Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat jutaan kendaraan telah melintasi jalur Trans Jawa hingga Sumatera menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengatakan dari proyeksi 3,5 juta kendaraan, baru sekitar 28 persen di antaranya telah meninggalkan Jakarta.
Proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan melintas Trans Jawa hingga ke Cikupa, Banten, sampai Sumatera. Saat ini sekitar 28 persen sudah meninggalkan Jakarta, sehingga masih ada sekitar 72 persen yang akan bergerak,”
ujar Agus, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menegaskan Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik melalui Operasi Ketupat 2026.
Menurut Agus, terdapat lima klaster pengamanan dalam operasi tersebut. Pertama, pengamanan di jalan tol, termasuk pengaturan rest area, penanganan bottleneck, dan rekayasa lalu lintas.
Kedua, pengamanan jalur arteri, jalan nasional, hingga jalur alternatif yang digunakan pemudik. Ketiga, pengamanan di titik transportasi seperti pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni, Gilimanuk–Ketapang, serta terminal, bandara, dan stasiun.
Keempat, pengamanan di tempat ibadah saat pelaksanaan salat Idul Fitri dan malam takbiran. Dan yang kelima, pengamanan di lokasi wisata yang menjadi tujuan masyarakat selama libur Lebaran.
Korlantas juga mencatat sejumlah daerah tujuan favorit pemudik tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga luar Jawa.
Agus menambahkan, Operasi Ketupat 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga aspek keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas menjadi prioritas.
Dua momentum sosial dan spiritual ini harus terjaga agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk dan perjalanan tetap lancar,”
ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi. Angka tersebut lebih rendah dibanding realisasi 2025 yang mencapai 154 juta orang.
Adapun Jawa Barat menjadi tujuan utama dengan potensi 30,97 juta pemudik. Kabupaten Bogor tercatat sebagai tujuan terbanyak dengan 5,35 juta orang, disusul Kabupaten Tangerang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.


