Perkembangan internet memang bawa banyak manfaat, tetapi juga menyimpan ancaman yang tak bisa diabaikan terutama untuk anak-anak.
Di balik layar gawai, kejahatan seksual bisa terjadi tanpa disadari, bahkan seringkali luput dari perhatian orang tua.
Dilansir dari akun Instagram @ccicpolri, kejahatan seksual terhadap anak di dunia maya semakin marak seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital.
Anak-anak kerap menjadi sasaran karena dianggap lebih mudah didekati dan belum memiliki kesadaran penuh soal bahaya di internet.
Salah satu faktor pemicunya adalah kurangnya pengawasan dan komunikasi antara orang tua dan anak.
Ketika anak bebas menjelajah dunia maya tanpa pendampingan, peluang bertemu pelaku kejahatan pun semakin besar.
Agar lebih waspada, penting bagi orang tua mengenali beberapa modus yang sering digunakan pelaku.
- Child Grooming
Pelaku biasanya memulai dengan pendekatan yang tampak ramah. Mereka biasanya membangun hubungan pertemanan, memberi perhatian, hingga membuat anak merasa nyaman dan percaya. Dalam beberapa kasus, hubungan ini bahkan terasa seperti hubungan emosional atau romantis bagi korban. Dan dari sinilah pelaku mulai menjalankan aksinya.
- Child Sexual Abuse
Foto atau video anak yang diunggah di media sosial bisa disalahgunakan. Pelaku dapat mengambil, menyimpan, bahkan menyebarluaskan konten tersebut untuk tujuan seksual. Yang mengkhawatirkan, jejak digital ini sulit dihapus sepenuhnya dari internet.
- Live Streaming of Child Sexual Abuse
Modus lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah siaran langsung (live streaming) yang mengandung kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak. Aktivitas ini bisa terjadi di room chat online maupun platform media sosial dan berpotensi ditonton banyak orang dalam waktu singkat.
Melihat berbagai risiko tersebut, peran orang tua menjadi sangat penting. Tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun komunikasi terbuka agar anak berani bercerita jika mengalami hal mencurigakan.
Di era digital seperti sekarang, menjaga anak bukan hanya soal dunia nyata, tetapi juga dunia maya. Kewaspadaan dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi kunci utama untuk mencegah kejahatan yang mengintai di balik layar.



