Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 1 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Alarm Bahaya! Konflik Global Picu Ancaman Energi dan Ketahanan Indonesia
Nasional

Alarm Bahaya! Konflik Global Picu Ancaman Energi dan Ketahanan Indonesia

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
Last updated: Maret 30, 2026 10:12 am
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)
SHARE

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah antisipatif.

Daftar isi Konten
  • Dampak Global Konflik Mulai Terasa
  • Ancaman Serius Ketahanan Energi dan Pangan
  • Efisiensi Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia kini tengah mengkaji kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Langkah ini mencakup berbagai opsi strategis, mulai dari pengurangan hari kerja hingga pembatasan operasional kendaraan dinas dan alat utama sistem senjata (alutsista). 

Kebijakan tersebut masih dalam tahap analisis untuk memastikan tetap sejalan dengan kebutuhan operasional pertahanan negara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penyesuaian hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain pengurangan hari kerja, efisiensi juga menyasar penggunaan kendaraan dinas serta alutsista. Pengoperasian alat pertahanan akan disesuaikan dengan tingkat urgensi dan prioritas misi.

Penggunaan alutsista akan disesuaikan dengan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas,”

ujar Rico.

Ia menegaskan, bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja agar tidak mengganggu kesiapan pertahanan nasional.

Kemhan menegaskan, bahwa langkah ini bukan disebabkan oleh krisis energi dalam negeri. Cadangan energi nasional disebut masih dalam kondisi aman.

Kebijakan efisiensi ini lebih ditujukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis di tengah ketidakpastian global.

Dampak Global Konflik Mulai Terasa

Pengamat politik internasional Teuku Rezasyah menilai, konflik di Timur Tengah telah memberikan efek domino secara global, termasuk ke Indonesia.

Menurutnya, kenaikan harga BBM mulai berdampak pada berbagai sektor, mulai dari produktivitas ekonomi hingga stabilitas nasional.

Alutsista yang berbasis Minimum Essential Force (MEF) semakin terbatas kapasitasnya, jika dibandingkan dengan kecanggihan alutsista yang telah dimiliki negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan India, jelas Indonesia harus waspada,”

kata Rezasyah kepada owrite.id.

Ia juga menyoroti potensi gangguan pada ketahanan ekonomi dan sosial, termasuk meningkatnya biaya hidup dan kesenjangan masyarakat.

Ketahanan negara yang paling tergerus terjadi disektor kesatuan bangsa. Biaya hidup yang terus naik, ditengah kesenjangan sosial yang menajam, berpotensi memisahkan masyarakat secara psikologis dengan pemerintahnya, jadi ini yang perlu dikhawatirkan dan dipelajari secara. mendalam,”

ujar Rezasyah.

Ancaman Serius Ketahanan Energi dan Pangan

Pandangan serupa disampaikan oleh pengamat lainnya, Edwin Tambunan. Ia menilai, belum adanya kebijakan konkret dalam mengantisipasi dampak perang terhadap pasokan BBM berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Menurutnya, energi dan pangan merupakan dua sektor vital yang saling berkaitan.

Kelangkaan BBM akibat terganggunya pasokan disebut akan berdampak langsung pada sektor produksi dan distribusi pangan. Hal ini karena BBM masih menjadi komponen penting dalam rantai logistik dan operasional pertanian maupun distribusi hasil pangan,”

tutur Edwin kepada owrite.id.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, seperti diversifikasi sumber impor energi serta program penghematan yang terukur.

Sebagai bagian dari langkah efisiensi, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) pasca libur Lebaran 2026, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, bahwa kebijakan ini telah diputuskan, meski belum dijelaskan secara rinci.

Swasta saya nggak tahu, yang jelas pabrik-pabrik yang itu nggak ikut (WFH). Swasta mungkin imbauan, pemerintah wajib,”

ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia juga menjelaskan, alasan pemilihan hari Jumat sebagai waktu yang paling minim dampak terhadap produktivitas kerja.

Kalau diliburin kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas kan. Jumat kan paling pendek jam kerjanya, jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor, kalau di sini kan pagi-pagi olahraga, setelah salat Jumat leyeh-leyeh pulang,”

tambahnya.

Efisiensi Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Langkah yang tengah disiapkan Kemhan dan TNI menunjukkan bahwa Indonesia mulai beradaptasi terhadap tekanan global, khususnya di sektor energi.

Efisiensi BBM, pembatasan operasional, hingga kebijakan WFH menjadi bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas nasional.

Namun, para pengamat mengingatkan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan langkah konkret lainnya agar tidak berdampak pada ketahanan ekonomi, pangan, dan sosial masyarakat.

Tag:AlutsistaAmerika Serikatbahan bakar minyakBBMBerita PentingenergiiranIsraelKemenhanperangSpilltimur tengahWFH
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Gondol Rp84 Juta, Pasutri Pemilik WO Marwah Resmi ‘Pindah Rumah’ ke Sel
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi wedding organizer.
1
Kabar Baik dan Buruk di Awal Juni, Dexlite Turun Rp3.000 tapi Pertamax Turbo Naik
By Iren Natania
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
2
Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan Jalan Gibran?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
3
Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma 10 Bulan Penjara
By Rahmat Tunny
ilustrasi dibuat oleh AI.
4
Obral Pajak 0 Persen Purbaya: Eksportir Nonmigas Wajib Kurung Devisa 12 Bulan
By Rahmat Tunny
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) menyampaikan Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Peringati HUT ke-18, Kongres Advokat Indonesia (KAI) ziarah ke makam para pendiri organisasi
Nasional

Peringati HUT ke-18, Kongres Advokat Indonesia Ziarah ke Makam Pendiri

Kongres Advokat Indonesia (KAI) memperingati HUT ke-18 dengan menggelar ziarah ke makam…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
13 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto (atas) menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Nasional

Peringatan Keras Prabowo Soal Pancasila: Jangan Dijadikan Jargon Politik dan Seremoni Tahunan

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal posisi Pancasila di tengah tantangan…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)
Nasional

Pidato Pedas Prabowo, Kekayaan Alam Melimpah Kemakmuran Rakyat Sebatas Mimpi

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap kondisi pengelolaan kekayaan nasional, saat…

rahmat-tunny
By
Rahmat Tunny
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Nasional

Bawa Pesan Bung Karno Soal Berdikari, Prabowo Tegaskan Indonesia Bukan Bangsa ‘Mental Pengemis’

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak ingin berpangku tangan dari negara-negara lain.…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up