Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 31 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pasokan Bahan Baku Nyaris Lenyap Imbas Perang Timur Tengah, Industri Plastik RI ‘Megap-megap’
Ekonomi Bisnis

Pasokan Bahan Baku Nyaris Lenyap Imbas Perang Timur Tengah, Industri Plastik RI ‘Megap-megap’

Nisa-OWRITEAmin Suciady
Last updated: Maret 31, 2026 2:48 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
biji plastik (sumber: chandra-asri.com)
biji plastik (sumber: chandra-asri.com)
SHARE

Konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel telah membuat harga minyak dunia melambung tinggi.

Akibatnya, industri Tanah Air kini sudah menghadapi tekanan serius, karena bahan baku plastik yakni polimer sudah tidak ada.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan, ketidakpastian pasokan bahan baku saat ini membuat industri dalam kondisi survival mode alias bertahan dengan kondisi stok tersisa. 

Jadi sebenarnya karena ketidakpastian pasokan bahan baku, sehingga kita juga sekarang dalam kondisi survival mood, artinya kita bertahan terhadap kondisi bahan baku yang kita punya. Dan ini tidak hanya Indonesia, seluruh dunia sekarang,”

ujar Fajar saat dihubungi owrite Selasa, 31 Maret 2026.

Fajar mengatakan, saat ini industri petrokimia di seluruh dunia tengah menata ulang antara produksi dan suplai bahan baku. Sebab, karena kondisi perang ini sejumlah negara lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negerinya.

Mereka sedang menata ulang antara produksi, kemudian suplai bahan baku, dan kemampuan untuk dia suplai di prioritas lokal demand dulu. Jadi semua negara sekarang mementingkan untuk mensuplai kebutuhan negerinya masing-masing, termasuk Indonesia,”

katanya.

Fajar menuturkan, saat ini industri dalam negeri menghadapi tekanan berupa kelangkaan bahan baku. Sebab, komoditas nafta yang merupakan bahan baku industri petrokimia tidak bisa keluar akibat penutupan Selat Hormuz.

Pertama itu (tidak ada pasokan). Kedua kalaupun itu ada barangnya, kapan siap untuk diproduksinya. Kemudian yang ketiga juga, sekarang kan karena perang kalau minyak itu kan 20 persen dari Timur Tengah lewat Selat Hormuz, kemudian kalau untuk bahan baku nafta itu kan 70 persen dari Serat Hormuz,”

jelasnya.

Akibat kondisi ini kata Fajar, industri dalam negeri mau tidak mau harus mencari alternatif bahan baku dari negara lainnya. Kondisi ini nantinya akan membuat waktu pengiriman lebih lama, sehingga industri hanya bertahan dengan memanfaatkan sisa persediaan yang ada.

Kita harus cari alternatif suplai dari tempat lain, dimana itu nanti pasti harganya beda. Yang kedua juga, waktu pengirimannya juga lebih lama sehingga ini kan kita bilang survival mode tadi ya menuju ke tatanan dunia bisnis yang baru dikarenakan kan ada tata waktu delivery yang ada berubah,”

katanya.

Fajar mengungkapkan, industri dalam negeri saat ini sudah menemukan alternatif bahan baku dari negara lainnya. Namun, dia enggan membeberkan darimana asal pasokan bahan baku itu. 

Sudah ada, cuma kita nggak bisa ngomong. Karena itu nanti masing-masing perusahaan kan punya sumber yang berbeda-beda,”

imbuhnya.
Tag:Amerika SerikatiranIsraelperangplastiktimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau
Nasional

MBG Disorot, Salah Sasaran hingga Diduga Jadi ‘Ladang Bisnis’

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menuai sorotan dari banyak pihak, salah satunya Aliansi Ibu Indonesia. Implementasi MBG dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari penerima manfaat…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 Min Read
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau.
Nasional

Ironi MBG Rp1,2 Triliun Sehari, Aliansi Ibu: Sekolahnya Tanpa Wastafel dan Atap Bocor

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap harinya. Aliansi Ibu Indonesia menilai pengadaan dana hingga Rp1,2 triliun per hari untuk…

By
Syifa Fauziah
Dusep
3 Min Read
Videografer Amsal Christy Sitepu
Hukum

Kasus Amsal Sitepu: Penegakan Hukum Jangan Jadikan Industri Kreatif Sasaran Tembak Tunggal

Kasus Amsal Sitepu, seorang videografer yang dijerat dengan dugaan korupsi dalam pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menuai polemik. Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Adinda Tenriangke Muchtar…

By
Adi Briantika
Ivan
5 Min Read

BERITA LAINNYA

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas (kedua kiri) bersama GM ASDP Ketapang Arief Eko Kurnianjah (kiri) meninjau tangki BBM di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Ekonomi Bisnis

BPH Migas Enggan Jawab Kebenaran Dokumen Harga BBM Naik yang Bocor di Sosmed

Kepala BPH Migas Kementerian ESDM, Wahyudi Anas memberikan klarifikasi terkait beredarnya dokumen…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
2 jam lalu
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah
Ekonomi Bisnis

BBM Tak Naik Tapi Ada Isu Pembatasan, ESDM: Sabar Aja Tunggu Keputusan!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat suara terkait adanya pembatasan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
2 jam lalu
Pedagang plastik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ekonomi Bisnis

Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah, Gimana Nasib Pedagang?

Sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga plastik yang drastis. Kondisi ini terjadi karena…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Petugas melayani pengendara kendaraan roda dua mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ekonomi Bisnis

Harga BBM Batal Naik Besok, Istana Minta Masyarakat Tak Panik ke SPBU

Istana meminta masyarakat tidak panik atas isu rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up