Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 16 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah, Gimana Nasib Pedagang?
Ekonomi Bisnis

Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah, Gimana Nasib Pedagang?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 31, 2026 4:22 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Pedagang plastik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pedagang plastik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Sumber: owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga plastik yang drastis. Kondisi ini terjadi karena bahan baku nyaris lenyap akibat perang di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi.

Daftar isi Konten
  • Pedagang Tahan Harga Jual Meski Berat
  • Ketidakpastian Pasokan Bahan Baku

Hasan, pedagang plastik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan mengatakan bahwa dagangannya sudah mulai sepi karena harga plastik hingga styrofoam seluruhnya mengalami kenaikan. 

Ia mengatakan, biasanya dengan modal Rp5 juta sudah mendapat lima hingga enam barang. Namun, karena kenaikan ini dia hanya bisa mendapat tiga barang.

Berkurang (pembeli). Sekarang kita beli tiga barang aja udah Rp5 juta, plastik satu bal kantong dua bal udah Rp5 juta. Biasanya udah dapet lima atau enggak enam, sekarang cuman dapat tiga,”

ujarnya saat ditemui owrite di lokasi Selasa, 31 Maret 2026.

Dia mengatakan, kenaikan ini terjadi dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kantong plastik merah hingga putih naik rata-rata Rp6.000 hingga Rp10.000 per kemasan. Untuk kenaikan terbesar, ada di angka Rp20.000.

Kantong-kantong naik per Rp10.000, ada yang naik Rp6.000. Kalau yang paling gede aja naiknya Rp20 ribu lebih yang ukuran 50, dari harga Rp33.000 sekarang Rp58.000,”

jelasnya.

Hasan menuturkan, untuk harga kantong plastik hitam tidak mengalami kenaikan signifikan. Tetapi, untuk gelas plastik naik Rp4.000 menjadi Rp18.000.

Kalau kantong plastik yang hitam nggak terlalu banyak naiknya, paling banyak yang merah, putih, bening, gelas. Gelas-gelas dari Rp14.000 sekarang Rp18.000 isinya tetep sama 50,”

katanya.

Ia mengungkap, beberapa jenis barang yang dijualnya mengalami kelangkaan seperti thinwall bulat hingga kotak. Menurutnya, jika barang tersedia harga tidak masuk akal.

Dia harganya naik, barangnya susah dari habis lebaran udah dua kali pengiriman tuh, itu aja saya nggak dapet barang. Itu aja (thinwall) saya cuman dapat sekali pengiriman doang. Harga nggak masuk akal, sekarang dari Rp15.000 ke Rp18.000, paling parah kotak-kotak thinwall dari Rp21.000 ke Rp30.000 ribu,”

ujarnya.

Pedagang Tahan Harga Jual Meski Berat

Penjual gorengan di kawasan Jagakarsa. (Sumber: owrite/Anisa Aulia)
Penjual gorengan di kawasan Jagakarsa. (Sumber: owrite/Anisa Aulia)

Sementara itu, Komar pedagang es teh di pinggir jalan sekitaran kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan mengeluhkan harga gelas plastik yang naik. Ia harus mengeluarkan kocek Rp17.000 per pack untuk mendapatkan gelas plastik.

Iya harga plastik mahal, lumayan (naiknya). Baru beli gelas harganya Rp17.000, sebelumnya Rp13.000,”

katanya.

Es teh yang dijualnya seharga Rp5.000 per gelas. Dia sampai saat ini masih menahan harga jual tetap seperti biasanya, hingga sampai batas maksimal beban kenaikan dapat ditanggung.

Nggak papa, kalau udah nggak ketolong baru dipertimbangan,”

katanya.

Di samping itu, Kamiri penjual gorengan di kawasan Jagakarsa juga mengatakan belum akan menaikkan jualannya, meski harga plastik sudah naik. Gorengan seharga empat lima ribu tetap tidak akan berubah.

Naik harga plastik, tadinya Rp5.000 sekarang Rp5.500. Tadinya Rp8.000-Rp7.000 agak tebelan sekarang Rp9.500. Nggak naikin harga (gorengan),”

tuturnya.

Ketidakpastian Pasokan Bahan Baku

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan ketidakpastian pasokan bahan baku saat ini membuat industri petrokimia dalam kondisi survival mode alias bertahan dengan kondisi stok tersisa. 

Jadi sebenarnya karena ketidakpastian pasokan bahan baku, sehingga kita juga sekarang dalam kondisi survival mood, artinya kita bertahan terhadap kondisi bahan baku yang kita punya. Dan ini tidak hanya Indonesia, seluruh dunia sekarang,”

ujar Fajar saat dihubungi owrite.

Fajar menuturkan, kini industri dalam negeri menghadapi tekanan berupa kelangkaan bahan baku. Sebab, komoditas nafta yang merupakan bahan baku industri petrokimia tidak bisa keluar akibat penutupan Selat Hormuz.

Pertama itu (tidak ada pasokan), kedua kalaupun itu ada barangnya itu kapan siap untuk diproduksinya. Kemudian yang ketiga juga, sekarang kan karena perang kalau minyak itu kan 20 persen dari Timur Tengah lewat Selat Hormuz, kemudian kalau untuk bahan baku nafta itu kan 70 persen dari Serat Hormuz,”

jelasnya.
Tag:Bahan Baku ImporHarga Minyakharga plastikImpor PetrokimiapedagangperangSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
1
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
2
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
5

BERITA LAINNYA

Penggunaan listrik pada sebuah bohlam di warung.
Ekonomi Bisnis

Beli Token Rp200 Ribu Tapi kWh Berbeda? PLN Jelaskan Pola Konsumsi dan Pajak Daerah

PT PLN (Persero) membeberkan pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
6 jam lalu
Pekerja di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). (Sumber: Dok. WEGE)
Ekonomi Bisnis

Mahendra Vijaya Pimpin WEGE, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris Hasil RUPST

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menetapkan Mahendra Vijaya sebagai Direktur…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
7 jam lalu
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
10 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up