Sebuah video beredar luas di media sosial, yang memperlihatkan sebuah motor yang telah hangus terbakar di depan SPBU Pertamina di Semarang.
Dalam video tersebut, dinarasikan bahwa pihak SPBU tidak dapat membantu meredam api yang membakar motor itu dengan APAR, lantaran penggunaan Apar harus memiliki prosedur yang jelas hingga memerlukan izin dari manger SPBU setempat.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah pun merespons kejadian tersebut. Menurutnya, narasi tersebut keliru karena pihak operator SPBU harus mengutaman safety di dispenser tempatnya bertugas.
Betul (narasi tersebut salah) operator bukan berniat lambat, tapi dia mengutamakan safety di dispenser tempat dia bertugas,”
kata Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan pada Owrite saat dikonfirmasi, Rabu 8 April 2026.
Menurut Taufiq, pihaknya telah mengecek kejadian sebenarnya melalui CCTV di lokasi. Berdasarkan penelusuran Pertamina, kejadian bermula saat konsumen datang dengan kendaraan dalam kondisi mogok melakukan pengisian BBM jenis Pertamax. Setelah pengisian, kendaraan didorong keluar dari area dispenser dan dicoba dinyalakan kembali.
Pada saat itu, muncul api yang berasal dari sistem kelistrikan atau pengapian kendaraan. Petugas SPBU kemudian melakukan penanganan awal dengan memastikan kondisi di sekitar area pengisian dalam kondisi aman, sebelum kemudian melakukan pemadaman menggunakan APAR hingga api berhasil dipadamkan.
Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU,”
ujar Taufiq.
Sementara itu, konsumen selaku pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, juga telah melakukan dialog dengan perusahaan plat merah tersebut. Dia menyampaikan, bahwa penjelasan dari pihak SPBU telah memberikan pemahaman.
Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya. Terima kasih atas perhatian dan tanggung jawab yang diberikan,”
ungkapnya.
Giyono, operator SPBU yang bertugas pada saat kejadian juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya,”
tuturnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, SPBU Sriwijaya akan ditutup sementara guna dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh Pertamina, khususnya terkait aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat bekerja sama dengan tim HSSE dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Dilakukan juga perbaikan sarana dan prasarana guna memastikan standar operasional berjalan optimal. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan dan keselamatan. 2 hari aja untuk pembekalan safetynya,”
papar Taufiq.
Selama masa pembinaan SPBU Sriwijaya, masyarakat dapat memperoleh BBM di SPBU terdekat yakni SPBU 44.502.29 Jl. Veteran dan SPBU 41.502.01 COCO Jl. Ahmad Yani.
Pertamina menegaskan, bahwa penggunaan APAR di SPBU tidak dipungut biaya dan merupakan bagian dari fasilitas keselamatan yang disediakan untuk kondisi darurat.
Setiap petugas SPBU juga telah dibekali pelatihan penanganan awal kebakaran sebagai bagian dari standar operasional keselamatan.




