Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / 34 Bayi Diperjual-Belikan dari Bandung ke Singapura, 1 Anak Dihargai Rp239 Juta
Hukum

34 Bayi Diperjual-Belikan dari Bandung ke Singapura, 1 Anak Dihargai Rp239 Juta

iren natania longdongIvan OWRITE
Last updated: April 9, 2026 3:07 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Ilustrasi tangan bayi
Ilustrasi (Gambar ilustrasi dibuat oleh AI)
SHARE

Pengadilan Kota Bandung, Jawa Barat melaporkan bahwa setidaknya 34 bayi diduga diperdagangkan oleh sindikat di Tanah Air.

Jumlah bayi tersebut termasuk 10 bayi yang dibawa ke Singapura dan dijual dengan harga fantastis senilai US$14 ribu atau setara dengan Rp239,1 juta per bayi.

Tuduhan tersebut muncul ketika jaksa mengajukan sejumlah dakwaan terhadap sejumlah terdakwa sindikat, yang terdiri dari 18 wanita dan satu pria.

Mereka akan menghadapi hukuman maksimal 15 tahun penjara atas peran bejatnya dalam aktivitas tersebut.

Bayi-bayi tersebut diperdagangkan ke Singapura antara tahun 2023 dan 2025,”

kata seorang jaksa, dikutip dari Channel News Asia, Kamis 9 April 2026.

Kilas balik kasus tersebut, mulanya sekitar tahun 2023, salah satu terdakwa bernama Lie Siu Luan atau dikenal sebagai Lily, berhubungan dengan seorang warga Singapura bernama Petter.

Ia meminta Lily untuk mencarikan bayi untuk dijual ke calon orang tua angkat di Singapura.

Warga Singapura tersebut, yang identitas lengkapnya tidak disebutkan dalam dakwaan, menyuruh Lily untuk mencari orang tua angkat untuk bayi-bayi tersebut dan meminta mereka menandatangani “Formulir ACA-2” di hadapan notaris di Indonesia.

Formulir tersebut merujuk pada dokumen bagi orang tua kandung atau pihak terkait, dalam hal ini orang tua angkat, untuk memberikan persetujuan atas adopsi anak berdasarkan Undang-Undang Adopsi Anak (ACA) Singapura tahun 2022.

(Para terdakwa) kemudian diminta untuk menyiapkan dokumen berupa akta kelahiran, kartu identitas, kartu keluarga, dan paspor,”

ujar Jaksa Billie Andrian, kepada Pengadilan Negeri Bandung.

Ia menambahkan bahwa dokumen-dokumen tersebut dibuat menggunakan identitas dan informasi palsu.

Sementara itu, Lily diduga menginstruksikan beberapa terdakwa untuk mencari bayi yang dapat mereka jual dengan kedok adopsi.

Para perekrut yang dicurigai kemudian menelusuri media sosial dan bergabung dengan beberapa grup adopsi daring untuk mencari orang tua yang ingin menyerahkan bayi mereka yang baru lahir.

Untuk memuluskan kesepakatan, para perekrut diduga menjanjikan antara Rp9 juta – Rp15 juta kepada orang tua yang bersedia menjual anaknya.

Jumlah bayi yang direkrut oleh para terdakwa mencapai 34,”

ungkap jaksa Billie.

Selain itu, menurut dokumen pengadilan, bayi-bayi tersebut kemudian ditawarkan kepada calon pembeli bayi di Singapura bernama Petter, yang kemudian Petter akan mencari pasangan Singapura lainnya yang bersedia mengadopsi 34 bayi tersebut.

Sindikat tersebut juga diduga merekrut orang tua kandung atau wali palsu jika calon pengadopsi dari Singapura ingin melakukan panggilan video.

Menurut dokumen pengadilan, dokumen adopsi Singapura disiapkan untuk setidaknya 10 bayi menggunakan identitas palsu dan akta kelahiran palsu.

Ke-10 bayi tersebut memasuki Singapura antara tahun 2023 dan 2025, dan diduga dibawa oleh lima terdakwa yang berpura-pura sebagai orang tua kandung atau wali mereka.

Sukanda, jaksa penuntut utama dalam kasus ini, sebelumnya juga mengatakan kepada wartawan bahwa mereka yang tidak dapat dijual oleh sindikat ke Singapura diduga dijual kepada orang tua di Indonesia.

Mereka yang tidak memiliki pembeli diserahkan ke panti asuhan,”

beber Sukanda.

Ke-19 terdakwa, yang berusia antara 26 dan 70 tahun nantinya akan menghadapi dakwaan yang sama, yakni merekrut, mengangkut, atau menampung orang lain untuk tujuan eksploitasi berdasarkan KUHP Indonesia, serta memperdagangkan warga negara Indonesia keluar negeri untuk tujuan eksploitasi berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Manusia Indonesia.

Berdasarkan dakwaan tersebut, para terdakwa menghadapi hukuman minimum tiga tahun dan maksimum 15 tahun penjara masing-masing jika terbukti bersalah, serta denda antara Rp120 juta dan Rp600 juta.

Pengacara Lily, Sendi Sanjaya, mengatakan kliennya hanya membantu calon orang tua menemukan bayi untuk diadopsi dengan dalih “karena kebaikan hati”. Lily juga sebelumnya dituduh oleh polisi sebagai pemimpin sindikat tersebut.

Kami menolak anggapan bahwa dia adalah agen atau perantara apalagi dalang dari sebuah usaha kriminal,”

kata pengacara itu.

Kami akan membuktikan bahwa beberapa bagian dari dakwaan tidak berdasarkan fakta,”

tambahnya.

Sebagai informasi, kelompok tersebut seharusnya diadili minggu lalu, tetapi persidangan ditunda selama seminggu setelah hakim dari Pengadilan Negeri Bandung memutuskan untuk memberi beberapa terdakwa lebih banyak waktu untuk mencari pengacara.

Selama persidangan minggu lalu, hanya empat dari 19 terdakwa yang didampingi pengacara. Pada hari Selasa, 7 April 2026, delapan terdakwa secara mandiri menunjuk pengacara mereka sendiri, sementara sisanya diwakili oleh pengacara yang ditunjuk pengadilan.

Pengadilan mulai mendengarkan kesaksian para saksi pada 14 April mendatang.

Para tersangka anggota sindikat tersebut ditangkap pada pertengahan Juli tahun lalu selama serangkaian penggerebekan yang hampir serentak di Bandung, tempat asal bayi-bayi tersebut, serta di wilayah Jakarta dan Pontianak, tempat bayi-bayi tersebut dititipkan di rumah-rumah aman selama transit.

Dua tersangka lainnya masih dalam penyelidikan polisi dan belum diadili, sementara tiga tersangka anggota sindikat lainnya masih buron, menurut juru bicara kepolisian Jawa Barat, Hendra Rochmawan.

Di Indonesia, banyak ibu hamil kesulitan untuk membiayai perawatan prenatal dan biaya yang terkait dengan persalinan dan membesarkan anak.

Menurut laporan CNA, para ahli mengatakan bahwa meskipun kemiskinan tetap menjadi pendorong terbesar perdagangan ini, masalah ini diperparah oleh stigma sosial yang mendalam seputar aborsi dan kesalahpahaman yang meluas tentang bagaimana proses adopsi legal bekerja.

Media sosial pun semakin memfasilitasi perdagangan ini, yang memungkinkan anggota sindikat untuk terhubung langsung dengan calon ibu kandung dan pengadopsi di berbagai provinsi dan bahkan lintas negara.

Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Masagos Zulkifli, mengatakan pada bulan Februari lau bahwa berbagai lembaga bekerja sama erat dengan otoritas Indonesia terkait masalah perdagangan bayi.

Ketika fakta-fakta lebih jelas, Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga akan meninjau apakah proses adopsi yang ada perlu ditingkatkan,”

katanya dalam jawaban tertulis atas pertanyaan parlemen.

Pada bulan Januari, Menteri Negara Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Goh Pei Ming juga mengatakan bahwa negara tersebut bekerja sama erat dengan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan semua adopsi antar negara mematuhi persyaratan hukum yang ketat di negara asal dan di negara asal bayi tersebut.

Tag:BandungHukumPengadilanPerdagangan ManusiaSindikatSingapura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
1
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
2
Penunjukan Sudaryono Jadi Pertaruhan Prabowo dan Nasib Program MBG
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
3
Nanik Bakal Jadi Dewas BGN Usai Mundur karena Sakit, Psikolog Forensik Beri Peringatan Keras
By Rika Pangesti
Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. (Sumber: IG @nanik_deyang)
4
Gaya Bicara Disemprit Publik, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Koreksi Pola Komunikasi
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi tersangka dijebloskan ke penjara.
Hukum

Bos Pabrik Whip Pink Masuk Bui, Ayah-Anak Kini Ditahan Bareskrim terkait Kasus Gas N2O

Bos pabrik gas N₂O merek Whip Pink Andi Hioe dan Jasen Hioe…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Aktor Dude Harlino mengembalikan uang hasil honor dari PT DSI. (Sumber: Istimewa)
Hukum

Dude Harlino Kembalikan Rp5,25 Miliar ke Polisi, Sebut Bentuk Empati ke Korban DSI

Aktor Dude Harlino bersama istrinya Alyssa Soebandono mengembalikan uang sebesar Rp5,25 miliar…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
3 jam lalu
Mantan Mekopolhukam, Mahfud MD
Hukum

Mahfud MD: Kasus Febrie Cerminkan Buruknya Penegakan Hukum, Orang Bersalah Bisa Tampak Benar

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Hotman Paris menyatakan mundur dari kuasa hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Hukum

Dilaporkan Organisasi Pers, Hotman Paris Bantah Hina Jurnalis: Pelapor Tak Punya Legal Standing, Don’t Worry!

Advokat Hotman Paris Hutapea tidak ambil pusing setelah dilaporkan oleh Persatuan Wartawan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up