Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 12 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / SPPG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Dinilai Terancam Kehilangan Marwah
Nasional

SPPG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Dinilai Terancam Kehilangan Marwah

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Mei 7, 2026 3:20 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara (ANTARA FOTO/Andri Saputra/bar)
SHARE

Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menuai kritik dari sejumlah kalangan.

Daftar isi Konten
  • Dinilai Lebih Tepat Jadi Laboratorium Penelitian
  • Dikhawatirkan Timbulkan Polemik Baru

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mendorong universitas di Indonesia untuk ikut mendukung program MBG, salah satunya melalui pembangunan dapur SPPG di area kampus.

Namun, langkah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan polemik baru, terutama terkait independensi dan marwah institusi akademik.

Pengamat politik Kunto Adi menilai keterlibatan kampus dalam pembangunan dapur SPPG dapat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Membangun SPPG sebagai alat untuk melegitimasi program MBG yang sebenarnya masih banyak bermasalah di sisi teknisnya, di beberapa daerah juga masih banyak kasus dan berbagai persoalan lain. Menurut saya, itu justru bisa merendahkan wibawa akademik,”

kata Kunto Adi kepada owrite.id.

Menurutnya, perguruan tinggi selama ini dipandang sebagai ruang independen yang menjaga nilai akademik, demokrasi, dan nalar kritis.

Karena itu, keterlibatan dalam program yang masih menuai kontroversi dinilai perlu dipertimbangkan secara matang.

Dinilai Lebih Tepat Jadi Laboratorium Penelitian

Meski mengkritik pembangunan dapur SPPG di kampus, Kunto melihat masih ada sisi positif apabila fasilitas tersebut digunakan sebagai laboratorium riset dan pengembangan.

Itu yang pertama. Tapi kalau membangun dapur SPPG ini dijadikan model laboratorium, misalnya, sehingga bisa menjadi tempat bereksperimen untuk mendapatkan praktik terbaik dari dapur SPPG, ya memang itu tugas perguruan tinggi: riset, penelaahan, dan kajian,”

ujarnya.

Ia menilai fungsi utama kampus seharusnya lebih difokuskan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan evaluasi kebijakan, bukan sekadar menjadi pelaksana program pemerintah.

Kunto juga mempertanyakan alasan mendasar pembangunan dapur SPPG langsung di lingkungan universitas. Sebab, menurutnya, fasilitas serupa sebenarnya sudah tersedia di luar kampus.

Hanya saja, pertanyaannya, apakah harus sampai membuat dapur SPPG untuk melaksanakan riset atau kajian itu? Apa tidak bisa kampus membuat semacam laboratorium untuk memetakan berbagai hal tersebut?”

ucap Kunto Adi menanyakan.

Menurutnya, kajian akademik tetap bisa dilakukan tanpa harus menghadirkan dapur operasional di dalam area perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Kunto meminta pemerintah, kementerian terkait, dan pihak universitas memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai tujuan pembangunan SPPG di kampus.

Nah, ini yang menurut saya harus dijawab oleh kementerian, pemerintah, dan juga kampus itu sendiri. Jadi sebenarnya, membangun dapur SPPG itu untuk apa? Itu juga harus dijelaskan kepada publik, termasuk sivitas akademika di kampus itu sendiri,”

kata Kunto Adi.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi penting agar tidak muncul kesalahpahaman maupun penurunan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

Dikhawatirkan Timbulkan Polemik Baru

Keterlibatan perguruan tinggi dalam program MBG disebut berpotensi memunculkan perdebatan di ruang publik, terutama karena program tersebut masih menuai berbagai kritik teknis di sejumlah daerah.

Kalau menimbulkan masalah baru, saya pikir tidak. Hanya saja, ini bisa menimbulkan polemik di opini publik. Selama ini perguruan tinggi dianggap sebagai garda terakhir kewarasan, demokrasi, dan nilai-nilai baik lainnya. Lalu ketika ikut masuk ke praktik yang masih dianggap bermasalah ini, akhirnya muncul pertanyaan,”

tutur Kunto.

Ia menambahkan bahwa persoalan utamanya bukan sekadar pembangunan dapur, tetapi dampaknya terhadap legitimasi perguruan tinggi di mata masyarakat.

Jadi, problemnya adalah apakah perguruan tinggi akhirnya ikut terdelegitimasi oleh praktik ini atau tidak. Itu yang menjadi persoalannya,”

pungkasnya.
Tag:BGNKampusLaboratorium PenelitianPerguruan tinggiSPPG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Salat Tahajut
Hype

Doa Setelah Salat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa setelah salat tahajud harus dilafalkan agar ibadah lebih sempurna. Seperti diketahui, salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilaksanakan sebagai tanda kedekatan kepada Allah SWT. Salat tahajud bisa…

By
Syifa Fauziah
Ivan
7 Min Read
Swiss-Belresidences Kalibata
Hype

Kini Bisa Check-in Fleksibel, Hotel di Jakarta Tawarkan Menginap 24 Jam

Swiss-Belresidences Kalibata resmi menghadirkan program terbaru yaitu “24Hours Stay”, sebuah konsep menginap fleksibel yang memungkinkan tamu menikmati kamar selama 24 jam penuh sejak waktu check-in.  Program ini dihadirkan sebagai jawaban…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 Min Read
Petugas mengisi avtur ke pesawat Boeing 777-31H(ER) dengan nomor penerbangan SV5103 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang
Internasional

Krisis Avtur: Maskapai Eropa Batalkan 13 Ribu Penerbangan di Bulan Mei

Krisis bahan bakar pesawat membuat banyak maskapai penerbangan Eropa mulai membatalkan ribuan penerbangan pada Mei 2026. Kondisi ini terjadi setelah konflik Iran memicu lonjakan harga bahan bakar jet hingga ke…

By
Ani Ratnasari
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Deforestasi oleh pembangunan kebun sawit dalam konsesi PT Borneo International Anugerah di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto: Auriga Nusantara)
Nasional

Parah! Kerusakan Hutan dari Kalimantan ke Papua di Era Prabowo Angkanya Fantastis

Menurut angka terbaru yang dirilis oleh Auriga Nusantara melalui Status Deforestasi Indonesia…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
5 jam lalu
Ilustrasi pembubaran Nobar Film Pesta Babi. (Sumber: Dibuat AI)
Nasional

YLBHI Soroti Pembubaran Film ‘Pesta Babi’ oleh Aparat, Negara Takut pada Karya Seni?

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) merespons pelarangan dan pembubaran pemutaran film Pesta…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
8 jam lalu
Warga bersepeda saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut para pelaku diadili melalui peradilan umum serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar penegakan hukum berlaku adil dan transparan.
Nasional

Tolak Hadir Sidang Air Keras, Andrie Yunus Kembali Jalani Operasi di RSCM

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan bahwa Andrie Yunus kembali menjalani operasi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
9 jam lalu
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up