Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus amblas sejak awal 2026. Pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026, IHSG sempat menyentuh level 6.917, dan ditutup melemah sebesar 1,61 persen atau 7.022.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anjloknya IHSG karena narasi yang dilontarkan oleh ekonom yang mengatakan bahwa ekonomi RI mengalami resesi. Namun, dia mengatakan bahwa saat ini fundamental ekonomi RI masih bagus.
Nggak apa-apa itu. Jadi gini, perhatikan fundamental perekonomian selama fundamental ekonominya bagus, pasti akan bagus juga. Tapi kan sekarang banyak noise, banyak yang bilang ekonomi udah resesi,”
ujar Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Purbaya menuturkan, ekonomi pada kuartal IV-2025 masih tumbuh 5,39 persen, dan pada kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh 5,5 persen. Kemudian katanya, beberapa survei indikator salah satunya indeks kepercayaan konsumen naik.
Purbaya pun optimis pasar saham Indonesia akan kembali menguat. Bahkan dia meyakini IHSG berpeluang menuju level 10.000 pada tahun ini.
To the moon tetap. 10.000 masih bisa akhir tahun,”
imbuhnya.
Sementara itu, terkait nilai tukar rupiah yang pada hari ini tembus di level Rp17.000 per dolar AS. Purbaya enggan memberikan komentar secara detail. Menurutnya, ambruknya rupiah merupakan wewenang dari Bank Indonesia (BI).
Saya enggak tahu kenapa itu melemah, Anda harus tanyakan ke Bank Sentral kalau Rupiah. Karena tanggung jawab Bank Sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar, kalau saya ngomong kan nanti bahaya intervensi kebijakan Bank Sentral,”
imbuhnya.


