Kementerian Pertahanan merespons soal pengadaan 12 unit pesawat jet Pilatus PC-24 yang akan digunakan untuk TNI Angkatan Udara.
Rencana pengadaan PC-24 masih dalam tahap penjajakan dan belum ada alokasi anggaran,”
kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepada owrite, Selasa, 7 April 2026.
Ia mengklaim seluruhnya masih dalam kajian kebutuhan operasional dan belum merupakan keputusan final.
Dikutip dari lama Pilatus Aircraft, Kementerian Pertahanan memilih PC-24 untuk mendukung pelatihan pilot transportasi Angkatan Udara Indonesia, transportasi udara, dan misi penghubung.
tulis rilis resmi yang diterbitkan pada 30 Maret 2026.
Kontrak tersebut mencakup opsi untuk pesawat tambahan, peralatan pendukung darat, perkakas, suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis dari markas Pilatus di Stans, Swiss. Pesawat PC-24 dikembangkan untuk fleksibilitas operasional yang luar biasa dan telah disertifikasi untuk pengoperasian oleh satu pilot.
Pesawat ini dilengkapi dengan pintu kargo standar dan disetujui untuk digunakan di landasan pacu yang tidak beraspal. Fitur-fitur ini menjadikan pesawat ini ideal untuk berbagai misi pemerintah, termasuk pelatihan pilot penerbangan instrumen (IFR), transportasi, dan tugas penghubung.
Pilatus akan menyediakan program dukungan terintegrasinya untuk memastikan ketersediaan armada maksimum dan pemeliharaan yang efisien. Markus Bucher, CEO Pilatus, pun mengapresiasi pengadaan tersebut.
Kami menghargai kepercayaan yang diberikan Kementerian Pertahanan Indonesia kepada Pilatus. Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada tersebut dengan lancar,”
ucap dia.



