Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Peran China Dibalik Gencatan Senjata AS – Iran, Indonesia Kemana?
Internasional

Peran China Dibalik Gencatan Senjata AS – Iran, Indonesia Kemana?

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 10, 2026 5:39 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Sebuah laporan media internasional mengatakan bahwa gencatan senjata yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) atas ‘polesan tangan’ China. Menurut laporan dari ABC News, kesepakatan gencatan senjata datang di menit-menit terakhir saat panggilan telepon terjadi antara Washington dan Beijing.

Selama panggilan telepon berlangsung, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa China bertanggung jawab untuk membawa Iran ke meja perundingan menjelang tenggat waktu gencatan senjata yang ia tetapkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi juga langsung melakukan 26 panggilan telepon dengan rekan-rekannya, termasuk Iran, Israel, Rusia, dan negara-negara Teluk lainnya.

Bantuan negosiasi lainnya datang dari Pakistan yang menjadi tuan rumah negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad. Sekutu ‘halus’ AS tersebut juga berusaha menjaga hubungannya dengan Iran, sekaligus menarik ‘Beijing’ untuk terlibat dalam perencanaan gencatan senjata

Hal tersebut selaras dengan pernyataan profesor pemerintahan dari Universitas Essex, yang membeberkan bahwa Pakistan kemungkinan telah menghubungi Beijing untuk meminta bantuan terkait negosiasi AS dan Iran. 

Saya pikir ada tekanan yang datang dari China pada saat-saat terakhir. Tekanan datang dari salah satu mitra dagang terbesar (Iran),”

kata Profesor Lindstaedt, dikutip dari ABC News, Jumat, 9 April 2026.

Diketahui, China adalah salah satu mitra terpenting Iran baik secara ekonomi maupun politik. Konsumen China juga menyumbang lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran di setiap tahunnya.

Sementara menurut Profesor Lindstaedt mengungkapkan, bahwa minat China akan konflik di Timur Tengah meningkat setelah perang tarif perdagangan antara Washington dan Beijing. Hal itu dikarenakan Beijing akan mengalami kerugian ekonomi apabila konflik di Timur Tengah berlanjut.

Oleh karena itu (China) sangat tertarik untuk menjaga stabilitas global karena hal itu sangat penting bagi ekspor mereka, bagi perekonomian mereka. Jadi bagi Xi Jinping sangat penting agar konflik ini berhenti sementara,”

beber Profesor Lindstaedt.

China pun mengklaim bahwa gencatan senjata tersebut terjadi atas keterlibatannya dalam negosiasi kedua negara itu.

Lebih jauh, Presiden Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Beijing pada Mei 2026 untuk bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping. 

Di lain sisi, China pun mendesak AS untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, sementara Iran didesak untuk membuka Selat Hormuz. Iran juga telah mengusulkan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang jangka panjang. Jubir Kemlu Mao Ning juga menegaskan bahwa utusan Beijing di Timur Tengah bolak-balik melintasi konflik demi mendapatkan formulasi negosiasi yang ideal.

Sejak konflik dimulai, China telah memegang posisi yang objektif, adil, dan seimbang serta telah berupaya membantu mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri konflik. Tiongkok akan terus berupaya untuk meredakan situasi dan mencapai pengakhiran perang sepenuhnya,”

bebernya.

Meski demikian, Profesor Lindstaedt memperingatkan bahwa gencatan senjata sangat rapuh dan sering dilanggar karena didasarkan pada kepercayaan dan komunikasi. Contohnya saja, gencatan senjata antara Israel dan Iran pada tahun lalu yang dipenuhi pelanggaran dari masing-masing pihak.

Ada kemungkinan ini bisa terjadi. (Gencatan senjata) ini tidak seperti anda menjentikan jari dan tiba-tiba semua orang setuju. Tetapi saya melihat kedua belah pihak cukup lelah,”

imbuhnya.

Dimana Peran Indonesia?

Mencuatnya nama China dari bayang-bayang gencatan senjata Iran dan AS, juga menimbulkan pertanyaan mengenai peran Indonesia dalam penyelesaian konflik tersebut. Pasalnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa dirinya siap menjadi penengah atas konflik tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri beberapa jam setelah Israel bersama Amerika Serikat kembali menyerang ibu kota Iran pada akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog para pihak yang berkonflik. 

Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,”

demikian tertulis dalam pernyataan tersebut, pada 28 Februari lalu.

Pernyataan kesiapan itu nyatanya tidak pernah beranjak menjadi langkah diplomatik konkret, tidak tercatat dalam komunikasi kunci, dan tidak muncul dalam peta perundingan yang sesungguhnya, sehingga peran Indonesia tampak lebih sebagai retorika belaka di ruang publik ketimbang kekuatan diplomasi yang diperhitungkan di meja perundingan.

Tag:As-IranAS-Israel vs IranDonald TrumpGencatan SenjataindonesiaIsraelprabowo
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesi RRD Korea, Teguh Santosa
Nasional

Dari Bunga Kimilsungia, Jejak Diplomasi yang Mengakar Hingga Kini

Diplomasi tak selalu berlangsung dalam ruang rapat yang formal dan penuh ketegangan. Terkadang, ia tumbuh dari gestur sederhana seperti pertemuan di taman bunga yang justru meninggalkan jejak panjang dalam sejarah…

By
Syifa Fauziah
Ivan
5 Min Read
Presiden Prabowo Subianto di Kejaksaan Agung. (Sumber: YT/Setpres)
Nasional

Prabowo Sindir Pengusaha Tambang Nakal, Izin Sudah Dicabut Tapi Dablek

Presiden Prabowo Subianto memberikan sindiran menohok pengusaha tambang nakal tetap beroperasi meski izinnya sudah dicabut pemerintah. Menurutnya, pengusaha tambang tersebut sama halnya membangkangi negara. Prabowo bilang padahal pengusaha tambang itu…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read
Gedung Grha Pertamina. (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

Diuji Krisis Energi, Pertamina Gaspol 5 Strategi di RKAP 2026

PT Pertamina (Persero) menjelaskan lima strategi perseroan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2026 (RKAP) untuk menghadapi volatilitas pasokan dan harga energi dunia di tengah ketegangan geopolitik terhadap sektor energi. …

By
Iren Natania
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Gangguan Pasokan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak dunia naik. (Sumber: Unsplash/Etienne Girardet)
Internasional

Selat Hormuz Masih Lumpuh, Minyak Dunia Kembali Terancam

Pengiriman melalui Selat Hormuz ternyata sampai dengan saat ini masih belum pulih…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
6 jam lalu
Ilustrasi lautan China
Internasional

China Tutup Wilayah Udara Selama 40 Hari, Ada Aksi Militer Misterius?

Pemerintah China secara tiba-tiba mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara selama 40 hari.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
7 jam lalu
Upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia
Internasional

Tiga Prajurit TNI Gugur, 67 Negara Desak PBB Bertindak Tegas

Sebanyak 67 negara penyumbang pasukan untuk misi UNIFIL secara bersama-sama mengecam meningkatnya…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
10 jam lalu
Internasional

Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Ketegangan Kembali Memanas

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up