Widya menegaskan bahwa perangkat Bluetooth yang beredar di pasaran telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Earphone Bluetooth Berisiko bagi Kesehatan
Alih-alih radiasi, dr Widya menekankan bahwa risiko kesehatan justru berkaitan dengan pola penggunaan. Menurutnya, gangguan pendengaran akibat volume yang terlalu keras dan penggunaan dalam durasi yang terlalu lama jadi masalah yang sering ditemui.
Selain itu, memakai earphone dalam kondisi lembap, jarang dibersihkan, atau dipakai bergantian dengan orang lain dapat meningkatkan risiko infeksi telinga luar.
Kemudian perlu diwaspadai juga tentang potensi berkurangnya fokus dan kewaspadaan saat berkendara maupun beraktivitas di ruang publik karena suara dari lingkungan sekitar menjadi kurang terdengar akibat memakai earphone.
Tips Aman Menggunakan Earphone Bluetooth
Agar penggunaan earphone Bluetooth tetap nyaman dan aman, dr Widya menyarankan beberapa hal berikut.
- Gunakan volume secukupnya, hindari mendengarkan audio dengan suara terlalu keras dalam waktu lama.
- Batasi durasi penggunaan dan berikan jeda secara berkala agar telinga dapat beristirahat.
- Rutin membersihkan earphone untuk mencegah penumpukan kotoran dan bakteri yang dapat memicu infeksi telinga.
- Hindari penggunaan bergantian dengan orang lain guna mengurangi risiko penularan kuman.
- Utamakan keselamatan saat beraktivitas, terutama ketika berkendara atau berada di ruang publik yang membutuhkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
- Pertimbangkan penggunaan earphone bone conduction dalam situasi tertentu karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar.
Earphone bluetooth pada dasarnya aman digunakan dan belum terbukti dapat merusak otak. Yang perlu diperhatikan justru adalah pola pemakaiannya, seperti volume suara, durasi penggunaan, dan kebersihan perangkat.
Dengan penggunaan yang bijak, earphone bluetooth dapat tetap nyaman digunakan tanpa mengganggu kesehatan.

