Pemerintah sedang mengkaji terkait rencana pemangkasan gaji pejabat sebagai respons atas dampak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. Kajian ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet pekan lalu.
Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak mempermasalahkan bila gaji menteri dipotong. Menurutnya, nilai gaji yang diterima oleh menteri sudah terlalu besar.
Ya nggak apa kalau menteri gajinya dipotong, sudah kegedean juga,”
ujar Purbaya usai melakukan kunjungan ke Pasar Beringharjo, Yogyakarta, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.
Di samping itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa usulan pemangkasan gaji pejabat sedang dikaji. Peluang pemangkasan itu terbuka untuk menghemat anggaran dari unsur pemerintahan.
Sedang kita detailkan kajiannya,”
ujar Prasetyo.
Prasetyo menuturkan, penghematan anggaran lebih baik dilakukan dari unsur pemerintahan mulai dari kementerian atau lembaga. Sejumlah langkah yang bisa dilakukan mulai dari mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Tentunya diawali nanti dari unsur pemerintahan, kementerian, dan lembaga kan banyak apa namanya yang bisa dilakukan untuk tadi mengurangi konsumsi BBM, misalnya migrasi ke transportasi publik, kurangi kendaraan dinas pemakaiannya,”
katanya.
Kendati demikian, Prasetyo mengatakan bahwa kondisi pasokan BBM RI masih aman. Ia meminta, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM meskipun terjadi dinamika global.
Dari sisi pasokan BBM Kita tidak perlu khawatir karena itu stok aman,”
terangnya.

