Perang yang terjadi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel, telah membuat harga bahan baku plastik yang berasal dari fosil mengalami kenaikan. Akibatnya, harga plastik di Tanah Air kini sudah naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2026 Indonesia melakukan impor barang dari plastik atau HS 39 dari sejumlah negara. Pada bulan tersebut impor mencapai US$873,2 juta.
Barang dari plastik atau HS yang 39 pada bulan Februari di 2026 ini sudah saya sebutkan mencapai US$873,2 juta,”
ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers Rabu, 1 April 2026.
Ateng mengungkapkan, Indonesia melakukan impor plastik dari China, Thailand, dan Korea Selatan.
Impor komoditas ini yaitu dari Tiongkok sebesar US$380,1 juta. Impor plastik dari Thailand sebanyak US$82,7 juta, dan juga dari Korea Selatan itu sebesar US$66,7 juta,”
ujarnya.
Sebelumnya, Hasan pedagang plastik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan mengatakan bahwa dagangannya sudah mulai sepi karena harga plastik hingga styrofoam seluruhnya mengalami kenaikan.
Ia mengatakan, kenaikan ini terjadi dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kantong plastik merah hingga putih naik rata-rata Rp6.000 hingga Rp10.000 per kemasan. Untuk kenaikan terbesar, ada di angka Rp20.000.
Kantong-kantong naik per Rp10.000, ada yang naik Rp6.000. Kalau yang paling gede aja naiknya Rp20 ribu lebih yang ukuran 50, dari harga Rp33.000 sekarang Rp58.000,”
jelasnya.
Hasan menuturkan, untuk harga kantong plastik hitam tidak mengalami kenaikan signifikan. Tetapi, untuk gelas plastik naik Rp4.000 menjadi Rp18.000.
Kalau kantong plastik yang hitam nggak terlalu banyak naiknya, paling banyak yang merah, putih, bening, gelas. Gelas-gelas dari Rp14.000 sekarang Rp18.000 isinya tetep sama 50,”
katanya.
Ia mengungkap, beberapa jenis barang yang dijualnya mengalami kelangkaan seperti thinwall bulat hingga kotak. Menurutnya, jika barang tersedia harga tidak masuk akal.
Dia harganya naik, barangnya susah dari habis Lebaran udah dua kali pengiriman tuh, itu aja saya nggak dapet barang. Itu aja (thinwall) saya cuman dapat sekali pengiriman doang. Harga nggak masuk akal, sekarang dari Rp15.000 ke Rp18.000, paling parah kotak-kotak thinwall dari Rp21.000 ke Rp30.000 ribu,”
ujarnya.



