Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi penyerangan militer Israel terhadap kelompok bersenjata yang menyebabkan satu personel TNI yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Farizal Rhomadhon (26) meninggal dunia.
Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili pemerintah Republik Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Kemudian mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan,”
kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Senin 30 Maret 2026.
Pemerintah meminta agar negara yang sedang berkonflik untuk menahan dan mengedepankan asas perundingan terlebih dahulu.
Menurut Sugiono, aksi penyerangan Israel terhadap Lebanon justru menambah parah situasi geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya telah memanas, termasuk konflik antara Iran – Amerika Serikat dan Israel dalam sebulan terakhir.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam upaya perundingan.
Bapak Presiden telah menawarkan untuk menjadi mediator sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata itu bisa dilakukan,”
ungkap Sugiono.
Lebih jauh Sugiono mengatakan, pemerintah telah menugaskan Kedutaan Besar Indonesia di Lebanon untuk terus memantau kondisi personel TNI yang bertugas di UNIFIL.
Selain itu, pemerintah tengah berupaya untuk memulangkan jenazah Farizal ke tanah air.
Rencananya hari Senin pagi waktu New York, Kepala Perwakilan Indonesia di New York di PBB akan bertemu dengan Under Secretary General UN yang mengurusi masalah Peacekeeping Force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita,”
ungkap Sugiono.
Di satu sisi, pemerintah mendesak pihak UNIFIL melakukan investigasi penuh penyebab kematian prajurit TNI.
Kasus penyerangan militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan juga membuat satu prajurit TNI bernama Rico Pramudia mengalami cedera serius.
Informasi tewasnya personel penjaga perdamaian dari Indonesia tersebut juga dilaporkan oleh UNIFIL dalam keterangan resminya di X.
Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Satu orang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawanya dalam melayani tujuan perdamaian,”
kata UNIFIL.
UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari pasukan penjaga perdamaian yang gugur saat dengan berani menjalankan tugasnya.
Doa dan harapan kami juga menyertai pasukan penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan cedera serius,”
keterangan UNIFIL.



