Usai libur Lebaran Idul Fitri 1447 H, rupiah diperdagangkan melemah sebesar 0,12 persen atau 21 poin ke level Rp16.918 per dolar AS pada pembukaan pagi ini Rabu, 25 Maret 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan mengalami pelemahan pada hari ini, di tengah harapan bahwa perang di Timur Tengah (Timteng) akan berakhir.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS. Walau ada harapan de-eskalasi di timteng, merespons laporan bahwa AS telah memberikan Iran sebuah rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut,”
ujar Lukman saat dihubungi owrite Rabu, 25 maret 2026.
Lukman mengatakan meski ada harapan, sentimen umum masih belum pulih seperti harga minyak dan penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah Iran.
Namun sentimen umum masih belum pulih, harga minyak masih tinggi dan Selat Hormuz masih ditutup,”
jelasnya.
Saat ini kata Lukman, investor belum sepenuhnya meyakini bahwa perang akan berakhir, dan investor masih berhati-hati memantau perkembangan yang terjadi. Sehingga, pada hari ini rupiah diperkirakan akan ada di level Rp16.950 per dolar AS.
Investor masih belum sepenuhnya yakin dan terus berhati-hati memantau perkembangannya. Range (rupiah hari ini) Rp16.850-Rp16.950,”
tuturnya.


