Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 9 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Bukan Sekedar Tren, Ini Alasan Matcha Jadi Favorit Gen Z
Hype

Bukan Sekedar Tren, Ini Alasan Matcha Jadi Favorit Gen Z

Ivan OWRITE
Last updated: April 9, 2026 11:38 am
Ivan - Redaktur
Share
(Foto: freepik)
SHARE

Matcha tidak hanya menjadi minuman hijau yang menarik perhatian di media sosial, kini matcha telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup baru bagi Gen Z.

Meningkatnya popularitas matcha di kalangan Gen Z bukan tanpa alasan. Dibalik warna hijau nya yang khas dan penampilannya yang menarik, matcha juga memberikan beragam manfaat yang selaras dengan gaya hidup generasi saat ini.

Dikutip dari website matchaful.com, asal-usul matcha bermula dari Dinasti Tang di Tiongkok (abad ke-7 hingga 10), di mana daun teh dikukus, dipanggang, dihaluskan, lalu dicampur air dan garam menjadi balok untuk memudahkan transportasi dan perdagangan.

Kemudian pada 1191, Dinasti Song (abad 10-13) mempopulerkan metode ini lebih lanjut. Biksu Zen Jepang Eisai membawa biji teh berkualitas tinggi dari Tiongkok ke Jepang, menanamnya di halaman kuil Kyoto saat masa Shogun Kamakura. Saat itu, matcha diproduksi terbatas sebagai simbol kemewahan elit.

Tak lama kemudian, penganut Buddha Zen mengembangkan tencha dengan menaungi tanaman teh hijau, yang memaksimalkan manfaat kesehatannya.

Matcha telah menjadi fenomena internasional dan mengalami lonjakan popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat umum dalam beberapa tahun terakhir.

Selain warna hijaunya yang cerah dan simbolis, matcha juga menjadi simbol gaya hidup sehat serta elemen estetika yang menarik perhatian di dunia digital.

Popularitasnya meningkat secara signifikan khususnya di kalangan Generasi Z. Terdapat beberapa faktor utama yang membuat matcha sangat dicintai oleh generasi ini.

Pertama, manfaat kesehatan yang jelas dan mudah dirasakan. Gen Z yang tumbuh di masa pandemi dan memiliki kesadaran kesehatan pasca-COVID memandang matcha sebagai superfood alami.

Mengandung L-theanine dan kafein, matcha memberikan dorongan energi yang stabil tanpa efek samping seperti yang sering terjadi dengan kopi, serta meningkatkan konsentrasi saat belajar atau bekerja.

Bagi mereka yang sering merasa kelelahan akibat multitasking digital, matcha menawarkan keseimbangan antara stimulasi dan relaksasi.

Kedua, daya tarik visual dan viral di media sosial. Gen Z merupakan generasi visual pertama yang dilahirkan dengan smartphone, mereka hidup untuk konten yang dapat diunggah ke Instagram.

Tren ini mulai booming setelah dipicu oleh sejumlah influencer yang mengunggah konten di media sosial.

Popularitasnya kemudian menyebar hingga ke Indonesia, ditandai dengan munculnya berbagai kafe yang menyajikan menu matcha. Hal ini membuat siapa pun yang melihatnya terdorong untuk ikut mencoba.

Ketiga, Kesesuaian dengan nilai Gen Z juga jadi alasan kenapa matcha makin populer. Generasi ini cenderung memilih produk yang lebih ramah lingkungan dan sehat.

Matcha yang berasal dari teh organik Jepang dianggap cocok dengan gaya hidup clean eating karena rendah gula dan terasa lebih “aman” dikonsumsi.

Di Indonesia sendiri, matcha juga mulai jadi alternatif selain kopi. Buat yang ingin tetap ngopi santai tapi mengurangi kafein atau gula berlebih, matcha jadi pilihan yang pas dan tetap kekinian.

Fenomena matcha di kalangan Gen z bukan sekedar tren sesaat yang viral di media sosial. Lebih dari itu, matcha telah menjelma menjadi representasi gaya hidup baru.

Dari sejarah panjangnya hingga popularitasnya saat ini, matcha menunjukkan bagaimana sebuah produk tradisional dapat beradaptasi dengan kebutuhan generasi modern.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai gen z , tidak heran jika matcha terus diminati dan berpotensi bertahan sebagai bagian dari keseharian anak muda.

Laporan dibuat oleh:

Hilwa Urwatul Watsqaa

Tag:gaya hidupgen zJepangMatchaTiongkok
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Imunisasi
Kesehatan

Jadwal Imunisasi Anak Menurut IDAI Agar Anak Tumbuh Optimal

Menjadi orang tua di era sekarang memang penuh tantangan. Informasi tentang kesehatan anak bertebaran di mana-mana, tapi tidak semuanya bisa dijadikan pegangan. Salah satu hal paling penting yang tidak boleh…

By
Ivan
3 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 4,7% di 2026, Purbaya: Bank Dunia Melakukan Dosa Besar

World Bank atau Bank Dunia merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia diperkirakan melambat pada 2026 dan hanya tumbuh 4,7 persen, dari sebelumnya 4,8 persen.  Merespons hal ini,…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Ilustrasi tangan bayi
Hukum

34 Bayi Diperjual-Belikan dari Bandung ke Singapura, 1 Anak Dihargai Rp239 Juta

Pengadilan Kota Bandung, Jawa Barat melaporkan bahwa setidaknya 34 bayi diduga diperdagangkan oleh sindikat di Tanah Air. Jumlah bayi tersebut termasuk 10 bayi yang dibawa ke Singapura dan dijual dengan…

By
Iren Natania
Ivan
7 Min Read

BERITA LAINNYA

Rekrutmen CPNS Bea Cukai
Hype

3 Hal Penting Tentang Rekrutmen CPNS Bea Cukai 2026 untuk SMA

Bagi lulusan SMA yang sedang mencari arah setelah kelulusan, kabar rekrutmen CPNS…

Ivan OWRITE
By
Ivan
1 jam lalu
Bakso Legend di Tebet
Hype

3 Rekomendasi Bakso Legend di Tebet, Wajib Dicoba!

Kawasan Tebet di Jakarta Selatan dikenal sebagai salah satu surga kuliner yang…

Ivan OWRITE
By
Ivan
5 jam lalu
Hype

Ragunan Tetap Menjadi Destinasi Favorit Keluarga

Taman Mini Indonesia Indah punya wahana modern, begitu pula dengan Taman Impian…

Ivan OWRITE
By
Ivan
6 jam lalu
KRL Commuter Line menjadi salah satu transportasi andalan
Hype

Sering Naik KRL? Ini 10 Trik Wajib Kamu Tahu Agar Perjalanan Makin Nyaman

Mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi membuat KRL Commuter Line menjadi salah…

Ivan OWRITE
By
Ivan
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up