Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk
Ekonomi Bisnis

Survei LPEM UI, 48 Persen Ekonom Sebut Kondisi Ekonomi RI Memburuk

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 17, 2026 1:57 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Ache Dipro)
SHARE

Sebagian besar para ahli menilai saat ini kondisi ekonomi Indonesia telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Bahkan dalam tiga bulan ke depan diperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi tetap tidak berubah dari angka terkini.

Daftar isi Konten
  • Inflasi Naik
  • Pasar Tenaga Kerja Lesu
  • Lingkungan Bisnis Memburuk
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Temuan ini tertuang dalam Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI Semester I 2026. 

Dalam survei ini, 41 dari 85 ahli atau setara 48 persen menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan 32 atau 38 persen ahli tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan.

Rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli yang menilai perekonomian sedang memburuk atau stagnan, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10,”

tulis laporan tersebut dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Tim LPEM UI menilai bahwa hasil ini masih konsisten dengan persepsi survei sebelumnya pada Oktober dan Maret 2025, yang menunjukkan bahwa setelah tiga survei berturut-turut dalam rentang 18 bulan para ahli masih meyakini kondisi perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik.

Inflasi Naik

Para ahli juga menilai bahwa tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia meningkat dibandingkan tiga bulan lalu. Sebagian besar, yakni 57 dari 85 ahli atau 67 persen memandang inflasi telah naik, dan 23 atau 27 persen ahli menilai tidak berubah, dan 5 ahli melihat inflasi mereda.

Kondisi ini mengindikasikan sinyal bahwa kenaikan inflasi secara bertahap akan menggerus daya beli masyarakat Indonesia. Sebab, rata-rata respons sebesar +0,71 mencerminkan kecenderungan yang jelas ke arah meningkatnya tekanan inflasi pada periode saat ini. 

Ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, karena meningkatnya tekanan inflasi berarti harga barang dan jasa semakin tinggi, yang secara bertahap menggerus daya beli masyarakat Indonesia,”

katanya.

Pasar Tenaga Kerja Lesu

Kemudian mayoritas ahli yakni 30 atau 35 persen menilai, kondisi pasar tenaga kerja tidak berubah dibandingkan tiga bulan lalu. Ahli yang menganggap kondisinya semakin ketat sebesar 44 ahli atau 56 persen cukup untuk menarik penilaian keseluruhan ke wilayah negatif, dan menyisakan hanya 11 ahli yang menilai pasar tenaga kerja melonggar.

Melemahnya pasar tenaga kerja umumnya menjadi tanda bahwa angka pengangguran naik dan pertumbuhan upah terhambat. Sehingga menekan pendapatan rumah tangga di seluruh penjuru negeri. 

Dengan memburuknya kondisi ekonomi dan inflasi yang lebih tinggi, stagflasi bisa menjadi ancaman nyata bagi perekonomian,”

bunyi laporan itu.

Lingkungan Bisnis Memburuk

Di samping itu, para ahli menilai menilai lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Sebanyak 38 ahli menilai kondisi lebih buruk, 25 ahli melihat tidak berubah, dan 14 ahli menilai jauh lebih buruk. Artinya, kategori negatif ini secara gabungan menggambarkan iklim bisnis yang suram. 

Hasil ini menunjukkan penurunan dari penilaian yang sempat membaik pada putaran sebelumnya (-0,45), mengonfirmasi bahwa perbaikan singkat dalam sentimen para ahli tidak bertahan lama karena kondisi kembali dinilai berada dalam lintasan menurun,”

katanya.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tak Berubah

Bila melihat dalam tiga bulan ke depan, para ahli umumnya memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan tetap tidak berubah dari angka terkini. Pasalnya, sebagian besar yakni 36 ahli berbagi pandangan ini, diikuti 28 ahli yang mengantisipasi memburuknya kondisi, dan 21 ahli memperkirakan perbaikan.

Rata-rata respons sebesar -0,11 berada tepat di titik netral, hal ini mencerminkan ekspektasi kolektif akan stagnasi secara umum dengan kecenderungan sedikit ke bawah. Skor keyakinan yang relatif moderat sebesar 7,47 mengindikasikan adanya ketidakpastian di kalangan para ahli.

Prospek pertumbuhan yang lesu umumnya mengarah pada aktivitas bisnis yang stagnan dan pengeluaran konsumen yang berhati-hati dalam beberapa bulan ke depan. Angka ini mencerminkan sedikit perbaikan dari rata-rata putaran sebelumnya sebesar -0,13, meski perbedaannya sangat kecil dan tidak cukup untuk mengindikasikan pergeseran yang berarti dalam sentimen para ahli,”

imbuhnya.
Tag:inflasiKondisi EkonomiLPEM FEB UIPertumbuhan EkonomisurveiTenaga Kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Malaysia Siap Kirim Bantuan untuk Indonesia Atasi Karhutla, Asalkan…
By Natania Longdong
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrsi beras fortifikasi.
Ekonomi Bisnis

Beras Fortifikasi Diduga Banyak Palsu, Bapanas Ungkap Kerugian Rakyat Capai Rp91 Triliun

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan akan menindak tegas pelaku di balik peredaran…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
26 menit lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Program Pembangunan PLTS 100 GW Bakal Jadi Senjata Bahlil Tekan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik penurunan impor…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
40 menit lalu
Gambar ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Klaim Proyek PLTS 100 GW Hemat Subsidi Rp73,9 T dan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan program pembangunan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Bahlil saat Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp, di Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Tancap Gas Bangun PLTS 100 GW: Dimulai Hari Ini, Dikebut 3 Tahun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mulai…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up