Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 16 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pasokan Bahan Baku Nyaris Lenyap Imbas Perang Timur Tengah, Industri Plastik RI ‘Megap-megap’
Ekonomi Bisnis

Pasokan Bahan Baku Nyaris Lenyap Imbas Perang Timur Tengah, Industri Plastik RI ‘Megap-megap’

Nisa-OWRITEAmin Suciady
Last updated: Maret 31, 2026 2:48 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
biji plastik (sumber: chandra-asri.com)
biji plastik (sumber: chandra-asri.com)
SHARE

Konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel telah membuat harga minyak dunia melambung tinggi.

Akibatnya, industri Tanah Air kini sudah menghadapi tekanan serius, karena bahan baku plastik yakni polimer sudah tidak ada.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan, ketidakpastian pasokan bahan baku saat ini membuat industri dalam kondisi survival mode alias bertahan dengan kondisi stok tersisa. 

Jadi sebenarnya karena ketidakpastian pasokan bahan baku, sehingga kita juga sekarang dalam kondisi survival mood, artinya kita bertahan terhadap kondisi bahan baku yang kita punya. Dan ini tidak hanya Indonesia, seluruh dunia sekarang,”

ujar Fajar saat dihubungi owrite Selasa, 31 Maret 2026.

Fajar mengatakan, saat ini industri petrokimia di seluruh dunia tengah menata ulang antara produksi dan suplai bahan baku. Sebab, karena kondisi perang ini sejumlah negara lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negerinya.

Mereka sedang menata ulang antara produksi, kemudian suplai bahan baku, dan kemampuan untuk dia suplai di prioritas lokal demand dulu. Jadi semua negara sekarang mementingkan untuk mensuplai kebutuhan negerinya masing-masing, termasuk Indonesia,”

katanya.

Fajar menuturkan, saat ini industri dalam negeri menghadapi tekanan berupa kelangkaan bahan baku. Sebab, komoditas nafta yang merupakan bahan baku industri petrokimia tidak bisa keluar akibat penutupan Selat Hormuz.

Pertama itu (tidak ada pasokan). Kedua kalaupun itu ada barangnya, kapan siap untuk diproduksinya. Kemudian yang ketiga juga, sekarang kan karena perang kalau minyak itu kan 20 persen dari Timur Tengah lewat Selat Hormuz, kemudian kalau untuk bahan baku nafta itu kan 70 persen dari Serat Hormuz,”

jelasnya.

Akibat kondisi ini kata Fajar, industri dalam negeri mau tidak mau harus mencari alternatif bahan baku dari negara lainnya. Kondisi ini nantinya akan membuat waktu pengiriman lebih lama, sehingga industri hanya bertahan dengan memanfaatkan sisa persediaan yang ada.

Kita harus cari alternatif suplai dari tempat lain, dimana itu nanti pasti harganya beda. Yang kedua juga, waktu pengirimannya juga lebih lama sehingga ini kan kita bilang survival mode tadi ya menuju ke tatanan dunia bisnis yang baru dikarenakan kan ada tata waktu delivery yang ada berubah,”

katanya.

Fajar mengungkapkan, industri dalam negeri saat ini sudah menemukan alternatif bahan baku dari negara lainnya. Namun, dia enggan membeberkan darimana asal pasokan bahan baku itu. 

Sudah ada, cuma kita nggak bisa ngomong. Karena itu nanti masing-masing perusahaan kan punya sumber yang berbeda-beda,”

imbuhnya.
Tag:Amerika SerikatiranIsraelperangplastiktimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
1
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
2
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
5

BERITA LAINNYA

Penggunaan listrik pada sebuah bohlam di warung.
Ekonomi Bisnis

Beli Token Rp200 Ribu Tapi kWh Berbeda? PLN Jelaskan Pola Konsumsi dan Pajak Daerah

PT PLN (Persero) membeberkan pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
6 jam lalu
Pekerja di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). (Sumber: Dok. WEGE)
Ekonomi Bisnis

Mahendra Vijaya Pimpin WEGE, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris Hasil RUPST

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menetapkan Mahendra Vijaya sebagai Direktur…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
7 jam lalu
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
10 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up