Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk
Ekonomi Bisnis

Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 17, 2026 1:57 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
SHARE

Sebagian besar para ahli menilai saat ini kondisi ekonomi Indonesia telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan dalam tiga bulan ke depan diperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi tetap tidak berubah dari angka terkini.

Daftar isi Konten
  • Inflasi Naik
  • Pasar Tenaga Kerja Lesu
  • Lingkungan Bisnis Memburuk
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Temuan ini tertuang dalam Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI Semester I 2026. 

Dalam survei ini, 41 dari 85 ahli atau setara 48 persen menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan 32 atau 38 persen ahli tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan.

Rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli yang menilai perekonomian sedang memburuk atau stagnan, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10,”

tulis laporan tersebut dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Tim LPEM UI menilai bahwa hasil ini masih konsisten dengan persepsi survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025, yang menunjukkan bahwa setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan para ahli masih meyakini kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik.

Inflasi Naik

Para ahli juga menilai bahwa tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia meningkat dibandingkan tiga bulan lalu. Sebagian besar, yakni 57 dari 85 ahli atau 67 persen memandang inflasi telah naik, dan 23 atau 27 persen ahli menilai tidak berubah, dan 5 ahli melihat inflasi mereda.

Kondisi ini mengindikasikan sinyal bahwa kenaikan inflasi secara bertahap akan menggerus daya beli masyarakat Indonesia. Sebab, rata-rata respons sebesar +0,71 mencerminkan kecenderungan yang jelas ke arah meningkatnya tekanan inflasi pada periode saat ini. 

Ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, karena meningkatnya tekanan inflasi berarti harga barang dan jasa semakin tinggi, yang secara bertahap menggerus daya beli masyarakat Indonesia,”

katanya.

Pasar Tenaga Kerja Lesu

Kemudian mayoritas ahli yakni 30 atau 35 persen menilai, kondisi pasar tenaga kerja tidak berubah dibandingkan tiga bulan lalu. Ahli yang menganggap kondisinya semakin ketat sebesar 44 ahli atau 56 persen cukup untuk menarik penilaian keseluruhan ke wilayah negatif, dan menyisakan hanya 11 ahli yang menilai pasar tenaga kerja melonggar.

Melemahnya pasar tenaga kerja umumnya menjadi tanda bahwa angka pengangguran naik dan pertumbuhan upah terhambat. Sehingga menekan pendapatan rumah tangga di seluruh penjuru negeri. 

Dengan memburuknya kondisi ekonomi dan inflasi yang lebih tinggi, stagflasi bisa menjadi ancaman nyata bagi perekonomian,”

bunyi laporan itu.

Lingkungan Bisnis Memburuk

Di samping itu, para ahli menilai menilai lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Sebanyak 38 ahli menilai kondisi lebih buruk, 25 ahli melihat tidak berubah, dan 14 ahli menilai jauh lebih buruk. Artinya, kategori negatif ini secara gabungan menggambarkan iklim bisnis yang suram. 

Hasil ini menunjukkan penurunan dari penilaian yang sempat membaik pada putaran sebelumnya (-0,45), mengonfirmasi bahwa perbaikan singkat dalam sentimen para ahli tidak bertahan lama karena kondisi kembali dinilai berada dalam lintasan menurun,”

katanya.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Bila melihat dalam tiga bulan ke depan, para ahli umumnya memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan tetap tidak berubah dari angka terkini. Pasalnya, sebagian besar yakni 36 ahli berbagi pandangan ini, diikuti 28 ahli yang mengantisipasi memburuknya kondisi, dan 21 ahli memperkirakan perbaikan.

Rata-rata respons sebesar -0,11 berada tepat di titik netral, hal ini mencerminkan ekspektasi kolektif akan stagnasi secara umum dengan kecenderungan sedikit ke bawah. Skor keyakinan yang relatif moderat sebesar 7,47 mengindikasikan adanya ketidakpastian di kalangan para ahli.

Prospek pertumbuhan yang lesu umumnya mengarah pada aktivitas bisnis yang stagnan dan pengeluaran konsumen yang berhati-hati dalam beberapa bulan ke depan. Angka ini mencerminkan sedikit perbaikan dari rata-rata putaran sebelumnya sebesar -0,13, meski perbedaannya sangat kecil dan tidak cukup untuk mengindikasikan pergeseran yang berarti dalam sentimen para ahli,”

imbuhnya.
Tag:inflasiKondisi EkonomiLPEM FEB UIPertumbuhan EkonomisurveiTenaga Kerja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
1
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
2
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
5

BERITA LAINNYA

Pekerja di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). (Sumber: Dok. WEGE)
Ekonomi Bisnis

Mahendra Vijaya Pimpin WEGE, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris Hasil RUPST

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menetapkan Mahendra Vijaya sebagai Direktur…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
6 jam lalu
Pengeboran Onshore Milik Pertamina. (Sumber: Dok. PHE)
Ekonomi Bisnis

Lampaui Efisiensi, PHE Berhasil Hemat Anggaran Rp11 Triliun Lebih pada 2025

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat realisasi efisiensi biaya (cost optimization) sebesar…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up