Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 29 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Geopolitik Jadi Dilema Baru Industri Tambang RI, Harga Naik Tapi Risiko Membesar
Ekonomi Bisnis

Geopolitik Jadi Dilema Baru Industri Tambang RI, Harga Naik Tapi Risiko Membesar

dusep-malik
Last updated: April 10, 2026 6:05 pm
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
4 bulan lalu
Share
Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur. (Foto: Kemenhut)
SHARE

Industri pertambangan nasional tengah menghadapi tekanan ganda di tengah dinamika global yang kian tidak menentu. Selain risiko geopolitik akibat konflik internasional, sektor ini juga dibayangi tantangan regulasi dalam negeri yang dinilai perlu lebih adaptif.

Daftar isi Konten
  • Tantangan Ketersediaan Bahan Baku
  • Kebijakan Pengendalian Produksi Berdampak ke Tenaga Kerja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pelaku industri sepakat bahwa diperlukan penyesuaian kebijakan, termasuk opsi relaksasi produksi, guna menjaga daya tahan sektor minerba di tengah krisis global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, menilai kondisi global saat ini sulit diprediksi dan bergerak sangat dinamis.

Kita berada di situasi yang tidak stabil. Ritmenya sudah sulit ditebak,”

ujarnya dalam diskusi terkait strategi sektor minerba, bersama Energy & Mining Editor Society (E2S) dikutip Jumat, 10 April 2026.

Menurutnya, meningkatnya perebutan mineral kritis di tingkat global menunjukkan bahwa kepemilikan sumber daya saja tidak cukup tanpa didukung ketahanan energi dan rantai pasok yang kuat.

Indonesia dinilai masih memiliki posisi strategis karena kekayaan sumber daya alam. Namun, tanpa penguatan kebijakan, ketergantungan pada faktor eksternal tetap menjadi risiko.

Dalam konteks ini, pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Pendekatan yang digunakan saat ini menitikberatkan pada peningkatan nilai (value) dibanding sekadar volume produksi.

Evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa lonjakan produksi tidak selalu sejalan dengan peningkatan penerimaan negara. Bahkan, produksi berlebih berpotensi menciptakan oversupply yang justru menekan harga komoditas di pasar global.

Untuk itu, skema RKAB kini diubah dari tiga tahunan menjadi tahunan agar pengendalian pasokan lebih fleksibel. Di sisi lain, kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) tetap menjadi prioritas utama.

Namun, pelaku industri menilai kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan fleksibilitas di lapangan.

Tantangan Ketersediaan Bahan Baku

Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA), Bernandus Irmanto, menyoroti tantangan nyata di sektor nikel, terutama terkait ketersediaan bahan baku pendukung seperti sulfur untuk proses produksi.

Masalahnya bukan hanya soal harga, tapi ketersediaan barang. Kalau tidak ada, produksi juga terhambat,”

ujarnya.

Kondisi ini mendorong industri melakukan diversifikasi bahan baku, termasuk memanfaatkan alternatif seperti limbah industri. Di saat yang sama, upaya transisi ke teknologi yang lebih ramah lingkungan juga masih menghadapi kendala, baik dari sisi biaya maupun produktivitas.

Di tengah dorongan hilirisasi, industri juga masih bergantung pada investasi dan teknologi dari luar negeri, khususnya China. Ketergantungan ini dinilai menambah kompleksitas risiko, terutama di tengah ketegangan geopolitik global.

Kebijakan Pengendalian Produksi Berdampak ke Tenaga Kerja

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI), Priyadi Sutarso, mengingatkan bahwa kebijakan pengendalian produksi tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Menurutnya, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga menjalar ke sektor tenaga kerja dan ekonomi daerah.

Efeknya besar, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja. Industri ini melibatkan banyak kontraktor, sehingga risikonya ikut menyebar,”

ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pertambangan selama ini juga berperan membuka akses wilayah terpencil dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, setiap kebijakan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang secara menyeluruh.

Di tengah lonjakan harga komoditas akibat konflik global, pelaku industri menilai diperlukan keseimbangan antara pengendalian pasokan dan menjaga permintaan tetap stabil.

Jika tidak, upaya menaikkan harga justru berisiko menekan permintaan dan melemahkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Dengan berbagai tekanan tersebut, sektor pertambangan kini berada di persimpangan: antara menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan nilai tambah, dan menghadapi risiko global yang terus berkembang.

Tag:Batu baraESDMGeopolitikindustri tambangminerbanikeltambang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel!
By Rahmat Baihaqi
Gedung KPK
1
Bisnis Gas Whip Pink Bisa Raup Cuan Rp5 Miliar Sebulan, Begini Modus Edar ke Klub Malam
By Rahmat Baihaqi
Ratusan tabung gas merek Whip Pink di dalam kardus.
2
Viral Arti Warna Ikon Kontak WhatsApp, Benarkah Jadi Tanda Nomor Disimpan hingga Pernah Diblokir?
By Syifa Fauziah
Viral Arti Warna Ikon Kontak WhatsApp, Benarkah Jadi Tanda Nomor Disimpan hingga Pernah Diblokir?
3
Timnas Indonesia Terbang ke Thailand dengan Pesawat Carter, Justin Hubner Kembali Absen?
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia Jens Raven (kiri) berselebrasi bersama Pelatih John Herdman (kedua kiri) usai membobol gawang Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
Ragnar Oratmangoen Kembali! Timnas Indonesia Dapat Tambahan Kekuatan Jelang Lawan Timor Leste
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.
Ekonomi Bisnis

PNBP Minerba Tahun 2025 Turun Jadi Rp130 Triliun, ESDM Coba Salahkan Hal Ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sektor mineral dan batu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta
Ekonomi Bisnis

Purbaya Minta Pasar Tak Panik Perry Warjiyo Tinggalkan BI: Destry Damayanti Bukan Pemain Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)
Ekonomi Bisnis

Bergerak Tak Sejalan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis Disaat IHSG Merosot

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu (sumber: Anisa Aulia/Owrite)
Ekonomi Bisnis

490 Daerah Berpeluang Dapat Suntikan Dana, Purbaya Tunggu Restu Prabowo

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah sedang memetakan daerah yang mengalami…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up